Kredit Perumahan Capai Rp256,48 Triliun, Laba Bank BTN Naik 50% di Kuartal III 2022

Dari total Rp289,6 triliun kredit yang disalurkan Bank BTN di kuartal III 2022, kredit perumahan masih mendominasi dengan angka mencapai Rp256,48 triliun.

Pemaparan kinerja Bank BTN Kuartal III 2022 (Foto: realestat.id)
Pemaparan kinerja Bank BTN Kuartal III 2022 (Foto: realestat.id)

RealEstat.id (Jakarta) - Bank spesialis kredit perumahan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sukses mencatatkan kinerja keuangan yang ciamik di rentang Januari - September 2022. Hingga akhir Kuartal III 2022, Bank BTN berhasil membukukan laba bersih senilai Rp2,28 triliun, atau naik 50,11% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp1,51 triliun.

Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo mengatakan, transformasi Bank BTN yang sejalan dengan transformasi Kementerian BUMN, telah membuahkan hasil positif. Hal ini membuat kinerja Bank BTN di Kuartal III 2022 semakin baik dan diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini.

Baca Juga: Helat RUPSLB, Bank BTN Setujui Penerbitan Saham Baru (Rights Issue)

Menurut Haru, kenaikan laba bersih Bank BTN ditopang oleh keberhasilan perseroan menjalankan inisiatif strategis di kuartal III 2022, antara lain peningkatan penyaluran kredit, biaya dana (cost of fund) yang berhasil ditekan seiring dengan peningkatan penghimpunan dana murah, ditambah dengan suksesnya Bank BTN melakukan perbaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan) yang terus menurun hingga akhir September 2022.

"Sepanjang periode Januari hingga September 2022, Bank BTN berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp289,6 triliun, atau meningkat 7,18% dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp270,27 triliun,” ujar Haru Koesmahargyo dalam Paparan Publik Kinerja Keuangan Bank BTN Per 30 September 2022 di Jakarta, Kamis (27/10/2022).

Dia mengungkapkan, penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit Bank BTN pada kuartal III 2022. Hingga akhir September 2022, kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN mencapai Rp256,48 triliun.

Baca Juga: Digelar di 6 Kota, BTN Properti Expo 2022 Tawarkan KPR Mulai 2,47%

Dari jumlah tersebut, KPR Subsidi pada kuartal III 2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp140,97 triliun, tumbuh 8,46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp129,97 triliun. Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 6,4% menjadi Rp87,11 triliun pada kuartal III 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp81,87 triliun.

“Penyaluran kredit yang berkualitas dengan melakukan sentralisasi proses kredit telah berhasil membuat rasio kredit bermasalah (non performing loan) Bank BTN terus membaik. NPL Gross pada kuartal III tahun 2022 ini berada pada level 3,45%, lebih rendah dari sebelumnya di level 3,94%, Sedangkan NPL Nett sebesar 1,23%, turun dari posisi 1,50%,” jelas Haru.

Kenaikan kredit berdampak pada pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang tumbuh 31,84% pada kuartal III 2022 menjadi Rp11,54 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,75 triliun. Lonjakan NII tersebut membuat rasio net interest margin (NIM) Bank BTN juga mengalami kenaikan dari 3,52% pada akhir September 2021 menjadi 4,51% di kuartal III 2022.

Baca Juga: Gandeng CicilSewa dan TapHomes, Bank BTN Luncurkan KPR Rent to Own

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), Haru mengungkapkan pada kuartal III 2022 perolehan DPK Bank BTN mencapai Rp312,84 triliun naik 7,41% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp291,26 triliun. Dari jumlah tersebut perolehan dana murah atau CASA mencapai Rp143,59 triliun naik sebesar 18,7% dibandingkan akhir September 2021 sebesar Rp120,96 triliun.

“Kenaikan CASA yang cukup tinggi tersebut membuat kontribusi dana murah mengalami kenaikan menjadi 45,9% dari total DPK Bank BTN pada kuartal III 2022,” jelasnya.

Haru menegaskan, kenaikan dana murah Bank BTN berhasil menekan biaya dana atau cost of fund Bank BTN pada akhir September 2022 menjadi 2,36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,28%. Menurut Haru, kinerja Bank BTN pada akhir September 2022 yang cukup gemilang ini, mendorong aset perseroan meningkat sebesar 5,77% menjadi Rp389,29 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp368,05 triliun.

Baca Juga: BTN Syariah Jadi Bank Pertama Penyalur 'Tapera Syariah'

Laba Bank BTN Syariah Naik 66%
Seiring dengan pertumbuhan bisnis Bank BTN konvensional, laba bersih Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN (BTN Syariah) juga tumbuh positif pada kuartal III 2022. Laba bersih UUS BTN tersebut tercatat melonjak 66% dari Rp141,74 miliar pada kuartal III 2021 menjadi Rp235,27 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Capaian positif BTN Syariah tersebut didukung pertumbuhan bisnis yang stabil. Pada kuartal III/2022, pembiayaan syariah tercatat tumbuh 11% menjadi Rp30,35 triliun dibandingkan akhir September 2022 sebesar Rp27,35 triliun.

Sementara itu, total DPK yang berhasil dihimpun BTN Syariah mencapai Rp31,05 triliun tumbuh 11,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27,92 triliun. Dengan capaian tersebut, aset BTN Syariah berhasil tumbuh 13,07% menjadi Rp41,29 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp36,51 triliun.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Nurhadi Lie (Corporate Head of Sales & Marketing Sinar Mas Land) menjelaskan dan memaparkan materi tentang loyalty program perusahaan yakni Sinar Mas Land Precious.
Nurhadi Lie (Corporate Head of Sales & Marketing Sinar Mas Land) menjelaskan dan memaparkan materi tentang loyalty program perusahaan yakni Sinar Mas Land Precious.
Musda AREBI DPD Jawa Tengah (Foto: istimewa)
Musda AREBI DPD Jawa Tengah (Foto: istimewa)
Foto: hacktiv8.com
Foto: hacktiv8.com