Ini Dia Cara Agar AC di Rumah Hemat Listrik dan Awet

Produk penyejuk udara atau AC (air conditioner) merupakan peranti home appliance yang terhitung banyak menyedot konsumsi listrik di hunian.

Ilustrasi penggunaan AC di rumah. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi penggunaan AC di rumah. (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) - Produk Penyejuk udara atau AC (air conditioner)
sangat popular digunakan untuk menambahkan tingkat kenyamanan di dalam rumah, terlebih saat musim kemarau tiba.

Di sisi yang lain, AC merupakan peranti home appliance yang terhitung banyak menyedot konsumsi listrik di hunian.

Menurut Darma Effendi, Product Planning Division Manager PT Sharp Electronics Indonesia, sebanyak 40% – 60% dari total tagihan listrik di rumah digunakan untuk AC.

Baca Juga: Begini Caranya Agar Rumah Terasa Sejuk Ketika Musim-Kemarau Tiba

Oleh karena itu, diperlukan tips dan trik untuk menghemat penggunaan listrik di rumah. Berikut ini adalah cara agar AC hemat energi dan tidak cepat rusak.

Matikan AC jika tidak digunakan
Bila AC baru dimatikan, jangan langsung dinyalakan. Biarkan oli kompresor dan gas freon kembali ke kompresor dulu dan beristirahat minimal satu menit. Dengan demikian, AC Anda akan lebih tahan lama.

Tutup jendela atau lubang angin
Ketika perangkat penyejuk udara menyala, jangan biarkan ruangan dibiarkan terbuka. Sirkulasi udara di ruangan membuat suhu ruangan tidak stabil dan akan membuat AC bekerja ekstra.

Baca Juga: Tips Mendesain Ruang Makan Selaiknya Nuansa Kafe

Pasang suhu AC di level normal
Suhu normal ruangan berkisar 24º C -27º C. Semakin rendah suhu AC, semakin besar energi yang dikeluarkan.

Gunakan pengatur waktu (timer)
Suhu udara saat dini hingga subuh, biasanya rendah, sehingga penggunaan AC dalam rentang waktu ini justru membuat badan menggigil kedinginan.

Dengan fitur timer, Anda dapat mematikan AC setelah beberapa jam beroperasi, sehingga suhu ruangan tetap nyaman.

Bersihkan AC secara berkala
Rutinkan untuk membersihkan AC Setidaknya tiga bulan sekali. Bila AC diletakkan di tempat yang banyak debu atau asap (termasuk asap rokok), maka AC harus dibersihkan dua bulan sekali.

Baca Juga: Sering Kali Mengotori Hunian, Ini dia Trik Mengusir Cicak di Rumah

AC yang kotor—terutama di bagian filter, evaporator, dan kipas—akan membutuhkan daya ekstra untuk mencapai kondisi ideal pendinginan. Hal ini tentu menyedot energi listrik lebih banyak.

Kapasitas AC sesuai besaran ruangan
Ruangan berukuran kecil sudah selaiknya menggunakan AC dengan
kapasitas 0,5 PK.

Ruangan kecil dengan kapasitas AC besar akan membuat ruangan terlampau dingin, sementara ruangan besar dengan kapasitas AC kecil, akan membuat AC bekerja lebih keras dan memboroskan energi.

Pilih produk AC yang hemat energi
Harganya memang lebih tinggi dari AC biasa. Namun, penghematan
listriknya—dalam jangka panjang—bisa jadi akan lebih besar.

Berita Terkait

Salah satu perumahan di Jakarta Selatan yang terendam banjir. (Foto: Adhitya Putra)
Salah satu perumahan di Jakarta Selatan yang terendam banjir. (Foto: Adhitya Putra)
Ilustrasi membersihkan rumah usai terendam banjir. (Foto: minews.com)
Ilustrasi membersihkan rumah usai terendam banjir. (Foto: minews.com)
Ilustrasi atap rumah yang bocor. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi atap rumah yang bocor. (Foto: Istimewa)
Inspirasi desain void rumah. (Foto: katrinaleechambers.com)
Inspirasi desain void rumah. (Foto: katrinaleechambers.com)