Bidik Generasi Milenial, Diamond Land Tawarkan Hunian Mulai Rp150 Juta

Diamond Land tengah mengembangkan 15 proyek properti yang beragam, mulai landed house, apartemen, town house, aparthouse, hingga condovilla.

 
Dari kanan ke kiri: Novi Imelly, Advisor & Property Expert; Tony Hartono Marketing Director Diamond Land Development; dan Nurul Yaqin Wakil Ketua DPP Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (AREBI) dalam webinar bertema PCR (property-cuan-rising).
Dari kanan ke kiri: Novi Imelly, Advisor & Property Expert; Tony Hartono Marketing Director Diamond Land Development; dan Nurul Yaqin Wakil Ketua DPP Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (AREBI) dalam webinar bertema PCR (property-cuan-rising).

RealEstat.id (Depok) – Meski masih dalam masa pandemi, PT Diamond Citra Propertindo Tbk. (DADA) optimistis melihat kondisi pasar properti yang mulai bergerak. Bahkan, perusahaan pengembang yang dikenal dengan nama Diamond Land Development ini mencatatkan kinerja yang apik selama 2020 lalu.

Tony Hartono, Marketing Director Diamond Land Development menjelaskan, dalam pengembangan proyeknya, perusahaan pengembang yang berdiri pada 2005 silam ini menawarkan karakter dan konsep produk yang berbeda.

Saat ini, Diamond Land tengah menggarap 15 proyek yang berlokasi di Jakarta dan sekitarnya. Pengembangan proyek-proyek ini, imbuh Tony Hartono, selalu mengikuti perkembangan dan kebutuhan pasar.

Baca Juga: Kinerja Diamond Citra Propertindo Mengilap di Tengah Pandemi

“Proyek-proyek tersebut kami pasarkan dengan harga beragam, mulai harga Rp150 juta hingga miliaran rupiah. Produknya pun berbeda-beda, mulai dari landed house, apartemen, town house, aparthouse hingga condovilla,” jelas Tony dalam acara webinar bertema PCR (Property Cuan Rising) yang diadakan di Dave Apartment Depok, Jumat (18/6/2021).

"Produk Diamond Land dengan harga Rp150 jutaan, dikembangkan untuk menyasar segmen milenial. Jadi jangan takut, karena kami memberikan beragam kemudahan dalam pola bayar sehingga lebih memudahkan bagi konsumen milenial,” jelasnya.

Produk Diamond Land yang menyasar generasi milenial tersebut, tutur Tony, adalah Gucci 1 Apartment yang berlokasi di ruas Jalan Raya Bogor, Depok. Proyek apartemen ini merupakan bagian dari proyek perumahan D’Marco yang juga dikembangkan Diamond Land.

Baca Juga:  PP Properti Resmikan Marketing Gallery dan Show Unit Apartemen Mazhoji

Sementara itu, Nurul Yaqin, yang menjadi narasumber pada acara webinar tersebut menegaskan, penjualan properti dengan harga mulai dari Rp150 juta merupakan langkah yang sangat tepat untuk mendorong generasi milenial membeli properti.

Menurut Wakil Ketua DPP Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (AREBI) ini, generasi milenial dapat diarahkan pula sebagai investor dengan membeli dalam lebih dari satu unit dengan harga yang sangat terjangkau.

“Untuk milenial yang baru pertama membeli properti, jangan diberikan properti harga miliaran rupiah pada tahap awal,” katanya Nurul Yaqin.

Dia menambahkan, pasar milenial dalam industri properti merupakan segmen yang cukup besar, terutama sebagai pembeli rumah pertama. Generasi milenial harus disadarkan, bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli properti (time to buy), karena developer menawarkan harga yang terjangkau.

"Generasi milenial harus melihat hal ini sebagai peluang investasi, karena selepas pandemi harga properti akan terkerek naik. Dengan demikian, sekarang ini memang menjadi waktu yang tepat untuk berinvestasi di properti,” jelas Nurul Yaqin.

Gucci 1 Apartment

Pada kesempatan yang sama, Novi Imelly, Advisor & Property Expert menjelaskan, ada tiga hal yang dilihat calon konsumen sebelum memutuskan untuk membeli produk properti, terutama di masa krisis akibat pandemi seperti saat ini. Pertama, developer yang memiliki reputasi yang baik dan dapat dipercaya.

Kedua, produk yang ditawarkan developer sesuai dengan kebutuhan atau keinginan mereka. Ketiga, fasilitas kredit dari perbankan yang sesuai dengan kemampuan keuangan.

"Saat ini, produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang akan direspon atau dibeli. Walau saat ini diakui untuk apartemen ada istilah over supply namun tetap ada transaksi. Dan transaksi yang terjadi tentunya produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan tentunya harga yang terjangkau,” tegas Novi Imelly.

Baca Juga: Gerbang Tol Diresmikan, Investasi Properti di Sawangan Makin Menggiurkan

Terkait pembiayaan untuk milenial, Suryanti Agustinar, Senior Vice President Non Subsidized Mortgage & Personal Lending Division PT Bank Tabungan Negara Tbk. menyarankan agar milenial melihat properti sebagai investasi, meski pada awalnya difungsikan sebagai tempat tinggal.

Untuk itu Bank BTN pun menurut Suryanti terus memacu bisnisnya yang fokus pada pembiayaan properti. Dengan demikian, lanjutnya, Bank BTN kini juga siap untuk membiayai mereka yang bermasud menginvestasikan dana mereka di properti. Dia juga menyarankan pembeli properti memilih produk yang dibangun oleh developer yang telah bekerja sama dengan perbankan.

“Selain itu, saat ini pemerintah pun memberikan kemudahan untuk pembelian properti. Tidak hanya dalam persyaratan tapi juga kemudahan uang muka hingga keringanan pajak-pajak di sektor properti,” jelasnya.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Topping off ceremony Tower Sapphire, Cisauk Point (Foto: dok. Adhi Commuter Properti)
Topping off ceremony Tower Sapphire, Cisauk Point (Foto: dok. Adhi Commuter Properti)
Prosesi groundbreaking Apple 5 Condovilla, Sabtu, 31 Juli 2021 (Foto: Dok Diamond Land Group)
Prosesi groundbreaking Apple 5 Condovilla, Sabtu, 31 Juli 2021 (Foto: Dok Diamond Land Group)
Progres pembangunan Apartemen The Parc, SouthCity.
Progres pembangunan Apartemen The Parc, SouthCity.
Bali Resort Serpong Extension (Foto: Dok. MasGroup)
Bali Resort Serpong Extension (Foto: Dok. MasGroup)