Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Hadir di Harpropnas Fest 2026, Balé by BTN Fasilitasi Generasi Muda Miliki Rumah Impian

Melalui balé by BTN, konsumen dapat mencari hunian, melakukan simulasi pembiayaan, mengajukan KPR, hingga memantau proses pengajuan sampai persetujuan.
Harpropnas Fest 2026 Balé by BTN realestat.id dok
Pembukaan Harpropnas Fest di Grand Atrium Kota Kasablanka, Rabu, 9 September 2026 (Foto: Realestat.id)

RealEstat.id (Jakarta) – Menggandeng balé by BTN, Rumah123 resmi membuka Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Diselenggarakan pada 8 – 13 September 2026, ajang tahunan yang telah dihelat sejak 2018 ini menghadirkan pengalaman online-to-offline bagi masyarakat yang mencari hunian.

Beragam pilihan properti pun ditawarkan, mulai dari rumah baru, rumah second, KPR take over, hingga rumah lelang.

Selain pameran properti dan konsultasi pembiayaan, Harpropnas Fest 2026 menghadirkan sejumlah aktivitas publik, di antaranya talkshow, kompetisi menyanyi dan tari, workshop kreatif, aktivitas anak, mat pilates, hingga pertunjukan musik.

Baca Juga: Sah! BTN Rombak Jajaran Direksi lewat RUPSLB, Ini Daftar Lengkapnya

Tak hanya itu, para pengunjung juga dapat mengikuti lelang peralatan rumah tangga setiap hari mulai pukul 19.00 WIB dengan harga pembukaan Rp10 ribu.

Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengatakan, di tengah tantangan kepemilikan hunian, akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu aspek penting.

“Hal ini terutama dirasakan oleh generasi Z dan milenial yang mulai memasuki fase mencari rumah, meski masih perlu menyesuaikan pilihan hunian dengan kemampuan finansial,” tuturnya.

Menurutnya, kolaborasi BTN dan Rumah123 menjadi salah satu terobosan untuk memberikan pilihan yang lebih luas kepada masyarakat.

Di event ini, konsumen tidak hanya dapat mencari rumah. Tetapi juga mengukur kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan pembiayaan.

Baca Juga: Menabung Rp50 Ribu Sehari, Tukang Bengkel ini Wujudkan Rumah Pertama Lewat KPR BTN

“Di Harpropnas Fest 2026, konsumen Gen Z dan milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa, mulai mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansial mereka,” ungkap Thomas Wahyudi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, BTN dan Rumah123 membangun ekosistem yang memungkinkan calon pembeli mengetahui kemampuan mencicil sekaligus kelayakan memperoleh KPR.

Dengan demikian, keputusan membeli rumah tidak hanya didasarkan pada keinginan memiliki hunian, tetapi juga kesiapan finansial.

Thomas menuturkan, calon pembeli perlu memperhitungkan sejumlah komponen sebelum mengambil KPR, mulai dari lokasi, biaya hidup, transportasi, hingga cicilan rumah.

“Secara umum, kemampuan cicilan dapat berada di kisaran 30% dari penghasilan, meski besaran tersebut tetap disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing calon debitur,” ungkapnya.

Baca Juga: Capai 74%, BTN dan BSN Kuasai Penyaluran KPR FLPP Nasional di Semester I 2026

Harpropnas Fest 2026 Balé by BTN realestat.id
Kemeriahan Harpropnas Fest 2026 yang dihelat Rumah123 dengan Balé by BTN (Foto: BTN)

Cari Rumah Makin Mudah dengan Balé by BTN

Di samping kemampuan mencicil, skema pembayaran, dan kemudahan informasi, digitalisasi menjadi kunci yang memudahkan akses layanan pembiayaan perumahan.

Thomas mengatakan, saat ini BTN tidak hanya mengandalkan jaringan kantor cabang dan service center, namun juga menyediakan layanan secara digital yang menggabungkan konsep online-to-offline dan offline-to-online.

Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan BTN secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas.

“Gen Z yang biasanya digital savvy bisa menggunakan layanan online. Tetapi kalau mereka ingin berkonsultasi langsung, kami juga punya cabang dan service center,” jelasnya.

Penguatan kanal digital BTN salah satunya diwujudkan melalui balé by BTN, super app yang dilengkapi fitur Bale Properti yang dikembangkan sebagai ekosistem layanan properti terintegrasi.

Baca Juga: Renovasi 20 RTLH, BTN dan PPATK Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup Keluarga Prasejahtera

Melalui fitur tersebut, calon nasabah dapat mencari hunian, melakukan simulasi pembiayaan, mengajukan KPR, hingga memantau proses pengajuan sampai persetujuan—termasuk perlengkapan dan furnitur melalui mitra BTN.

Thomas menegaskan, pengembangan layanan tersebut tidak semata-mata berangkat dari produk yang dimiliki BTN, melainkan dari kebutuhan nasabah yang terus berubah, terutama di kalangan generasi muda.

“Kami membangun aplikasi balé by BTN bukan dari product centric, tetapi dari customer needs. Kami melihat apa kebutuhannya, dari situ kami membangun,” katanya.

Menurut Thomas, pendekatan tersebut penting, karena proses kepemilikan rumah bagi generasi muda tidak berhenti pada pencarian properti.

“Mereka juga membutuhkan informasi mengenai kemampuan pembiayaan serta solusi yang sesuai dengan kondisi finansial masing-masing,” tuturnya.

Baca Juga: Laba Bersih BTN Melonjak 40,8% di Semester I 2026, Sentuh Angka Rp2,4 Triliun

Hadirkan Ragam Properti dan Solusi Pembiayaan

Pada kesempatan tersebut, CEO 99 Group, Darius Cheung mengatakan, kepemilikan rumah merupakan salah satu keputusan besar dalam hidup.

Oleh karena itu, Rumah123 berupaya tidak sekadar menjadi platform pencarian properti, tetapi mendampingi masyarakat sejak mencari hunian, menghitung kemampuan finansial, hingga menemukan solusi pembiayaan.

“Rumah123 ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan menuju kepemilikan rumah, mulai dari menemukan pilihan hingga mengakses solusi pembiayaan,” kata Darius Cheung.

Sementara itu, CMO 99 Group, Bharat Buxani menambahkan, kebutuhan setiap calon pemilik rumah berbeda, ada yang mulai mencari hunian, menghitung kemampuan finansial, hingga membutuhkan solusi KPR yang telah berjalan.

“Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat perjalanan menuju rumah terasa lebih mudah, dekat, dan menyenangkan,” ujarnya.

Baca Juga: BTN Ungkap Dua Strategi Utama Penyaluran Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Di lain pihak, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Ronny Ariuly Hutahayan mengatakan, perluasan akses hunian membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi,” ujarnya.

Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Restog Krisna Kusuma mengatakan, hunian yang layak dan lingkungan yang mendukung menjadi salah satu fondasi bagi masyarakat, termasuk pelaku ekonomi kreatif, untuk mengembangkan potensi.

“Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk mencari properti dan solusi pembiayaan, tetapi juga tempat masyarakat mendapatkan informasi, berkonsultasi, serta menghabiskan waktu bersama keluarga,” pungkasnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait