RealEstat.id (Jakarta) – Perkembangan sektor ketenagalistrikan membuat pekerjaan teknisi di lapangan semakin kompleks.
Kondisi seperti panel dengan susunan kabel padat, hingga instalasi bertegangan menuntut perangkat ukur yang tidak hanya akurat, tetapi juga aman, tangguh, dan praktis.
Dalam pekerjaan kelistrikan, kebutuhan pengukuran dapat berbeda sesuai kondisi di lapangan.
Teknisi dapat membutuhkan pengukuran arus, pemeriksaan panel dengan kabel yang padat, hingga pengujian berbagai parameter pada instalasi yang kompleks.
Baca Juga: Bosch Perkuat Strategi Global, Indonesia Jadi Pilar Pertumbuhan Industri dan Properti
Solusi Perangkat Ukur Kelistrikan
Menjawab kebutuhan tersebut, Bosch Power Tools memperkenalkan tiga alat ukur kelistrikan dengan fungsi berbeda-beda.
Antara lain, GMC 600-15 Professional Clamp Meter; GFM 1000-15 Professional Fork Meter; dan GDM 600-15 Professional Digital Multimeter.
Melansir dari keterangan resmi, Ahad (04/10/2026), Bosch GMC 600-15 Clamp Meter berfungsi untuk pengukuran arus.
Sementara GFM 1000-15 Fork Meter memiliki desain garpu terbuka yang memungkinkan pengukuran pada panel dengan susunan kabel padat tanpa perlu memutus sirkuit.
Baca Juga: Bosch Buka Blue Store Jakarta, Tawarkan Layanan One-Stop Solution Perkakas Listrik untuk Profesional
Adapun GDM 600-15 Digital Multimeter hadir untuk kebutuhan pengujian yang lebih beragam.
Perangkat ini dilengkapi perlindungan IP65 dan telah melewati uji jatuh dari ketinggian dua meter.
Ketiga perangkat tersebut juga dilengkapi layar untuk membantu pembacaan hasil pengukuran dalam kondisi pencahayaan berbeda.
Perbedaan fungsi ini memberikan pilihan bagi teknisi untuk menyesuaikan perangkat dengan karakter pekerjaan yang dihadapi.
Baca Juga: Bosch Perkuat Lineup Teknologi Laser Garis untuk Pekerjaan Konstruksi
o
Keselamatan Jadi Bagian dari Kompetensi Teknisi
Country Business Director Bosch Power Tools Indonesia, Edwin Irawan mengatakan pemilihan peralatan yang sesuai menjadi bagian penting dalam pekerjaan teknisi listrik.
“Mengandalkan alat ukur kelistrikan yang aman dan sesuai standar keselamatan menjadi cara untuk menjaga efisiensi sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan,” ujar Edwin.
Sementara itu, Pakar K3 bidang kelistrikan sekaligus dosen kelistrikan Politeknik Negeri Jakarta, A. Damar Aji, menambahkan bahwa kompetensi tenaga kelistrikan tidak hanya ditentukan kemampuan teknis saja.
Baca Juga: Alat Baru Bosch Ini Bisa Bantu Teknisi Listrik Hindari Risiko Fatal
Akan tetapi juga penerapan pengetahuan dan prosedur keselamatan.
“Ketahanan terhadap debu, air, dan benturan serta desain yang ergonomis membantu mengurangi risiko kerja tanpa mengorbankan kualitas dan produktivitas,” kata Damar.
Menurut Damar, pemahaman terhadap batas penggunaan perangkat, serta kepatuhan terhadap prosedur kerja menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kompetensi teknisi.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








