RealEstat.id (Jakarta) – Memiliki rumah pertama tidak selalu harus menunggu penghasilan besar. Melalui program KPR Sejahtera FLPP, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) berkesempatan memiliki hunian layak dengan cicilan yang lebih terjangkau.
Salah satu MBR yang telah merasakan manfaat Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) adalah Rosmini, seorang pedagang sembako di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Rosmini pernah berada di titik nadir, saat warungnya roboh diterjang angin puting beliung. Sempat terpikir untuk berhenti, Rosmini memilih bangkit dan kembali berjualan.
Dari berjualan nasi, ia mengembangkan usahanya dengan menjual gorengan, makanan ringan hingga kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Menabung Rp50 Ribu Sehari, Tukang Bengkel ini Wujudkan Rumah Pertama Lewat KPR BTN
Kini, bukan hanya usahanya yang kembali berdiri. Rosmini juga telah memiliki rumah sendiri melalui Program FLPP di Perumahan Puri Delta 12 City Side, Kabupaten Batang.
“Warung saya memang pernah roboh, tapi semangat jangan sampai ikut roboh. Sampai akhirnya saya diberitahu oleh saudara bahwa melalui BP Tapera kami bisa punya rumah sendiri. Sekarang warung ini juga ikut pindah ke rumah,” tutur Rosmini.
Kisah Rosmini menjadi gambaran bagaimana Program FLPP memberikan dukungan pembiayaan perumahan bagi MBR agar dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau.
Program ini dikelola Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) disalurkan melalui bank penyalur kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengajak masyarakat yang belum memiliki rumah, termasuk generasi muda yang telah memenuhi persyaratan, agar tidak ragu memanfaatkan kesempatan kepemilikan rumah melalui Program FLPP.
Baca Juga: BP Tapera Percepat Gagasan Tenor FLPP 40 Tahun untuk Rumah Tapak dan Rusun
Menariknya, berdasarkan realisasi sementara hingga 4 September 2026, penerima manfaat tertinggi justru berasal dari kelompok usia 19–25 tahun atau Generasi Z.
Menurut Heru, hal ini menunjukkan bahwa generasi muda mulai memiliki kesadaran dan keberanian untuk merencanakan kepemilikan rumah sejak dini.

“Jangan merasa harus menunggu sampai memiliki penghasilan besar untuk memiliki rumah pertama. Yang penting adalah memahami kemampuan, memenuhi persyaratan, dan berani mengambil langkah pertama,” tuturnya.
Heru mengatakan, rumah pertama bukan sekadar bangunan tempat tinggal, tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik bersama keluarga.
“Rumah pertama bukan tentang seberapa besar penghasilanmu. Tapi tentang keberanian mengambil langkah pertama untuk masa depan,” tukasnya.
Baca Juga: BP Tapera Siapkan Akad Massal 62.000 KPR Sejahtera FLPP di Batang, Presiden Prabowo Hadir
Dia mengatakan, setiap orang memiliki perjalanan dan kemampuan yang berbeda, tetapi kesempatan untuk memiliki rumah dapat dimulai ketika kita berani mengambil langkah dan memanfaatkan kesempatan yang ada.
Pada tahun 2026, Pemerintah menyediakan kuota sebanyak 350.000 unit rumah subsidi melalui Program FLPP. Artinya, kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memiliki rumah pertama masih terbuka.
Hingga 4 September 2026, realisasi sementara Program FLPP periode 1 Januari–3 September 2026 telah mencapai 144.691 unit rumah, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp17,99 triliun.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.
Baca Juga: Mitra Driver Gojek Kini Bisa Akses KPR Subsidi FLPP dengan DP 0%, Apa Syaratnya?
Dengan kuota yang masih tersedia, BP Tapera mendorong masyarakat yang belum memiliki rumah untuk mulai mencari informasi, mempertimbangkan kemampuan finansial, dan melihat peluang kepemilikan rumah melalui Program FLPP.
“Dari pedagang sembako seperti Rosmini, tukang becak, ustaz, pedagang cilok, satpam, asisten rumah tangga, hingga generasi muda berusia 19–25 tahun, setiap penerima manfaat memiliki cerita dan titik awal yang berbeda,” papar Heru.
Namun, mereka membuktikan bahwa impian memiliki rumah dapat diwujudkan ketika ada kemauan untuk berusaha dan keberanian mengambil kesempatan.
“Karena rumah pertama bukan tentang seberapa besar penghasilanmu. Tapi tentang keberanian mengambil langkah pertama untuk masa depan,” pungkasnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








