Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Tarif Parkir Berbasis Zonasi, Centrepark Soroti Dampak Terhadap Mobilitas, Produktivitas, dan Investasi

Centrepark melihat penyesuaian tarif bukan hanya berdampak pada persaingan operator, tetapi juga berpotensi membuka peluang investasi baru pada infrastruktur parkir.
Charles Richard Oentomo Centrepark Group realestat.id dok Tarif Parkir Jakarta
Charles Richard Oentomo, Founder & CEO Centrepark (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) – Rencana penyesuaian tarif parkir berbasis zonasi di DKI Jakarta dinilai dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam pengelolaan mobilitas perkotaan.

Namun, penerapannya perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan karakteristik dan tingkat kebutuhan di setiap kawasan.

Centrepark menilai kebijakan tarif parkir tidak hanya berkaitan dengan pengendalian penggunaan kendaraan pribadi, tetapi juga perlu menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi serta mendorong produktivitas aset dan investasi infrastruktur parkir.

Founder & CEO Centrepark, Charles Richard Oentomo mengatakan, pada kawasan dengan tingkat kepadatan dan permintaan parkir yang tinggi, tarif parkir bukan hanya berfungsi sebagai biaya penggunaan ruang, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mengelola permintaan kendaraan pribadi.

“Tarif parkir dapat digunakan untuk mengelola demand kendaraan pribadi, meningkatkan turnover parkir, sekaligus mendorong masyarakat mempertimbangkan penggunaan transportasi publik,” katanya.

Baca Juga: Andalkan Smart Parking, Centrepark Optimistis Pendapatan Tumbuh Dua Digit di 2026

Namun, imbuh Charles, semakin tinggi tarif yang diterapkan, semakin besar pula kemungkinan terjadinya penurunan traffic kendaraan pribadi.

“Karena itu, perlu dicari titik keseimbangan antara tujuan mengurangi kemacetan, menjaga aktivitas ekonomi suatu kawasan, dan mengoptimalkan pemanfaatan ruang parkir,” ujarnya.

Di sisi bisnis pengelolaan parkir, Centrepark melihat terdapat trade-off antara volume kendaraan dan pendapatan parkir ketika terjadi perubahan tarif.

Apabila tarif meningkat cukup signifikan, terdapat kemungkinan penurunan jumlah kendaraan maupun durasi parkir karena konsumen menjadi lebih sensitif terhadap biaya membawa kendaraan pribadi.

Namun, menurut Charles, penurunan traffic kendaraan tidak serta-merta menyebabkan pendapatan parkir ikut turun.

Baca Juga: Centrepark Raih WOW Brand 2026, Bukti Kepercayaan Konsumen di Industri Parkir Berbasis Teknologi

Pendapatan parkir masih berpotensi meningkat apabila kenaikan tarif per kendaraan lebih besar dibandingkan penurunan volume atau durasi parkir.

“Sebagai ilustrasi sederhana, apabila tarif efektif meningkat 50% sementara volume kendaraan turun 15–20%, secara keseluruhan pendapatan parkir masih berpotensi meningkat. Angka tersebut merupakan ilustrasi sederhana dan bukan proyeksi Centrepark,” jelasnya.

Charles menuturkan, dampak aktual dapat berbeda di setiap kawasan dan sangat bergantung pada price elasticity serta karakteristik demand masing-masing lokasi.

Apabila tarif dinaikkan terlalu tinggi sehingga penurunan traffic menjadi sangat besar, dampaknya terhadap pendapatan juga dapat berbeda.

Karena itu, penentuan tarif ideal perlu mempertimbangkan price elasticity masing-masing kawasan. Area CBD, pusat komersial, kawasan transit, rumah sakit, maupun kawasan residensial dapat memiliki karakteristik permintaan yang berbeda.

Baca Juga: BlueCharge Perluas Jaringan Charging Kendaraan Listrik di Berbagai Lokasi Strategis

Centrepark juga melihat penyesuaian tarif parkir dapat memengaruhi perilaku masyarakat dalam menggunakan kendaraan pribadi.

Semakin tinggi biaya parkir, semakin besar insentif bagi masyarakat untuk mengevaluasi kembali pilihan transportasinya.

Konsumen dapat beralih menggunakan transportasi publik, layanan ride-hailing, memperpendek durasi parkir, melakukan car pooling, ataupun mencari lokasi parkir alternatif.

Dari perspektif kebijakan publik, perubahan perilaku tersebut dapat menjadi salah satu tujuan dari penerapan tarif berbasis zonasi. Namun, Centrepark menilai implementasi kebijakan tersebut perlu diikuti dengan pengawasan yang baik.

“Kebijakan tersebut harus diikuti dengan pengawasan yang baik agar tidak menimbulkan perpindahan kendaraan ke parkir informal, bahu jalan, maupun kawasan di sekitarnya yang justru dapat menciptakan permasalahan lalu lintas baru,” kata Charles.

Baca Juga: Centrepark Ikut Lelang Singlet Juara SEA Games 2025, Hasilnya untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Centrepark melihat dampak penyesuaian tarif bukan hanya terhadap persaingan operator, tetapi juga berpotensi membuka peluang investasi baru pada infrastruktur parkir. Selama ini, salah satu tantangan pembangunan gedung parkir adalah kelayakan ekonominya.

Investasi pembangunan gedung parkir bertingkat membutuhkan biaya yang cukup besar, sementara tingkat pengembalian investasinya sangat bergantung pada tarif, utilisasi, dan turnover kendaraan.

Apabila struktur tarif parkir pada kawasan tertentu menjadi lebih ekonomis dan mencerminkan nilai lahan serta tingkat permintaan, maka yield dari aset parkir berpotensi menjadi lebih menarik dan lebih selaras dengan ekspektasi return investor.

Kondisi tersebut dapat membuka peluang bagi pemerintah untuk mengoptimalkan lahan-lahan miliknya yang belum produktif melalui pembangunan gedung parkir bertingkat, termasuk melalui skema kerja sama dengan sektor swasta atau public-private partnership.

“Dengan demikian, kebijakan tarif parkir tidak hanya dapat menjadi instrumen pengendalian lalu lintas, tetapi juga berpotensi menjadi katalis bagi investasi baru dalam infrastruktur parkir perkotaan,” ujar Charles.

Baca Juga: Hadirkan Manajemen Parkir Modern Berbasis Teknologi, Centrepark Sabet Top Brand Award 2026

Di tengah rencana perubahan tarif tersebut, Centrepark melihat prospek industri parkir ke depan semakin berkembang dari sekadar bisnis pengoperasian lahan parkir menjadi bagian dari ekosistem urban mobility dan infrastruktur kota.

Dengan struktur tarif yang semakin berbasis zonasi dan nilai ekonomi suatu kawasan, kebutuhan terhadap pengelolaan parkir yang profesional, transparan, serta berbasis teknologi juga akan semakin meningkat.

Bagi Centrepark, peluangnya tidak hanya berasal dari pengelolaan lokasi parkir eksisting. Centrepark melihat potensi pengembangan model bisnis baru, termasuk optimalisasi aset parkir, pembangunan dan pengelolaan gedung parkir, digitalisasi pembayaran, pemanfaatan data, serta kolaborasi dengan pemerintah maupun pemilik aset untuk meningkatkan produktivitas lahan.

“Pada akhirnya, kami melihat kebijakan tarif parkir yang tepat dapat menciptakan keseimbangan antara tiga kepentingan: mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi, meningkatkan produktivitas aset parkir, dan menciptakan kelayakan ekonomi bagi investasi infrastruktur parkir baru,” tutup Charles.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait