RealEstat.id (Jakarta) – PT Superior Prima Sukses Tbk (IDX: BLES), produsen bata ringan dengan merek Blesscon dan Superiore Block, memperkuat strategi keberlanjutan melalui penerapan teknologi operasional rendah emisi.
Perseroan kini mengoperasikan 43 unit forklift listrik di seluruh fasilitas produksinya yang tersebar di lima lokasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Penggunaan kendaraan operasional bertenaga listrik tersebut menjadi bagian dari upaya BLES meningkatkan efisiensi energi dan produktivitas.
Implementasi forklift listrik melengkapi sejumlah inisiatif dekarbonisasi yang telah dijalankan BLES.
Baca Juga: Emiten Bata Ringan BLES Raup Laba Rp147 Miliar, Kinerja Produksi Tumbuh 17%
Ciptakan Produksi yang Efisien
Perseroan juga memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di fasilitas produksinya dengan target kapasitas mencapai 4.370 kWp pada akhir 2026.
Selain itu, BLES mulai menggunakan electric loader untuk mendukung aktivitas operasional.
Berbagai investasi tersebut diarahkan untuk menciptakan proses produksi yang lebih efisien sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, Hendra Widodo, mengatakan keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga proses produksi yang semakin ramah lingkungan.
Baca Juga: Optimistis Industri Bahan Bangunan Menguat, BLES Bidik Pertumbuhan Sepanjang 2026
“Pengoperasian forklift listrik di seluruh wilayah operasional merupakan salah satu langkah dalam mengurangi emisi operasional sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas,” terang Hendra melalui keterangan tertulis, Jumat (14/08/2026).
Dari sisi operasional BLES, forklift listrik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan forklift berbahan bakar diesel.
Teknologi ini menghasilkan emisi lebih rendah dan memiliki efisiensi energi yang lebih baik.
Selain itu, tambah Hendra, biaya perawatan forklift listrik lebih rendah, serta tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung di area produksi.
Tumbuh di Tengah Transformasi Operasional
Investasi teknologi rendah karbon tersebut berjalan beriringan dengan penguatan kinerja bisnis BLES.
Pada semester I-2026, perusahaan mencatat penjualan sebesar Rp848 miliar, naik 33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan penjualan turut mendorong laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp147 miliar.
Baca Juga: Ukuran Bata Ringan (Hebel) dan Cara Menghitung Kebutuhan dengan Tepat
Jumlah laba bersih BLES itu meningkat sekitar 17 kali lipat dibandingkan pada semester I-2025.
Dari sisi produksi, volume output juga meningkat 17% menjadi 1.832.507 m³ pada semester I-2026 dari 1.560.067 m³ pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hendra menegaskan, BLES akan terus mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam proses bisnis untuk menjaga pertumbuhan.
Hal ini dilakukan sekaligus menciptakan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








