RealEstat.id (Jakarta) – Transformasi digital membuat kebutuhan perusahaan properti terhadap infrastruktur teknologi informasi (IT) semakin besar.
Adopsi cloud, kecerdasan buatan (AI), layanan digital, hingga Internet of Things (IoT) mendorong perusahaan membangun sistem yang lebih fleksibel, aman, dan mampu mengikuti perkembangan bisnis.
Namun, di balik percepatan tersebut, perusahaan masih menghadapi sejumlah tantangan infrastruktur IT.
Dari kapasitas sistem hingga keamanan siber, persoalan tersebut dapat memengaruhi produktivitas dan keberlangsungan operasional apabila tidak ditangani dengan tepat.
Baca Juga: 5 Tips Membuat Ruang Server Kantor yang Baik, Sesuai Standar IT
Mengutip informasi resmi dari perusahaan system integrator di Indonesia, PT Nusa Network Prakarsa, Ahad (09/08/2026), berikut ini sejumlah tantangan dalam membangun infrastruktur IT yang mendukung transformasi digital.
5 Tantangan Infrastruktur IT Perusahaan
1. Sulit Mengikuti Pertumbuhan Bisnis
Pertumbuhan bisnis biasanya diikuti peningkatan kebutuhan jaringan, server, penyimpanan data, dan perangkat pendukung.
Infrastruktur yang tidak scalable dapat menjadi hambatan ketika perusahaan melakukan ekspansi atau menambah layanan digital.
Karena itu, perusahaan membutuhkan sistem yang dapat ditingkatkan kapasitasnya sesuai kebutuhan tanpa mengganggu operasional yang sedang berjalan.
2. Ancaman Keamanan Siber Semakin Kompleks
Digitalisasi juga meningkatkan risiko serangan siber.
Perusahaan perlu memberikan perlindungan terhadap jaringan, endpoint, aplikasi, dan data agar aktivitas bisnis tetap berjalan dengan aman.
Keamanan siber kini tidak lagi sekadar persoalan teknis, tetapi menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga aset digital dan kepercayaan pelanggan.
Baca Juga: Adopsi AI dan Cloud Meningkat, Kesiapan Infrastruktur Perusahaan Masih Jadi Tantangan
3. Integrasi Antar Sistem Belum Optimal
Penggunaan aplikasi dan perangkat dari berbagai vendor dapat menciptakan tantangan baru.
Tanpa integrasi yang baik, pertukaran data menjadi kurang efisien dan pengelolaan infrastruktur semakin kompleks.
Integrasi sistem menjadi semakin penting ketika perusahaan properti ingin membangun ekosistem digital yang terhubung dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
4. Menjaga Ketersediaan Sistem
Gangguan jaringan atau server dapat menghentikan aktivitas operasional dan memengaruhi kualitas layanan kepada pelanggan.
Karena itu, perusahaan membutuhkan infrastruktur dengan tingkat ketersediaan tinggi atau high availability.
Sistem monitoring dan pengelolaan infrastruktur secara proaktif juga diperlukan untuk mendeteksi potensi gangguan sebelum berdampak lebih luas.
5. Keterbatasan Sumber Daya IT
Tidak semua perusahaan memiliki tenaga ahli untuk mengelola jaringan, data center, cloud, hingga keamanan siber.
Kondisi ini menjadi tantangan ketika perusahaan harus mempercepat transformasi digital.
Direktur Utama PT Nusa Network Prakarsa, Edward mengatakan infrastruktur IT kini telah berkembang dari sekadar pendukung operasional menjadi fondasi utama bisnis modern.
“Perusahaan saat ini membutuhkan infrastruktur IT yang tidak hanya stabil, tetapi juga aman, fleksibel, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis,” ujar Edward.
Baca juga: Tren IT 2026: Infrastruktur Digital Jadi Fondasi Daya Saing Bisnis Properti
Menurutnya, kebutuhan setiap perusahaan berbeda sehingga perencanaan infrastruktur perlu menyesuaikan karakteristik bisnis, target pertumbuhan, serta strategi transformasi digital.
Sebagai system integrator, tambah Edward, PT Nusa Network Prakarsa menyediakan solusi mulai dari enterprise networking, data center, cyber security, managed services, hingga IoT.
Dari perspektif teknologi properti dan bisnis modern, kebutuhan terhadap infrastruktur IT yang andal juga semakin relevan.
Hal ini seiring berkembangnya gedung pintar, layanan berbasis cloud, sistem keamanan digital, dan ekosistem IoT.
Infrastruktur digital yang dirancang sejak awal dapat membantu perusahaan menciptakan operasional yang lebih efisien, sekaligus mempersiapkan bisnis menghadapi kebutuhan teknologi di masa depan.
Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








