Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Transformasi Sharp Menuju Ekosistem Smart Living, Hadirkan Teknologi Cerdas dan Terintegrasi

Sharp Indonesia berkembang menjadi penyedia solusi gaya hidup dan ekosistem smart living yang mengintegrasikan perangkat, teknologi digital, konektivitas, serta layanan bagi konsumen masa kini.
sharp indonesia smart living home rumah pintar realestat.id dok
Penerapan smart living dengan produk-produk Sharp (Foto: Dok. Sharp)

RealEstat.id (Jakarta) – Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat mendorong industri elektronik rumah tangga mengalami transformasi besar.

Konsumen kini tidak lagi sekadar mencari perangkat elektronik yang dapat menjalankan fungsi dasar, tetapi juga menginginkan produk yang mampu memberikan kenyamanan, efisiensi, kesehatan, konektivitas, hingga pengalaman penggunaan yang lebih personal.

Perubahan tren dan kebutuhan tersebut turut mendorong PT Sharp Electronics Indonesia untuk memperluas perannya.

Selama lebih dari setengah abad dikenal sebagai produsen elektronik rumah tangga, Sharp Indonesia kini mengembangkan diri menjadi penyedia solusi gaya hidup dan ekosistem smart living yang mengintegrasikan perangkat, teknologi digital, konektivitas, serta layanan untuk menjawab kebutuhan konsumen masa kini.

Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia mengatakan, transformasi tersebut didorong oleh perubahan kebutuhan konsumen, perkembangan teknologi, serta dinamika pasar yang terus berkembang.

“Perubahan ini menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan dengan kehidupan masyarakat modern,” ungkapnya.

Baca Juga: 56 Tahun Sharp Indonesia: Inovasi, Distribusi, dan Kepercayaan Konsumen Jadi Kunci Sukses

Menurut Andry, perubahan paling mendasar dalam model bisnis Sharp terletak pada pergeseran orientasi, dari perusahaan yang berfokus menjual perangkat elektronik menjadi penyedia ekosistem solusi kehidupan pintar.

Nilai bisnis tidak lagi hanya berasal dari penjualan produk fisik, terangnya, tetapi juga mencakup integrasi perangkat, layanan digital, konektivitas, pengalaman pengguna, serta hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

“Perubahan ini mengubah cara Sharp menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai di era transformasi digital,” tutur Andry.

Gaya Hidup Dorong Transformasi Smart Living

Di Indonesia, transformasi bisnis Sharp juga tidak terlepas dari perubahan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat.

Sejumlah tren, seperti meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan dan kebersihan, tuntutan akan kenyamanan, efisiensi energi, perkembangan digital dan e-commerce, serta meningkatnya permintaan terhadap produk pintar, turut memengaruhi arah pengembangan bisnis perusahaan.

Andry Adi Utomo menuturkan, konsumen kini semakin mempertimbangkan lebih banyak aspek ketika memilih perangkat rumah tangga.

“Produk tidak hanya dituntut memiliki fungsi yang baik dan daya tahan tinggi, tetapi juga harus mudah digunakan, efisien dalam konsumsi energi, mendukung kualitas hidup, serta mampu beradaptasi dengan gaya hidup digital,” urainya.

Baca Juga: Tak Sekadar Air Purifier, Ini Rahasia Teknologi Plasmacluster Sharp Menjaga Kualitas Udara

Andry Adi Utomo PT Sharp Electronics Indonesia realestat.id dok
Andry Adi Utomo, National Sales Senior GM PT Sharp Electronics Indonesia (Foto: Dok. Sharp)

Evolusi portofolio produk Sharp di Indonesia pun mencerminkan perubahan tersebut. Jika sebelumnya perangkat rumah tangga seperti lemari es dan mesin cuci lebih banyak dipilih berdasarkan fungsi dan daya tahan, kini konsumen juga memperhatikan kemudahan penggunaan, efisiensi energi, desain, hingga kesesuaian harga dengan daya beli keluarga.

Perubahan berikutnya, ungkap Andry, terlihat dari meningkatnya kebutuhan terhadap efisiensi energi dan kenyamanan.

“Seiring meningkatnya biaya listrik dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan energi, produk rumah tangga dituntut mampu membantu mengurangi biaya operasional tanpa mengorbankan kenyamanan,” paparnya.

Pada saat yang sama, perhatian konsumen terhadap kesehatan dan kualitas hidup juga semakin besar. Isu kualitas udara dan kesehatan lingkungan dalam ruang mendorong kebutuhan terhadap perangkat yang mampu menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat.

Menyikapi hal tersebut, Sharp kemudian menghadirkan teknologi Plasmacluster pada sejumlah produk, seperti AC, air purifier, mesin cuci, dan lemari es.

Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjawab kebutuhan konsumen terhadap kualitas udara dalam ruangan yang lebih baik, pengurangan bau, serta lingkungan rumah yang lebih nyaman.

Memasuki tahap berikutnya, Sharp juga mulai mengembangkan perangkat yang semakin terhubung. Kehadiran televisi berbasis Android maupun Google TV menjadi salah satu contoh evolusi perangkat menuju pengalaman yang lebih terkoneksi.

Baca Juga: Sharp Indonesia Dorong CSR Berkelanjutan Melalui Pendidikan, Pelestarian Lingkungan, dan Pemberdayaan Masyarakat

“Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan konsumen terhadap perangkat rumah tangga yang dapat dikendalikan dan dipantau dengan lebih mudah,” jelas Andry.

Dia menuturkan, dalam mengembangkan produk rumah tangga masa kini, Sharp Indonesia menempatkan aspek kesehatan sebagai salah satu prinsip utama yang didukung oleh efisiensi energi, kenyamanan, dan integrasi digital.

Sejumlah kategori produk rumah tangga seperti AC, mesin cuci, air purifier, microwave, serta berbagai produk small home appliances menjadi bagian penting dalam pengembangan konsep smart living Sharp.

Namun, bagi Sharp, inovasi teknologi tidak cukup hanya dengan menambahkan fitur pintar. Teknologi yang dikembangkan juga harus memberikan manfaat nyata bagi konsumen.

“Sharp memastikan inovasi teknologinya memberi manfaat nyata dengan memulai dari kebutuhan pengguna, lalu mengintegrasikan teknologi untuk menyelesaikan masalah tersebut, bukan hanya sekadar menambah fitur,” jelas Andry.

Menurutnya, pendekatan tersebut diterapkan di berbagai lini produk, mulai dari peralatan rumah tangga hingga layar dan perangkat bisnis.

“Dengan demikian, teknologi diharapkan hadir sebagai solusi atas kebutuhan pengguna, bukan sekadar menjadi fitur tambahan yang tidak memberikan nilai signifikan,” imbuhnya.

Baca Juga: Sharp Hadirkan Air Purifier Mosquito Catcher: Solusi 2-in-1 untuk Udara Bersih dan Bebas Nyamuk

Konsumen Smart Home Living Produk Sharp realestat.id dok
Konsumen tengah menikmati pengalaman menggunakan produk-produk smart living Sharp (Foto: Dok. Sharp)

Manfaatkan Perkembangan AIoT

Dalam mengembangkan ekosistem smart living, Sharp juga memanfaatkan perkembangan Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan cloud connectivity.

Ketiga teknologi tersebut dipadukan untuk menciptakan ekosistem perangkat rumah tangga yang lebih pintar, efisien, dan mudah digunakan.

Andry Adi Utomo mengungkapkan, saat ini Sharp telah memiliki fondasi ekosistem perangkat yang semakin matang. Namun, pendekatan yang digunakan memiliki karakteristik tersendiri.

“Sharp berfokus menghubungkan perangkat rumah tangga atau smart home appliances melalui platform Sharp ID dan teknologi AIoT (Artificial Intelligence + Internet of Things), bukan membangun ekosistem yang berpusat pada smartphone,” urainya.

Ke depan, perkembangan AI dan otomatisasi diperkirakan akan mengubah cara konsumen berinteraksi dengan perangkat rumah tangga.

Peralatan rumah tangga tidak lagi sekadar menjadi perangkat yang menjalankan perintah, tetapi dapat berkembang menjadi perangkat yang memahami kebiasaan pengguna, belajar secara berkelanjutan, dan bertindak lebih proaktif.

Andry pun menyebut pendekatan ini sebagai AIoT, yakni perpaduan antara kecerdasan buatan (AI), cloud, dan perangkat rumah tangga yang saling terhubung.

“Konsep tersebut menjadi salah satu fondasi untuk menghadirkan pengalaman smart living yang lebih personal dan relevan,” terangnya.

Baca Juga: Sharp Hadirkan TV AQUOS TRU 4K QLED: Hiburan, Gaming, dan Smart Living dalam Satu Layar

Pasar Smart Home Terus Bertumbuh

Sharp melihat pasar smart home di Indonesia sebagai sektor yang memiliki potensi besar dan sedang berada dalam fase pertumbuhan.

Meski tingkat adopsinya masih berkembang, perubahan gaya hidup masyarakat, terutama di kawasan perkotaan, menjadi salah satu pendorong meningkatnya permintaan terhadap perangkat rumah tangga yang saling terhubung.

Namun, Andry mengatakan bahwa perjalanan menuju adopsi smart home secara lebih luas masih menghadapi sejumlah tantangan.

“Infrastruktur yang belum merata, tingkat literasi digital yang masih berkembang, biaya implementasi yang relatif tinggi, serta perilaku konsumen yang cenderung berhati-hati terhadap teknologi baru menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan,” katanya.

Oleh karena itu, perkembangan rumah pintar (smart home) di Indonesia tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi.

Keberhasilannya juga membutuhkan kemajuan secara bersamaan dari sisi infrastruktur, literasi digital, keterjangkauan harga, dan penerimaan masyarakat terhadap teknologi.

Di sisi lain, papar Andry, keamanan data dan privasi menjadi aspek penting yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan ekosistem smart living.

Dalam pengembangan perangkat terhubung, perlindungan data perlu didukung oleh pendekatan berlapis, mulai dari enkripsi data, autentikasi dan kontrol akses, pembaruan perangkat lunak serta firmware, kebijakan privasi, infrastruktur cloud yang aman, hingga prinsip minimasi data.

“Perlindungan tersebut juga membutuhkan peran aktif pengguna. Konsumen perlu menggunakan kata sandi yang kuat dan unik, mengaktifkan autentikasi dua faktor jika tersedia, memperbarui firmware perangkat secara berkala, mengamankan jaringan rumah, serta meninjau pengaturan privasi secara rutin,” urainya.

Baca Juga: Sharp Indonesia Selamatkan Habitat Elang Jawa Lewat Penanaman 600 Pohon Rasamala

Gabungkan AIoT, Efisiensi Energi, dan ESG

Untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi smart living, Sharp Indonesia menyiapkan strategi dengan menggabungkan AIoT, layanan digital, perangkat rumah tangga yang saling terhubung, efisiensi energi, serta prinsip ESG dalam satu ekosistem.

Strategi tersebut menandai pergeseran Sharp dari model bisnis yang hanya berorientasi pada penjualan produk elektronik menuju pendekatan yang lebih luas, yakni menghadirkan ekosistem smart living yang memberikan kenyamanan, konektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan bagi pengguna.

“Dalam visi Sharp, rumah Indonesia pada 2035 akan menjadi ruang hidup yang semakin cerdas, tetapi tetap sederhana dari sisi pengalaman pengguna,” jelas Andry.

Menurutnya, teknologi idealnya tidak terasa rumit atau mengharuskan konsumen memahami cara kerja sistem yang kompleks.

Sebaliknya, teknologi bekerja secara cerdas di balik layar untuk membantu pekerjaan rumah tangga, meningkatkan kesehatan, menghemat energi, sekaligus memberikan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik bagi seluruh anggota keluarga.

Dengan visi tersebut, terang Andry, transformasi smart living Sharp tidak hanya berbicara mengenai perangkat yang semakin pintar.

“Lebih jauh, transformasi ini mencerminkan upaya perusahaan untuk menghadirkan teknologi yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan manusia dan menjadi bagian yang lebih alami dari kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Banner Sharp giga fest 280x1200 pxl_Digital_ads-LANDSCAPE realestat.id dok

Topik

Artikel Terkait