RealEstat.id (Tangerang) – PT Bumi Serpong Damai Tbk (IDX: BSDE), pengembang yang menjadi bagian Sinar Mas Land, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Green Office Park 9, BSD City, Rabu (17/6/2026).
Selain mendapatkan persetujuan para pemegang saham terkait seluruh agenda yang diajukan pengurus Perseroan, RUPST BSDE juga melaporkan kinerja operasional dan keuangan yang tetap solid sepanjang tahun 2025 di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.
Sepanjang tahun 2025, BSDE tercatat mencetak prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp10,04 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp10,00 triliun atau meningkat sekitar 3% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan hasil prapenjualan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp9,72 triliun.
Kontributor utama marketing sales berasal dari segmen residensial, khususnya produk rumah tapak di kawasan BSD City serta proyek-proyek township lainnya.
Pendapatan Usaha tercatat sebesar Rp12,79 triliun, sementara Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp2,55 triliun.
Dari sisi neraca, Jumlah Aset meningkat 4,27% menjadi Rp79,27 triliun dibandingkan Rp76,02 triliun pada tahun 2024. Jumlah Ekuitas juga meningkat 11,31% menjadi Rp52,67 triliun, sementara posisi Kas dan setara kas mencapai Rp10,28 triliun pada akhir tahun 2025.
BSDE mempertahankan struktur permodalan yang sehat dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 8,68%, memberikan landasan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Hasil Keputusan RUPST dan RUPSLB
Dalam RUPST ini, pemegang saham telah menyetujui penetapan penggunaan Laba Bersih tahun buku 2025 sebesar Rp2,55 triliun yang dialokasikan untuk dana cadangan sebesar Rp2,00 miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp2,54 triliun dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung pengembangan usaha BSDE.
Direktur PT Bumi Serpong Damai, Tbk (BSDE), Hermawan Wijaya mengatakan, pihaknya terus melihat berbagai peluang pertumbuhan yang menjanjikan di sektor properti nasional.
“Oleh karena itu, kami memandang bahwa penguatan struktur permodalan melalui pencatatan sebagian besar laba bersih sebagai laba ditahan merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru, memperkuat land bank, serta menjaga fleksibilitas keuangan BSDE dalam menangkap peluang usaha yang dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham,” paparnya.
Selain itu, para pemegang saham dalam RUPSLB juga telah menyetujui:
Baca Juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) Targetkan Prapenjualan Rp10 Triliun di 2026, BSD City Masih Jadi Andalan
1. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, yang meliputi:
• Perubahan Pasal 3 mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan melalui pemisahan klasifikasi kegiatan usaha utama dan kegiatan usaha penunjang serta penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025;
• Perubahan Pasal 48 mengenai keanggotaan Direksi serta perubahan Pasal 66 mengenai keanggotaan Dewan Komisaris.
2. Perubahan susunan pengurus, termasuk menerima pengunduran diri: Muktar Widjaja sebagai Presiden Komisaris; dan Michael J.P. Widjaja sebagai Wakil Presiden Direktur, serta menyetujui pengangkatan anggota Dewan Komisaris baru.
Dengan demikian, terhitung sejak ditutupnya RUPSLB ini sampai dengan ditutupnya RUPST untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2029 mendatang, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Lewati Target, Bumi Serpong Damai (BSDE) Cetak Prapenjualan Rp10,04 Triliun di 2025
Direksi
Presiden Direktur: Franciscus Xaverius R.D
Direktur: Lie Jani Harjanto
Direktur: Syukur Lawigena
Direktur: Hermawan Wijaya
Direktur: Liauw, Herry Hendarta
Direktur: Monik William
Direktur: Siswanto Adisaputro
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris: Teky Mailoa
Komisaris: Hongky J Nantung
Komisaris Independen: Teddy Pawitra
Komisaris Independen: Susiyati B Hirawan
Komisaris Independen: Irhoan Tanudiredja
Memasuki tahun 2026, BSDE memandang prospek industri properti nasional tetap positif seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia, didukung oleh kebutuhan hunian yang terus meningkat dan pengembangan infrastruktur nasional.
Baca Juga: Sinar Mas Land dan KAI Resmikan Stasiun TOD Jatake, Dorong Integrasi Kawasan BSD City
BSDE menargetkan prapenjualan sebesar Rp10,00 triliun pada tahun 2026 dengan tetap menjadikan pengembangan segmen residensial sebagai fokus utama, didukung oleh portofolio usaha yang terdiversifikasi, sumber pendapatan berulang yang kuat, serta struktur keuangan yang sehat.
Segmen residensial diproyeksikan menjadi penggerak utama target prapenjualan yang sebesar Rp5,00 triliun atau setara 50% dari target prapenjualan 2026.
Diikuti masing-masing segmen komersial sebesar Rp3,50 triliun atau setara 35% dan lain-lain sebesar Rp1,50 triliun atau setara 15% dari target prapenjualan 2026.
Hermawan Wijaya mengatakan, dengan didukung oleh posisi keuangan yang solid, portofolio aset yang berkualitas, serta land bank yang strategis, BSDE berada dalam posisi yang baik untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan.
“Kami akan terus menjalankan strategi bisnis secara disiplin dan adaptif guna memanfaatkan peluang yang muncul sekaligus memberikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








