RealEstat.id

Pasar Properti Komersial Makin Kuat, Victoria Central District Siap Jadi CBD Baru di Gading Serpong

Berlokasi di Jalan Boulevard Raya Gading Serpong, Victoria Central District menawarkan tujuh unique selling point yang membedakannya dengan kawasan komersial.

Victoria Central District Maxim Square Paramount Land Gading Serpong CBD realestat.id dok (1)
Suasana kawasan Victoria Central District, Gading Serpong. (Foto: Dok. Paramount Land)

RealEstat.id (Tangerang) – Di tengah dinamika pasar properti nasional, kawasan Gading Serpong terus menunjukkan daya tarik yang kuat sebagai salah satu pusat komersial paling berkembang di Jabodetabek.

Hal ini tercermin dari tingginya minat terhadap produk rumah toko (ruko) yang dalam beberapa tahun terakhir terus mencatat penyerapan positif, baik dari kalangan investor maupun pelaku usaha yang ingin langsung menjalankan bisnisnya.

CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda menjelaskan, perkembangan kawasan ruko di Gading Serpong tidak terjadi secara instan.

Menurutnya, kawasan ini telah berhasil membangun fondasi ekonomi yang kuat sehingga berkembang menjadi destinasi komersial yang memiliki daya tarik tinggi bagi masyarakat maupun pelaku bisnis.

“Secara economic base, wilayah Gading Serpong sudah terbentuk komersialnya dan telah menjadi destinasi komersial di kawasan Tangerang Raya. Ini yang membuat produk rukonya terus diminati pasar,” ujar Ali Tranghanda kepada Realestat.id.

Baca Juga: Kawasan Paramount Gading Serpong Kian Matang, Hunian Privat Dekat dengan Alam dan Pusat Bisnis Makin Diminati

Dia menjelaskan, profil pembeli ruko di Gading Serpong cukup beragam. Jika sebelumnya pasar ruko banyak didominasi investor yang mencari keuntungan dari kenaikan harga maupun pendapatan sewa, kini semakin banyak pelaku usaha yang membeli untuk digunakan sendiri.

“Pembelinya tidak hanya investor, tetapi juga owner F&B dan restoran yang langsung membuka usahanya di sana. Karena itu tingkat okupansinya cukup tinggi,” kata Ali.

Fenomena ini menjadi indikator positif bagi kesehatan pasar komersial. Tingginya tingkat okupansi menunjukkan bahwa ruko yang dibeli tidak hanya menjadi aset investasi pasif, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis yang produktif.

Kondisi tersebut juga berdampak pada terciptanya lingkungan usaha yang hidup, sehingga semakin menarik minat pengunjung dan pada akhirnya meningkatkan nilai kawasan secara keseluruhan.

ali tranghanda IPW realestat.id dok
Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch (IPW)

Baca Juga: Hunian Waterfront Kian Diminati, Revitalisasi Situ Cihuni Dorong Nilai Properti Gading Serpong

Dari berbagai jenis usaha yang berkembang di Gading Serpong, sektor kuliner atau food and beverage (F&B) menjadi yang paling dominan dalam menyerap ruang komersial.

Popularitas kawasan ini sebagai destinasi kuliner membuat banyak restoran, kafe, kedai kopi, hingga berbagai konsep makanan kekinian berlomba membuka cabang di lokasi strategis. Tingginya jumlah penghuni, pekerja, mahasiswa, serta pengunjung dari luar kawasan menciptakan pasar yang besar bagi bisnis kuliner.

Tak heran jika Paramount Land merancang area komersial di Paramount Gading Serpong dengan konsep yang lebih ramah bagi bisnis F&B, mulai dari penyediaan area parkir yang memadai, ruang terbuka, hingga fasad bangunan yang mendukung aktivitas restoran dan kafe.

Ali Tranghanda mengungkapkan, dari sisi harga, pasar menunjukkan bahwa produk ruko dengan nilai mulai dari Rp2 miliar hingga Rp15 miliar masih menjadi segmen yang paling banyak terserap di kawasan Gading Serpong.

“Namun, tren produk komersial saat ini mulai mengalami pergeseran. Konsumen tidak lagi hanya mencari ruko konvensional tiga lantai, tetapi mulai tertarik pada konsep boutique ruko yang menawarkan desain lebih eksklusif dan dapat berfungsi sebagai ruang kantor,” katanya.

Baca Juga: Paramount Gading Serpong Luncurkan Matera Lakeside, Hunian Mewah Tepi Danau Mulai Rp6,9 Miliar

Di tengah munculnya berbagai instrumen investasi baru, ruko di Gading Serpong dinilai masih memiliki prospek yang menjanjikan. Ali Tranghanda menegaskan bahwa kawasan ini tetap layak menjadi pilihan investasi karena memiliki pasar yang terus berkembang.

Menurutnya, Gading Serpong saat ini tidak hanya berfungsi sebagai kawasan hunian dan bisnis, tetapi juga telah berkembang menjadi destinasi wisata kuliner dan gaya hidup. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap ruang komersial terus meluas dari tahun ke tahun.

Dengan aktivitas ekonomi yang terus bertumbuh, tingkat okupansi yang tinggi, serta transformasi produk komersial yang semakin modern, pasar ruko Gading Serpong diperkirakan masih akan menjadi salah satu sektor properti yang paling menarik dalam beberapa tahun ke depan.

“Bagi investor maupun pelaku usaha, kombinasi antara lokasi strategis, basis ekonomi yang kuat, dan tingginya aktivitas bisnis menjadikan Gading Serpong sebagai salah satu kawasan dengan potensi pertumbuhan komersial terbaik di wilayah Tangerang dan Jabodetabek,” katanya.

Baca Juga: Penjualan Paramount Land Tembus Rp1,13 Triliun di Kuartal I 2026, Capai 106% dari Target

komersial maggiore square paramount gading serpong realestat.id dok (2)
Kawasan komersial komersial Maggiore di selatan Paramount Gading Serpong. (Foto: Dok. Paramount Land)

Paramount Gading Serpong Hadirkan Victoria Central District

Perkembangan kawasan Paramount Gading Serpong terus menunjukkan tren positif sebagai salah satu kota mandiri paling dinamis di wilayah Tangerang Raya.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini tidak hanya berkembang sebagai pusat hunian, tetapi juga tumbuh menjadi destinasi bisnis, komersial, pendidikan, kesehatan, hingga gaya hidup yang semakin lengkap.

Keberhasilan Paramount Land menghadirkan berbagai area komersial populer seperti Pisa Grande, Maggiore, Manhattan District, hingga Aniva menjadi bukti kuat tingginya aktivitas ekonomi dan kebutuhan ruang usaha di kawasan tersebut.

Melanjutkan kesuksesan tersebut, Paramount Land kini menghadirkan Victoria Central District, sebuah kawasan bisnis baru yang diproyeksikan menjadi Central Business District (CBD) masa depan di jantung Kota Gading Serpong.

Baca Juga: Makin Lengkap dan Terintegrasi, Paramount Land Hadirkan Business District Baru di Gading Serpong

Victoria Central District dikembangkan di atas lahan seluas 6 hektare di lokasi premium Jalan Boulevard Raya Gading Serpong.

Seperti kawasan komersial sukses yang sebelumnya dikembangkan Paramount Land, Victoria Central District akan terdiri atas beberapa area komersial dengan konsep berbeda untuk mengakomodasi beragam kebutuhan bisnis dan gaya hidup.

Namun, menurut Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John, Victoria Central District hadir dengan konsep yang lebih komprehensif.

Dia menuturkan, kawasan ini dirancang layaknya sebuah pusat perbelanjaan modern atau mal terbuka, di mana setiap elemen kawasan direncanakan secara terintegrasi untuk membentuk sebuah ekosistem bisnis yang hidup dan berkelanjutan.

“Tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, Victoria Central District juga dipersiapkan sebagai pusat aktivitas masyarakat melalui berbagai acara, hiburan, komunitas, dan kegiatan gaya hidup yang mampu menarik pengunjung secara konsisten,” terang Ferry John.

Baca Juga: Paramount Gading Serpong Perkenalkan Matera Lakeside, Hunian Premium Tepi Danau dengan Konsep Resort Living

Salah satu kekuatan utama Victoria Central District terletak pada lokasinya yang sangat strategis. Kawasan ini berada tepat di Jalan Boulevard Raya Gading Serpong, salah satu koridor utama dengan mobilitas tertinggi di kawasan tersebut.

“Setiap jam, lebih dari 15.000 kendaraan melintasi jalan boulevard ini, menciptakan eksposur yang sangat tinggi bagi pelaku usaha,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadikan Victoria Central District memiliki captive market yang telah terbentuk secara alami, sekaligus memberikan peluang besar bagi brand maupun bisnis untuk meningkatkan visibilitas dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Lokasinya juga berada tepat di pusat aktivitas Gading Serpong dan mudah diakses dari berbagai arah, sejalan dengan kampanye kawasan “Everything is Here” yang selama ini menjadi identitas Paramount Gading Serpong.

Victoria Central District dikelilingi berbagai fasilitas penting seperti Pasar Modern Paramount, Bethsaida Hospital, Atria Hotel Gading Serpong, Fame Hotel Gading Serpong, BEZ Auto Center, BEZ Plaza, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Matana University, Sekolah Tarakanita, kawasan residensial premium, hingga CBD Gading Serpong.

“Kombinasi fasilitas tersebut menciptakan lingkungan bisnis yang telah matang dan siap berkembang sejak hari pertama operasional,” kata Ferry John, menambahkan.

Baca Juga: Didorong Populasi dan Mobilitas, Kawasan Komersial Paramount Gading Serpong Tumbuh Pesat

Gading Serpong Maxim Square Victoria Central District Realestat.id dok
Fasilitas videotron Maxim Square di kawasan Victoria Central District, Gading Serpong (Foto: Dok. Paramount Land)

Tujuh Keunggulan Victoria Central District

Sementara itu, Direktur Design dan Planning Paramount Land, Henry Napitupulu menjelaskan, sebagai kawasan bisnis premium, Victoria Central District menawarkan sejumlah keunggulan (unique selling point) yang menjadi pembeda dibandingkan kawasan komersial lainnya.

Pertama, berlokasi di kawasan bisnis paling prestisius di Gading Serpong. “Posisi strategis dan desain bangunan yang mengutamakan visibilitas menjadikannya pilihan ideal bagi berbagai jenis usaha, brand, maupun investor,” ujarnya.

Kedua, memiliki pasar yang solid dan mapan. Berbeda dengan kawasan baru yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun trafik dan komunitas, Victoria Central District telah dikelilingi kawasan hunian dan komersial premium dengan daya beli tinggi.

Ketiga, didukung ekosistem yang kuat dan aktif. Kehadiran hunian mewah, perkantoran, pusat bisnis, retail, serta destinasi gaya hidup menciptakan lingkungan yang hidup dan mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Baca Juga: Paramount Gading Serpong Hadirkan Pasadena Square South, Area Komersial Strategis Mulai Rp2,9 Miliar

Keempat, tenant yang terkurasi secara selektif. “Setiap tenant dipilih untuk menciptakan keseimbangan bisnis dan membangun destinasi yang menarik bagi masyarakat sehingga mampu menjaga nilai kawasan secara berkelanjutan,” terang Henry.

Kelima, eksposur terhadap boulevard yang sangat kuat. Posisi bangunan yang menghadap langsung ke Jalan Boulevard Raya Gading Serpong memberikan keuntungan besar dalam memperkuat identitas brand dan meningkatkan potensi kunjungan.

Keenam, memiliki identitas CBD yang kuat. Victoria Central District tidak dibangun sebagai deretan ruko semata, melainkan sebagai distrik bisnis yang dirancang secara menyeluruh dengan karakter kawasan yang prestisius dan terintegrasi.

Ketujuh, keberadaan anchor tenant menjadi daya tarik utama yang mampu menciptakan trafik pengunjung sejak awal operasional. “Kehadiran tenant utama tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis sekaligus meningkatkan nilai investasi kawasan dalam jangka panjang,” paparnya.

Baca Juga: Harga Mulai Rp3,6 Miliar, Maxim Square di Gading Serpong Hadirkan Fitur Terbaru

Maxim Square Victoria Central District Gading Serpong Paramount Land Realestat.id dok
Maxim Square di kawasan Victoria Central District, Gading Serpong (Foto: Dok. Paramount Land)

Maxim Square dan Potensi Investasi di Victoria Central District

Sebagai tahap awal pengembangan Victoria Central District, pada April 2025, Paramount Land meluncurkan Maxim Square yang memiliki posisi premium, karena langsung menghadap Jalan Boulevard Raya Gading Serpong (dengan ROW 45), jalur utama penghubung sisi utara dan selatan Gading Serpong.

Menurut Henry Napitupulu, salah satu fitur unggulan yang ditawarkan adalah tipe Studio Loft yang telah dirancang videotron ready pada bagian fasad atas bangunan.

“Fitur ini memberikan ruang promosi tambahan sekaligus menjadi media komunikasi visual yang efektif bagi pelaku usaha,” tuturnya.

Selain itu, Maxim Square mengusung konsep multi-tenancy yang memungkinkan lebih dari satu tenant beroperasi dalam satu bangunan. Kehadiran lift dan tangga yang ditempatkan di area depan memberikan akses yang lebih mudah bagi pengunjung ke setiap lantai usaha.

“Konsep tersebut membuka peluang bisnis yang lebih fleksibel, baik untuk retail, kantor profesional, klinik, pusat layanan, kuliner, maupun berbagai jenis usaha lainnya,” ujar Henry.

Baca Juga: Paramount Gading Serpong Hadirkan Ekosistem Hunian dan Gaya Hidup Terintegrasi dalam Konsep Kota Mandiri

Di sisi lain Ferry John menyimpulkan, dengan lokasi premium, captive market yang telah terbentuk, eksposur tinggi, serta dukungan ekosistem bisnis yang matang, Victoria Central District menjadi salah satu peluang investasi komersial paling menarik di Gading Serpong saat ini.

“Keberhasilan Paramount Land dalam mengembangkan berbagai distrik komersial yang populer menjadi modal kuat bagi kawasan ini untuk tumbuh sebagai pusat bisnis dan gaya hidup baru,” urainya.

Tidak hanya menawarkan ruang usaha strategis, imbuh Ferry, Victoria Central District juga menghadirkan potensi apresiasi nilai properti yang menjanjikan seiring berkembangnya Gading Serpong sebagai pusat ekonomi baru di Tangerang Raya.

“Melalui Victoria Central District dan Maxim Square, Paramount Gading Serpong mempertegas komitmen dalam menghadirkan kawasan komersial berkualitas yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelaku usaha, investor, maupun masyarakat luas,” pungkasnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait