RealEstat.id

BTN Ungkap Dua Strategi Utama Penyaluran Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Hingga saat ini, BTN telah menyalurkan kredit pembiayaan rumah (KPR) sebanyak 6 juta unit, termasuk untuk masyarakat kategori Desil 3.

kredit Bank BTN Properti Expo 2026 realestat.id dok
Foto: Dok. Realestat.id

RealEstat.id (Yogyakarta) – Konsisten dan fokus pada pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, telah menyalurkan kredit pembiayaan rumah (KPR) sebanyak 6 juta unit, termasuk untuk masyarakat kategori Desil 3.

Sebagai informasi, Desil 3 merupakan kelompok masyarakat yang berada di urutan ke-21% hingga ke-30% tingkat kesejahteraan terendah secara nasional. Dalam program bantuan pemerintah, Desil 3 dikategorikan sebagai kelompok hampir miskin,

“Sejak awal program, BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 6 juta unit rumah,” kata Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (IDX: BBTN), Nixon LP Napitupulu dalam acara Jogja Financial Festifal di Jogja Expo Centar (JEC) Yogyakarta, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Gelar Lelang Akbar 2026, BTN Tawarkan 10.000 Properti Second dengan Bunga KPR 5%

Menurutnya, dalam mengalurkan kredit perumahan, ada dua strategi utama yang dilakukan BTN yaitu, melalui program KPR subsidi dan lewat bantuan pembangunan rumah swadaya bagi masyarakat dengan penghasilan paling rendah.

Nixon menambahkan, program KPR subsidi memang dirancang untuk masyarakat dengan batas maksimal penghasilan tertentu agar tepat sasaran kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sementara bagi masyarakat di Desil 1 dan 2 yang dinilai belum mampu mengakses kredit perbankan, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp20 juta – Rp25 juta per keluarga.

“KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah buat program KPR subsisdi yang dibatasi maximum income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbankable,” terangnya.

Baca Juga: BTN Gandeng KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD, Harga Mulai Rp500 Jutaan

Bila ada 10 Desil, maka bisa dibilang yang paling sulit tinggal Desil 1-2, sedangkan Desil 3-8 diintervensi KPR. Untuk tahun ini, jelas Nixon, program BSPS menyasar sekitar 400 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Nixon LP Napitupulu menambahkan, pemerintah saat ini juga tengah mengkaji skema tenor KPR hingga 40 tahun. Langkah itu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap pembiayaan rumah.

“Pemerintah tengah mengkaji tenor KPR sampai 40 tahun, mudah-mudahan masyarakat Desil 1 dan 2 bisa mendapat fasilitas tersebut, karena inilah cara penetrasi kelompok MBR,” sebutnya.

Selain itu, lewat pembiayaan rumah, BTN juga mengandalkan digitalisasi untuk menjangkau masyarakat yang belum tersentuh akses pembiayaan bank.

Baca Juga: Laba Bersih BTN Naik 22,6% di Kuartal I 2026, Penyaluran KPR Capai 6 Juta Unit

Nixon menilai penetrasi telepon seluler di Indonesia saat ini jauh lebih tinggi dibanding kepemilikan rekening bank.

Dia mencontohkan, selama lebih dari 70 tahun BTN menyalurkan sekitar 6 juta KPR, namun dalam waktu kurang dari tiga tahun, pengguna mobile banking BTN sudah mencapai sekitar 5 juta akun.

“Untuk itu, kita membuat digitalisasi layanan perbankan. Pasalnya, penetration rate sekarang lebih mudah karena mobile banking bisa dibuka dari rumah. Itu cara kami mengakses masyarakat unbanked,” tutupnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait