RealEstat.id

Metland (MTLA) Bidik Marketing Sales Nyaris Rp2 Triliun di 2026, Ini Proyek Andalannya

Untuk menopang pertumbuhan bisnis pada 2026, Metland (MTLA) terus melanjutkan ekspansi di berbagai lini usaha, termasuk sektor perhotelan.

RUPST RUPSLB Metland MTLA 2026 realestat.id dok
Dari kiri ke kanan: Andi Surya Kurnia (Direktur), Wahyu Sulistio (Direktur), Olivia Surodjo (Direktur), Anhar Sudradjat (Presiden Direktur), Junita Ciputra (Presiden Komisaris), Iwan Putra Brasali (Komisaris), Nanda Widya (Komisaris), Lanny Bambang (Komisaris Independen), Thomas J. Angfendy (Komisaris Independen) saat RUPST dan RUPSLB PT Metropolitan Land, Tbk., Selasa, 26 Mei 2026. (Foto: Dok. Metland)

RealEstat.id (Bekasi) PT Metropolitan Land Tbk (IDX: MTLA/Metland) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 untuk melaporkan kinerja tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, Selasa (26/5/2026).

Dalam RUPST tersebut, Metland membahas lima agenda utama, meliputi persetujuan Laporan Tahunan 2025, penetapan penggunaan laba bersih, penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2026, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, hingga pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk masa jabatan 2026–2031.

Pemegang saham menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025. Selain itu, Direksi dan Dewan Komisaris juga memperoleh pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan sepanjang tahun buku 2025.

Sepanjang 2025, MTLA berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1,78 triliun dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp412,93 miliar.

Baca Juga: The City of Cileungsi: Visi Metland Membangun Kota Baru Terintegrasi di Timur Cibubur

“Perseroan tetap mampu menjaga fundamental usaha yang sehat dengan kinerja yang stabil, melalui kontribusi recurring revenue dan strategi pengembangan proyek yang selektif,” ujar Anhar Sudradjat, Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk.

Dalam agenda penggunaan laba bersih, RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar sekitar 18% dari laba bersih Perseroan atau sebesar Rp9,70 per lembar saham kepada 7.655.126.330 pemegang saham.

Perseroan juga menyisihkan dana cadangan sebesar Rp1 miliar dan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Perubahan tersebut mencakup penunjukan Lanny Bambang sebagai Komisaris Independen menggantikan Leland G. Rompas yang memasuki masa pensiun, serta pengunduran diri Santoso dari jabatan Direktur Perseroan.

Baca Juga: Optimistis Bisnis Perhotelan Tumbuh di 2026, Metland Siapkan Dua Hotel Baru dan Strategi Rebranding

Dengan demikian susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Metland untuk masa jabatan 2026 – 2031 adalah sebagai berikut:

Direksi:
Presiden Direktur: Anhar Sudradjat
Direktur: Olivia Surodjo
Direktur: Wahyu Sulistio
Direktur: Andi Surya Kurnia

Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris: Junita Ciputra
Komisaris: Iwan Putra Brasali
Komisaris: Nanda Widya
Komisaris Independen: Thomas Johannes Angfendy
Komisaris Independen: Lanny Bambang

Sementara itu, dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan terkait Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha untuk disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2025 sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca Juga: Dukung MRT Timur-Barat, Metland Cyber Puri Masuk Jalur Kembangan–Balaraja

Pengembangan Proyek dan Target Marketing Sales 2026

Untuk menopang pertumbuhan bisnis pada 2026, Metland terus melanjutkan ekspansi di berbagai lini usaha, termasuk sektor perhotelan.

Perseroan tengah mengembangkan Metland Marron Hotel di Tomohon, Sulawesi Utara, yang ditargetkan mulai beroperasi pada Semester II 2026.

Selain itu, MTLA juga telah melakukan topping off Metland Smara Hotel Bekasi pada Januari 2026. Hotel bintang empat berkonsep city hotel tersebut akan dilengkapi restoran rooftop dengan panorama Kota Bekasi.

Di sektor residensial, perseroan terus memperkuat pemasaran melalui peluncuran sejumlah klaster baru yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar, seperti Klaster Neora di Metland Menteng, Klaster Kertanata di Metland Kertajati, dan Klaster Brassia Garden di Metland Cikarang.

MTLA juga melanjutkan pemasaran beberapa produk unggulan lainnya, antara lain Klaster Walden di Metland Transyogi, Klaster Barcelona Cove dan South Tresor Phase 2 di Metland Cyber Puri, serta Havana Breeze di Metland Cibitung.

Baca Juga: Laku Keras! Metland Menteng Sukses Pasarkan Klaster Neora Fase 1 Hanya dalam Empat Jam 

Sementara pada sektor komersial, Metland resmi mengoperasikan G’AVEnue di Grand Metropolitan Bekasi pada 13 Februari 2026.

Area terbaru ini mengusung konsep semi outdoor dengan dominasi tenant food and beverage (F&B) untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup dan destinasi kuliner masyarakat Bekasi dan sekitarnya.

Perseroan juga terus memperkuat inovasi dan strategi pemasaran digital guna menjaga pertumbuhan penjualan di tengah dinamika daya beli masyarakat.

Pada 2026, MTLA menargetkan marketing sales yang berasal dari pre sales dan recurring revenue mendekati Rp2 triliun.

“Hingga April 2026, Perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp677 miliar, dengan kontribusi sekitar 73% berasal dari pre sales dan sekitar 27% dari recurring revenue,” tutup Anhar Sudradjat.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait