RealEstat.id

Pakuwon Jati (PWON) Catat Pendapatan Rp1,65 Triliun di Kuartal I 2026, Recurring Income Tetap Dominan

Kinerja Pakuwon di Kuartal I 2026 terutama ditopang oleh portofolio recurring income dari pusat perbelanjaan, perhotelan, dan properti komersial yang terus menunjukkan performa solid.

pakuwon mall bekasi kuartal i ii iii iv 2026 2027 realestat.id-dok
Pakuwon Mall Bekasi (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) – Perusahaan pengembang properti terintegrasi, PT Pakuwon Jati, Tbk (IDX: PWON), membukukan kinerja keuangan yang stabil pada Kuartal I 2026, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Kinerja Perseroan terutama ditopang oleh kekuatan portofolio recurring income dari pusat perbelanjaan, perhotelan, dan properti komersial yang terus menunjukkan performa solid.

Direktur dan Corporate Secretary PT Pakuwon Jati, Tbk, Minarto Basuki menyampaikan bahwa sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, Perseroan mencatat total pendapatan sebesar Rp1,65 triliun, tumbuh sekitar 6% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,56 triliun.

Baca Juga: Kinerja Moncer di 2025, Pakuwon Jati (PWON) Bukukan Laba Bersih Rp2,76 Triliun

“Pertumbuhan tersebut turut mendorong peningkatan profitabilitas perusahaan. Laba kotor meningkat 10% menjadi Rp941 miliar dari Rp857 miliar pada kuartal I 2025,” ungkapnya.

Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp916 miliar, naik sekitar 10% dibandingkan Rp834 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut Minarto, kinerja positif ini tidak terlepas dari performa superblok terintegrasi yang dikembangkan Perseroan di berbagai kota besar di Indonesia.

“Proyek-proyek tersebut terus mencatat tingkat hunian yang stabil serta permintaan tenant yang konsisten, terutama pada segmen ritel dan perhotelan,” jelasnya.

Baca Juga: Aloft Surabaya Pakuwon City Resmi Dibuka, Nilai Konstruksi Capai Rp280 Miliar

Salah satu pilar utama pertumbuhan kinerja keuangan Perseroan berasal dari pendapatan berulang (recurring income).

Pada kuartal I 2026, segmen ini mencatatkan pendapatan Rp1,43 triliun, meningkat 8% dibandingkan Rp1,32 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar masih berasal dari bisnis retail mall, yang mencatat pendapatan Rp1,03 triliun, naik sekitar 9% dari Rp947 miliar pada tahun sebelumnya.

Kinerja ini menunjukkan bahwa pusat perbelanjaan yang dikelola Perseroan tetap memiliki daya tarik kuat bagi tenant maupun pengunjung.

Segmen hospitality, yang meliputi hotel dan serviced apartment, juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan pendapatan mencapai Rp340 miliar, meningkat 11% dibandingkan Rp305 miliar pada kuartal I 2025.

Baca Juga: Groundbreaking Digelar, Pakuwon Mall Semarang Mulai Beroperasi di 2029

Sementara itu, segmen office leasing mencatat pendapatan sebesar Rp62 miliar, turun sekitar 11% dibandingkan Rp70 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, komposisi pendapatan Perseroan berdasarkan segmen usaha terdiri atas:
Retail leasing: 63%
• Hotel dan serviced apartment: 20%
Office leasing: 4%
• Kondominium: 8%
• Penjualan rumah tapak: 5%

Dominasi recurring income dalam struktur pendapatan ini menjadi salah satu faktor yang menjaga stabilitas kinerja Perseroan di tengah dinamika pasar.

Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Catat Kinerja Solid, Laba Bersih Naik 21% di Kuartal III 2025

Dari sisi penjualan properti, Perseroan mencatat marketing sales sebesar Rp316 miliar pada kuartal I 2026, turun sekitar 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp331 miliar.

Menariknya, sekitar 34% dari total marketing sales pada periode ini berasal dari transaksi yang memanfaatkan program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang telah diberlakukan sejak akhir tahun 2023.

Komposisi penjualan properti Perseroan selama periode tersebut didominasi oleh produk kondominium dan perkantoran dengan kontribusi 69%, sementara rumah tapak (landed houses) menyumbang sekitar 31% dari total marketing sales.

Seiring dengan strategi ekspansi jangka panjang, Perseroan juga terus mengalokasikan belanja modal untuk pengembangan proyek-proyek unggulan.

Baca Juga: Pakuwon Jati Gandeng The Ascott Limited, Kembangkan Mixed-Use Terbesar di Batam

Sepanjang kuartal I 2026, Pakuwon Jati telah mengucurkan belanja modal (capex) sebesar Rp164 miliar, yang sebagian besar dialokasikan untuk mendukung pembangunan tahap kelima dari Pakuwon Mall Surabaya.

Pengembangan lanjutan pusat perbelanjaan ini menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat ekosistem superblock yang terintegrasi antara ritel, hunian, perkantoran, dan fasilitas hospitality.

Secara keseluruhan, kinerja kuartal I 2026 menunjukkan bahwa model bisnis berbasis recurring income yang dijalankan PT Pakuwon Jati Tbk tetap menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan berkelanjutan perusahaan, sekaligus memberikan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait