RealEstat.id (Tangerang) – Enviro Craft by Charismatama membawa inovasi rotan sintetis atau synthetic rattan premium dalam ajang ARCH:ID 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Pada partisipasinya tahun ini, Enviro Craft menampilkan eksplorasi rotan sintetis sebagai elemen arsitektural yang tidak hanya dekoratif, tetapi juga fungsional untuk kebutuhan arsitektur modern tropis.
Melalui konsep booth bertema “After Tempo” karya Spatial Sonata, merek material anyaman yang telah hadir selama lebih dari 30 tahun itu memperlihatkan bagaimana eksplorasi rotan sintetis.
Material itu dapat diaplikasikan mulai dari elemen selubung ruang hingga detail furnitur.
Founder and Director Enviro Craft, Stanford S mengatakan dengan instalasi di ARCH:ID 2026, perusahaannya hendak menunjukkan potensi material synthetic rattan dalam berbagai skala.
Baca Juga: Jenis-jenis Material Atap Rumah: Kelebihan, Kekurangan, dan Cocok untuk Lokasi Seperti Apa?
“Setiap anyaman yang kami hadirkan membawa komitmen desain yang berintegritas, kualitas pengerjaan, dan perhatian tanpa henti terhadap setiap detail,” ucap Stanford, Kamis (23/04/2026).
Perkenalkan Inovasi Baru

Enviro Craft juga memperkenalkan dua inovasi baru yang terdiri dari Enviroof, solusi atap anyaman inovatif, dan Overlines, koleksi furnitur eksklusif hasil kolaborasi tiga brand.
Lahirnya inovasi baru ini juga menandai kolaborasi antara tiga brand sekaligus: Enviro Craft, Barca Living, dan OBSSESSIONSS — dengan Spatial Sonata sebagai pengarah konsep ruang.
Kolaborasi ini menghadirkan rangkaian furnitur seperti kursi dan kabinet yang menggabungkan eksplorasi desain dari ketiga brand tersebut.
Baca Juga: Tips Memilih Material Bangunan Rumah yang Tahan Cuaca Tropis Indonesia
Barca Living berkontribusi melalui pengalaman manufaktur furnitur, sementara OBSSESSIONSS membawa pendekatan desain yang lebih eksperimental.
Tawarkan Solusi Atap Tahan Cuaca Ekstrem
Selain furnitur, Enviro Craft juga memperkenalkan Enviroof, material atap berbasis composite dengan tampilan menyerupai sirap kayu alami.
Produk ini hadir sebagai alternatif dari material atap alami yang umumnya memiliki keterbatasan daya tahan.
“Enviroof terbuat dari material HDPE (High-Density Polyethylene),” kata Stanford.
“Kelebihan atap komposit ini adalah tahan terhadap sinar UV, cuaca ekstrem, anti jamur, anti serangga dan tahan api,” paparnya.
Baca Juga: Hunian Sehat Bebas Timbal: Solusi Cerdas Lindungi Keluarga dari Risiko Berbahaya
Ia menerangkan bahwa produk material penutup atap ini hadir memiliki daya tahan warna hingga 20 tahun.
Atap komposit Enviroof terseda dalam tiga pilihan warna, yakni hitam, evergreen, dan coklat.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








