RealEstat.id

Jotun Investasikan Rp1 Triliun Bangun Pabrik Cat Water Based di Cikarang, Perkuat Kapasitas Produksi untuk Pasar Lokal

Pabrik cat water based Jotun di Cikarang, Bekasi, diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 100 juta liter per tahun.

Pabrik cat water-based Jotun Indonesia-RealEstat.id
Kehadiran pabrik baru ini diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 100 juta liter per tahun. Bagi pasar Indonesia, hal ini berarti ketersediaan produk yang stabil, distribusi yang cepat, serta kualitas yang terus konsisten untuk memenuhi kebutuhan proyek maupun hunian. (Sumber: Jotun Indonesia)

RealEstat.id (Bekasi) – Jotun meresmikan pabrik cat berbasis air (water-based) terbaru di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun.

Langkah ini menjadi sinyal kuat ekspansi bisnis perusahaan cat dan pelapis (coating) global itu, sekaligus mempertegas peran sektor manufaktur dalam mendukung pertumbuhan industri properti nasional.

Peresmian fasilitas ini juga bertepatan dengan perayaan 100 tahun inovasi global Jotun.

Momentum tersebut menjadi langkah bagi perusahaan untuk memperkuat kehadiran di pasar domestik.

Terutama, seiring meningkatnya aktivitas pembangunan hunian dan proyek konstruksi di berbagai wilayah.

Baca Juga: Jotun Global Colour Collection 2026 Hadirkan Tren Palet Warna Tenang dan Penuh Optimisme

Jadi Pasar Strategis Global

Peresmian Pabrik Terbaru Jotun di Cikarang Bekasi-RealEstat.id
(Ki-ka): Rut Krüger Giverin, Norwegian Ambassador to Indonesia and Timor Leste; Korkut Kulbul, Vice President Jotun South East Asia & Pacific; Baard Kristian Toning, Group Executive Vice President Decorative Paints; dan Arun Kumar, President Director Jotun Indonesia, dalam kegiatan peresmian pabrik cat berbasis air terbaru Jotun yang berlangsung Rabu, (15/04/2026). di Cikarang, Bekasi. (Sumber: Jotun Indonesia)

Indonesia menempati posisi penting dalam peta bisnis global Jotun. Dari lebih dari 100 negara operasional, Indonesia masuk dalam 10 besar kontributor terbesar perusahaan.

Hal ini tidak terlepas dari pertumbuhan sektor konstruksi yang konsisten serta meningkatnya permintaan terhadap produk pelapis berkualitas tinggi yang mampu beradaptasi dengan iklim tropis.

President Director Jotun Indonesia, Arun Kumar dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa investasi ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan bisnis jangka panjang perusahaan.

“Peresmian pabrik cat di Cikarang ini mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi pasar Indonesia, sekaligus komitmen untuk memperkuat manufaktur lokal,” ujar Arun Kumar, Rabu (15/04/2026).

Baca Juga: Buka Flagship Experience Store di Semarang, Jotun Hadirkan Layanan Belanja Cat secara Interaktif

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, industri manufaktur Indonesia ditargetkan tumbuh hingga 5,51% pada 2026 dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 18,56%.

Dari perspektif bisnis properti, kehadiran pabrik ini juga akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi rantai pasok material bangunan.

Khususnya, cat dan pelapis yang menjadi elemen penting dalam pembangunan maupun renovasi hunian.

Tingkatkan Kapasitas Produksi

Pabrik cat Jotun Cikarang, Bekasi, yang baru ini diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 100 juta liter per tahun.

Angka tersebut membuka peluang besar bagi stabilitas pasokan di pasar domestik.

Head of Marketing Jotun Indonesia, Husodo Hoe menambahkan pabrik ini hadir untuk menjawab kebutuhan pasar lokal yang terus berkembang.

Baca Juga: Warnai Bangunan Cagar Budaya, Jotun Dukung Revitalisasi Kota Lama Surabaya

“Kehadiran pabrik baru ini memungkinkan kami menghadirkan produk yang lebih relevan, baik dari sisi kualitas, ketersediaan, maupun kecepatan distribusi untuk pasar lokal,” terang Husodo.

Hal ini berarti ketersediaan produk yang stabil, distribusi yang cepat, serta kualitas yang terus konsisten untuk memenuhi kebutuhan proyek maupun hunian

Untuk itu, Jotun Indonesia melengkapi pabrik cat water-based tersebut dengan teknologi manufaktur yang terintegrasi dan modern

Penggunaan teknologi terbaru dapat meningkatkan kapasitas produksi secara lebih efektif dan efisien serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Komitmen Prinsip Keberlanjutan

Tidak hanya berfokus pada kapasitas produksi, Jotun Indonesia merancang pabrik cat water based ini dengan prinsip keberlanjutan.

Husodo Hoe memaparkan Jotun mengintegrasikan penggunaan energi terbarukan melalui panel surya serta sistem pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

Contohnya, penggunaan teknologi Formeco yang memungkinkan limbah air dari proses produksi diolah dan digunakan kembali, sehingga mendukung operasional yang ramah lingkungan.

Langkah ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dalam jangka panjang.

Pendekatan ini sejalan dengan arah pengembangan industri properti yang kini semakin mengedepankan prinsip green building dan efisiensi energi sebagai nilai tambah.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait