RealEstat.id

Kinerja Keuangan RISE 2025 Tumbuh Pesat, Pendapatan Tembus hingga Rp410 Miliar

Kinerja keuangan RISE 2025 melonjak dengan laba naik 165%. Strategi diversifikasi proyek dan recurring income jadi kunci.

kinerja keuangan RISE 2025-RealEstat.id
Proyek Driving Range Taman Dayu yang dikembangkan RISE. (Sumber: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) – PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025.

Emiten properti ini berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dan lonjakan laba bersih yang signifikan.

Hal ini mencerminkan efektivitas strategi pengembangan proyek dan optimalisasi portofolio bisnis yang dijalankan perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian 2025, RISE mencatat pendapatan sebesar Rp410,72 miliar.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 12,35% bila dibandingkan tahun 2024, sebesar Rp365,59 miliar.

Baca Juga: RISE Percepat Ekspansi Bisnis di 2026, Proyek Hotel dan Hunian Siap Dorong Pertumbuhan

Segmen Apartemen jadi Penopang

Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan penjualan properti, khususnya pada segmen apartemen.

Penjualan apartemen menunjukkan pertumbuhan paling agresif dengan kenaikan hingga 155% secara tahunan.

Kontribusi segmen ini terhadap total pendapatan meningkat signifikan dari 16% pada 2024 menjadi 37% pada 2025.

Lonjakan ini menandakan tingginya daya serap pasar terhadap produk hunian vertikal milik perseroan.

Sebaliknya, kontribusi dari sektor perhotelan mengalami penurunan menjadi 44% dari sebelumnya 60%. Penurunan ini sejalan dengan kebijakan pengetatan yang berdampak pada aktivitas perjalanan dan tingkat okupansi hotel.

Baca Juga: Tancap Gas di 2026, RISE Siap Luncurkan Sejumlah Proyek Baru

Laba Bersih Melonjak 165%

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, profitabilitas RISE juga meningkat tajam.

Emiten properti RISE membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp92,21 miliar, melonjak sekitar 165% dibandingkan Rp34,81 miliar pada tahun sebelumnya.

Peningkatan laba ini didukung oleh kenaikan laba usaha yang mencapai Rp85,90 miliar dari Rp46,66 miliar pada 2024.

Selain itu, perseroan berhasil menjaga efisiensi beban operasional sehingga margin keuntungan dapat meningkat secara signifikan.

Presiden Direktur RISE, Budi Agusti menilai pencapaian tersebut mencerminkan kekuatan fundamental bisnis perusahaan.

“Pertumbuhan pendapatan yang konsisten serta lonjakan laba tahun berjalan mencerminkan keberhasilan kami dalam mengelola proyek secara selektif dan meningkatkan efisiensi operasional,” kata Budi melalui keterangan resmi, Jumat (27/03/2026) .

Baca Juga: Perkuat Recurring Income, RISE Luncurkan Tiga Proyek Premium di Kuartal I 2026

Recurring Income Mulai Menguat

Dari sisi struktur pendapatan, segmen pengembangan real estat masih menjadi kontributor utama dengan kontribusi sebesar 54% atau Rp220,9 miliar.

Hal ini sejalan dengan fokus utama RISE sebagai pengembang properti.

Namun demikian, kontribusi dari segmen perkantoran dan hospitality mulai menunjukkan peran yang semakin penting sebagai sumber pendapatan berulang (recurring income).

Diversifikasi ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas kinerja di tengah siklus industri properti yang fluktuatif.

Memasuki 2026, RISE berencana tetap berfokus pada pengembangan proyek dengan tingkat permintaan pasar yang tinggi.

Baca Juga: RUPSLB RISE Setujui Peningkatan Modal Dasar Rp3 Triliun dan Pembagian Saham Bonus

Di saat yang sama, perseroan juga akan mempercepat monetisasi proyek eksisting untuk memperkuat arus kas.

Langkah lain yang menjadi prioritas adalah meningkatkan kontribusi pendapatan berulang dari aset hospitality dan komersial.

Strategi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan kinerja keuangan RISE jangka panjang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada penjualan properti yang bersifat siklikal.

“Dengan landasan kinerja yang kuat di 2025, Perseroan optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang,” pungkas Budi.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait