RealEstat.id (Jakarta) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (IDX: BBTN/Bank BTN) terus mempercepat transformasi bisnis guna memperkuat kualitas layanan kepada nasabah sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Langkah tersebut dilakukan BTN melalui pembaruan operasional kredit, modernisasi jaringan kantor cabang, serta pengembangan layanan digital yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.
Direktur Operations PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, I Nyoman Sugiri Yasa mengatakan, transformasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi baru BTN untuk periode 2025–2029, yakni menjadi “Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia.”
Menurut Nyoman, visi tersebut dijalankan melalui berbagai strategi yang tertuang dalam rencana korporasi, di antaranya memperkuat mesin pendanaan berkelanjutan (sustainable funding), meningkatkan proposisi produk dan strategi cross selling, serta menghadirkan layanan perbankan lengkap (full banking services) dengan pengalaman nasabah yang semakin baik.
Baca Juga: Awal 2026 Moncer, Laba Bersih BTN Melonjak 578%, Sentuh Angka Rp230 Miliar
“Kami ingin mengubah persepsi bahwa BTN hanya fokus pada KPR. Ke depan, BTN mampu memberikan layanan full banking services bagi kebutuhan finansial keluarga, mulai dari pembiayaan, investasi, transaksi, hingga berbagai layanan perbankan lainnya, terutama di era digital,” ujar Nyoman dalam acara Talk Show & Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026 di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Nyoman menegaskan, penguatan sustainable funding menjadi salah satu fokus utama perseroan. Pendanaan yang kuat dinilai menjadi fondasi penting bagi bank untuk menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan kepada masyarakat.
Menurut dia, pendanaan merupakan “bahan bakar” utama bagi industri perbankan. Tanpa sumber dana yang stabil dan berkelanjutan, bank akan menghadapi keterbatasan dalam menyalurkan pembiayaan.
Karena itu, BTN terus memperkuat strategi penghimpunan dana agar memiliki sumber pendanaan yang lebih stabil. Upaya ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan bisnis sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
Kembangkan Beyond Mortgage dan Loan Factory
Selain memperkuat pendanaan, BTN juga mengembangkan pendekatan holistic banking proposition. Melalui strategi ini, perseroan tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan perumahan atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tetapi mulai memperluas layanan menuju konsep beyond mortgage.
Dengan pendekatan tersebut, BTN ingin menghadirkan solusi finansial yang lebih lengkap bagi nasabah. Layanan yang ditawarkan mencakup berbagai produk perbankan seperti payroll, kartu kredit, investasi, Kredit Ringan (KRING) BTN untuk renovasi rumah, kredit multiguna, pembiayaan kendaraan, hingga kredit modal kerja.
Nyoman menjelaskan, nasabah yang membeli rumah melalui KPR biasanya juga memiliki kebutuhan finansial lain. Melalui strategi cross selling, BTN dapat menyediakan berbagai solusi keuangan tambahan yang relevan bagi nasabah.
“Ketika seseorang membeli rumah melalui KPR, biasanya ada kebutuhan finansial lain. Di sinilah BTN hadir dengan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: RUPSLB BTN Angkat Komisaris Baru, Perkuat Tata Kelola dan Transformasi Bisnis
Rencana strategis BTN selanjutnya adalah menghadirkan layanan perbankan yang lengkap (full banking offering) dengan mengutamakan pengalaman nasabah (customer experience).
Kunci dari upaya tersebut adalah melakukan perbaikan pada aspek layanan dan operasional karena keduanya sangat menentukan kualitas pelayanan kepada nasabah.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah revamp atau pembaruan proses pengelolaan kredit (loan processing) agar lebih efisien, cepat, dan terstandar.
Pembaruan operasional kredit dilakukan melalui sistem loan factory. Sistem ini memusatkan proses pengajuan dan pengolahan kredit konsumer, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR).
Baca Juga: Kuasai Pangsa 46,7%, BTN Jadi Penyalur KPR Sejahtera FLPP Terbesar di 2025
Sebelumnya, proses operasional kredit BTN dilakukan melalui enam Regional Loan Processing Center (RLPC) yang tersebar di berbagai wilayah, yaitu di Cawang, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.
Namun, model tersebut dinilai memiliki sejumlah keterbatasan. Standar proses antarwilayah belum seragam, kontrol dan monitoring belum sepenuhnya terpusat, serta kapasitas dan produktivitas antarregional tidak merata.
Melalui loan factory, proses kredit kini disentralisasi di pusat. Sistem ini juga mengedepankan proses digital sehingga meminimalisir intervensi manual.
“Dengan loan factory, proses KPR diproses di satu sentral. Kami mengedepankan proses digital agar layanan lebih cepat, akurat, transparan, dan memiliki standar yang sama,” terang Nyoman.
Menurut dia, sistem tersebut akan diterapkan secara bertahap di seluruh Indonesia. Harapannya, proses pengajuan KPR menjadi lebih efisien dan meningkatkan produktivitas.
Baca Juga: BTN Dominasi Penyaluran KPR FLPP 2025, Presiden Prabowo Beri Apresiasi
Modernisasi Kantor Cabang dan BTN Digital Store
Selain pembaruan operasional kredit, BTN juga melakukan modernisasi jaringan kantor cabang. Upaya ini dilakukan melalui program peremajaan kantor cabang (rejuvenating branch).
Sepanjang 2025, BTN telah membuka 20 kantor cabang baru, merelokasi 29 kantor cabang, serta melakukan penataan ulang (re-layout) terhadap 10 kantor cabang agar lebih modern dan nyaman.
Nyoman mengakui, selama ini citra kantor cabang BTN sering dianggap kaku dan birokratis. Karena itu, BTN berupaya menghadirkan konsep cabang yang lebih modern dan ramah terhadap nasabah.
Beberapa kantor cabang yang telah mengusung konsep baru tersebut antara lain berada di kawasan Pondok Indah, Harmoni, Kuningan, hingga Central Park.
“Kami ingin mengubah kesan lama bahwa kantor cabang bank itu kuno dan birokratis. Ke depan, cabang BTN akan menyesuaikan perkembangan zaman dengan konsep yang lebih modern dan dinamis,” ujarnya.
Baca Juga: HUT KPR ke-49: Penyaluran Rumah BTN Tembus 5,7 Juta Unit
Secara bersamaan, perseroan juga mempercepat digitalisasi layanan melalui pengembangan BTN Digital Store. Konsep ini menghadirkan layanan perbankan di lokasi yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.
BTN Digital Store tidak hanya berada di kantor cabang, tetapi kini juga hadir di pusat perbelanjaan dan kawasan komersial.
Bahkan, di beberapa lokasi, BTN menggandeng merek kopi lokal untuk menghadirkan suasana layanan yang lebih santai. Saat ini, sebanyak 24 BTN Digital Store telah beroperasi di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang.
“Kami hadir di area komersial, di mal dan pusat keramaian. Konsepnya adalah outlet yang bisa melayani kapan saja melalui digital store. Tapi tetap ada superstaff yang membantu nasabah,” jelas Nyoman.
Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman nasabah (customer experience) yang lebih baik. Dengan pendekatan ini, bank tidak hanya menunggu nasabah datang ke kantor cabang, tetapi hadir langsung di tempat masyarakat beraktivitas.
“Jadi bukan hanya nasabah yang datang ke bank, tetapi bank yang hadir di tempat orang-orang beraktivitas,” ungkap Nyoman.
Baca Juga: Gandeng PWI dan BTN, BP Tapera Percepat Akses Rumah Subsidi bagi Wartawan
Perkuat Tata Kelola Dokumen Kredit
Transformasi operasional BTN juga menyentuh pengelolaan dokumen kredit. Mengingat besarnya portofolio KPR yang dimiliki BTN, pengelolaan dokumen agunan menjadi aspek penting.
Untuk itu, imbuh Nyoman, BTN membangun Records Center sebagai pusat penyimpanan dan pengelolaan dokumen kredit yang lebih modern dan aman.
Saat ini, pusat pengelolaan dokumen tersebut telah tersedia di beberapa kota, antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, dan Gandul, Jakarta. Fasilitas tersebut dilengkapi sistem pengamanan dan teknologi pengelolaan dokumen yang lebih canggih.
“Portofolio KPR BTN sangat besar sehingga tata kelola dokumen agunan harus dilakukan secara baik dan aman. Karena itu kami membangun records center dengan sistem yang lebih modern. Ruang penyimpanan tahan api, rayap, dan high secured. Penyimpanan dengan dossier box, bukan amplop,” jelasnya.
Baca Juga: PTPP Selesaikan BTN Ecopark Gandul Tahap 1: Fasilitas Human Development Berstandar GBCI Platinum
Melalui berbagai langkah tersebut, BTN berharap dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat efisiensi operasional.
Transformasi ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi BTN sebagai bank yang tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, namun sekaligus menyediakan solusi finansial yang lebih luas bagi masyarakat.
Nyoman optimistis pertumbuhan bisnis BTN akan terus berlanjut ke depan karena hal-hal yang menjadi fundamental sudah diperbaiki dan diperkuat.
“Fundamental dalam pertumbuhan bisnis yang sustainable sudah kita bangun. Dan kita sekarang siap untuk melayani masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








