RealEstat.id (Tangerang) – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak hanya berdampak pada peningkatan investasi, tetapi juga menciptakan efek berantai (ripple effect) terhadap pertumbuhan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, hingga dinamika sektor properti di sekitarnya.
Hal ini tercermin pada kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau yang dikenal sebagai D-HUB SEZ di BSD City.
Menurut Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty Chandra, kawasan ini resmi dideklarasikan oleh pemerintah pada 7 Oktober 2024 dan menjadi satu-satunya KEK yang berada di wilayah Jakarta Raya.
Kehadirannya menandai langkah strategis dalam mendorong transformasi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).
Baca Juga: KEK ETKI Banten Lantik Administrator Baru, Tata Kelola dan Akselerasi Investasi Makin Kuat
“KEK ETKI Banten dirancang tidak hanya untuk menarik investasi, tetapi juga membangun ekosistem yang terintegrasi dan berkelanjutan guna mencetak sumber daya manusia unggul,” ujar Lindawaty, Jumat (6/3/2026).
KEK ETKI Banten berdiri di atas lahan seluas sekitar 60 hektare yang terbagi dalam dua area pengembangan, yakni area pertama seluas 29 hektare dan area kedua seluas 31 hektare yang akan dikembangkan pada tahap selanjutnya (future development).
“Kawasan ini difokuskan pada empat sektor strategis, yaitu pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kesehatan,” jelas Lindawaty.
Integrasi keempat sektor tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem inovasi yang saling terhubung, mulai dari riset, pengembangan teknologi, hingga layanan kesehatan berstandar internasional.
Baca Juga: Menekraf Dorong D-HUB SEZ BSD City Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Baru
Lokasinya yang berada di BSD City juga menjadi keunggulan tersendiri. Kawasan ini terhubung dengan berbagai moda transportasi publik seperti KRL, busway, bus umum, hingga shuttle bus BSD, serta didukung akses tol dan jaringan jalan utama yang memudahkan mobilitas.
Selain itu, kawasan BSD memiliki basis populasi yang besar dan terus berkembang. Saat ini, terdapat sekitar 2,2 juta penduduk dalam radius 10 kilometer yang menjadi captive market bagi berbagai aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Lindawaty menuturkan, dalam 30 tahun mendatang, jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga mencapai sekitar 4,5 juta jiwa, seiring pengembangan sepertiga area perluasan BSD City yang masih tersisa.
“Dengan potensi pasar yang besar dan ekosistem kota yang sudah mapan, KEK ETKI Banten diyakini dapat memperkuat daya tahan (resilience) sektor properti karena didukung oleh aktivitas ekonomi riil,” terangnya.
Infrastruktur dan Fasilitas Kawasan
Untuk mendukung pengembangan sektor unggulan, KEK ETKI Banten menghadirkan berbagai fasilitas dan bangunan yang dirancang khusus bagi industri pendidikan, teknologi, dan kesehatan.
Salah satunya adalah Biomedical Campus, yang mengintegrasikan ruang kantor premium di Knowledge Tower dengan fasilitas medis di Science Tower.
Area ini disiapkan untuk mendukung operasional industri kesehatan dan riset dengan ruang sewa mulai dari 150 meter persegi. Saat ini, fasilitas tersebut telah selesai dibangun dan beroperasi penuh.
“Selain itu terdapat Medical Suites, yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan penyedia layanan kesehatan dengan standar medis tingkat lanjut,” jelas Lindawaty.
Baca Juga: Kawasan Pabean Hadir, KEK ETKI Banten Resmi Beroperasi
Bangunan ini dilengkapi spesifikasi teknis seperti kepatuhan terhadap standar Bio Safety Level 2 (BSL-2), kapasitas beban tinggi untuk peralatan medis berat, serta tinggi langit-langit yang mendukung fasilitas medis modern.
Menurutnya, struktur menara pertama dan kedua ditargetkan rampung pada kuartal I 2026, dengan penyerahan unit pada September 2026.
Di sisi komersial, kawasan ini juga menghadirkan Powell Commercial Units, yaitu ruang komersial yang ditujukan bagi pelaku bisnis dan inovator yang ingin menjadi bagian dari ekosistem KEK.
“Saat ini proyek tersebut tengah memasuki tahap penyelesaian dan pekerjaan fasad, dengan target serah terima pada April 2026,” kata Lindawaty.
Daya Tarik Investasi dan Kehadiran Tenant Global
Lebih lanjut, dia menerangkan, sejumlah institusi pendidikan, layanan kesehatan, dan perusahaan teknologi telah resmi beroperasi di KEK ETKI Banten.
Di antaranya adalah Monash University, BINUS University, StemCord, Alpha IVF, FS Regenera, Fuji Academy, ATOP Plastic Surgery, Seoul Jakarta Plastic Surgery Clinic, Kaiser Clinic, hingga One Smart Services.
Kehadiran tenant internasional dan institusi ternama tersebut dipercaya bakal memperkuat posisi kawasan ini sebagai pusat riset, pendidikan, serta layanan kesehatan bertaraf global di Indonesia.
Di sisi lain, sebagai kawasan ekonomi khusus, KEK ETKI Banten juga menawarkan berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal untuk menarik investasi.
Baca Juga: Sinar Mas Land Rilis Powell Studio Loft, Kawasan Komersial Fungsional di BSD City
Insentif fiskal diatur dalam Peraturan Pemerintah RI No.40 Tahun 2021 serta Peraturan Menteri Keuangan No.237 Tahun 2020. Sementara itu, fasilitas nonfiskal mengacu pada regulasi Kementerian Kesehatan, termasuk Permenkes No.1 Tahun 2023 dan No.18 Tahun 2023.
Dengan dukungan regulasi tersebut, tutur Lindawaty, kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing nasional, memperkuat pusat riset dan inovasi di dalam negeri, sekaligus menekan capital outflow masyarakat Indonesia yang selama ini mencari layanan pendidikan maupun kesehatan di luar negeri.
“Ke depan, KEK ETKI Banten diyakini akan memberikan efek berantai yang luas, tidak hanya pada sektor investasi dan inovasi, tetapi juga terhadap pengembangan kawasan perkotaan, pertumbuhan properti, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia,” pungkasnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








