RealEstat.id (Bogor) – Pengembang properti PT Sentul City, Tbk (IDX: BKSL) berkomitmen untuk menjadikan kenyamanan dan keamanan warga sebagai prioritas utama di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Perseroan memastikan operasional di kawasan mandiri Sentul City tetap berjalan normal setelah berhasil menangani secara cepat limpasan air parsial yang sempat terjadi di akses menuju Kawasan Spring City pada Rabu, 11 Februari 2026.
Sejalan dengan upaya untuk menjaga keandalan operasional dan penguatan infrastruktur di lapangan, Perseroan juga mencatatkan milestone penting melalui percepatan pelunasan sisa kewajiban Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
Langkah strategis ini memastikan Sentul City melangkah ke fase pertumbuhan baru dengan struktur keuangan yang lebih kuat, sehingga Perseroan memiliki fleksibilitas penuh dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta pembangunan kawasan secara berkelanjutan.
Baca Juga: SGC Tegaskan Komitmen Pengelolaan Kawasan Sentul City yang Transparan dan Berkelanjutan
Tidak lama setelah kejadian limpasan air tersebut, melalui tim reaksi cepat, jalur terdampak di Kawasan Spring City telah dibersihkan dan kembali normal sejak pukul 20.00 WIB pada hari yang sama, Rabu (11/2/2026).
Perseroan juga telah melakukan tinjauan lapangan bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk Camat Babakan Madang, Kepala DPMPTSP, Kepala DPTR, & Kementerian PU, guna memastikan seluruh infrastruktur berfungsi dengan optimal.
Sebagai langkah proaktif, tim teknis Perseroan kini tengah melakukan audit intensif terhadap seluruh sistem drainase kawasan.
Perseroan berkomitmen penuh untuk melakukan penyempurnaan infrastruktur di titik-titik yang kurang optimal agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Selain infrastruktur fisik, program penghijauan kolaboratif dengan mitra strategis terus digalakkan guna memperkuat ekosistem lingkungan kawasan.
Baca Juga: Sentul City Luncurkan Arcadia Residence dan Arcadia Square, Garansi Bangunan Dua Tahun!
Kapasitas Perseroan dalam melakukan langkah-langkah mitigasi jangka panjang dan percepatan pembangunan infrastruktur ini didukung penuh oleh kondisi keuangan yang kian solid.
Pasalnya, di penghujung tahun 2025, Perseroan mencatatkan posisi kas internal yang sangat kuat yang didorong oleh kemampuan kas internal dan penyelesaian transaksi penjualan lahan dengan luas sekitar 149 hektare kepada Grup Genting senilai kurang lebih Rp1,6 triliun pada Desember 2025.
Transaksi strategis tersebut memberikan fleksibilitas finansial yang besar bagi Perseroan untuk melakukan percepatan pelunasan atas sisa kewajiban Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang kini jumlahnya telah sangat minim.
Langkah ini diambil dengan tujuan untuk menurunkan beban bunga yang dapat memberikan kontribusi pada profitabilitas Perseroan.
Baca Juga: Pendapatan BKSL Melonjak 96%, Kinerja Segmen Ini jadi Andalan di Kuartal III-2025
Presiden Direktur PT Sentul City, Tbk, Hiramsyah S. Thaib menjelaskan, langkah penyehatan struktur modal ini merupakan bagian dari visi besar manajemen baru untuk mengubah tantangan menjadi peluang pertumbuhan.
Menurutnya, fokus Perseroan kini beralih sepenuhnya pada percepatan value creation dan pembangunan di Sentul City.
“Kami berkomitmen penuh untuk terus memperkuat mitigasi jangka panjang sebagai upaya kami dalam menjaga Sentul City tetap menjadi kawasan hunian yang aman, asri, tangguh, dan bernilai investasi” ujar Hiramsyah.
Dia menambahkan bahwa kesehatan finansial yang telah dicapai menjadi modal utama bagi Perseroan untuk terus berinvestasi pada kualitas lingkungan.
“Dengan selesainya kewajiban masa lalu dan likuiditas yang terjaga, kami kini fokus memperkuat posisi Sentul City sebagai destinasi hunian yang andal, dengan Transit-Oriented Development (TOD), sekaligus sebagai investasi utama,” tutupnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








