RealEstat.id (Tangerang) – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB SEZ (Special Economic Zone) yang berlokasi di BSD City, Selasa (13/1/2026).
Kunjungan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap pengembangan D-HUB SEZ sebagai kawasan ekonomi khusus terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada teknologi digital, tetapi juga mengoptimalkan potensi besar industri ekonomi kreatif nasional.
D-HUB SEZ BSD City dirancang sebagai pusat kolaborasi lintas sektor dengan ekosistem yang menyatukan pendidikan, kesehatan, pengembangan teknologi, serta ekonomi kreatif.
Kehadiran kawasan ini diharapkan menjadi katalis percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Baca Juga: Kawasan Pabean Hadir, KEK ETKI Banten Resmi Beroperasi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, sektor ekonomi kreatif menyerap 27,40 juta tenaga kerja atau setara 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 26,48 juta jiwa.
Untuk memaksimalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia yang terus bertumbuh, D-HUB SEZ dikembangkan untuk menjadi pusat pertumbuhan baru ekonomi kreatif di Indonesia.
Kawasan ini memberikan peluang besar bagi pelaku industri kreatif mulai dari studio animasi, perfilman, fashion design, movie set, digital academy, hingga digital arts.
“Kami mengapresiasi kehadiran KEK ETKI Banten atau DHUB SEZ yang telah memasukkan sektor ekonomi kreatif dalam salah satu sektor unggulan yang ada dalam Kawasan Ekonomi Khusus ini,” kata Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.
Menurutnya, hal ini juga sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo untuk meningkatkan lapangan pekerjaan berkualitas dengan mengembangkan industri kreatif, di mana Banten menjadi salah satu lokasi prioritas pengembangan sektor industri ekonomi kreatif di Indonesia.
Hingga saat ini terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif berkontribusi sekitar 9 persen dari total realisasi investasi nasional untuk 2025.
Hal ini menunjukkan sumber daya manusia di Indonesia sudah siap dan mampu membentuk ekosistem ekonomi kreatif, sehingga membuat iklim investasi semakin menarik.
Maka diperlukan penguatan aktivasi KEK ETKI Banten sehingga investasi bisa segera masuk ke daerah dan talenta ekraf bisa lebih produktif.
“Kami berharap bisa saling mendukung dan berkolaborasi dengan KEK ETKI Banten untuk menjadikan ekonomi kreatif mesin pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia, utamanya pada sektor-sektor yang menjadi fokus utama kami seperti pengembangan games, aplikasi, film, animasi dan musik,” paparnya.
Baca Juga: Sinar Mas Land Rilis Powell Studio Loft, Kawasan Komersial Fungsional di BSD City
Sementara itu, Group CEO Sinar Mas Land, Michael Widjaja menyatakan rasa terima kasih atas kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat inovasi yang mampu melahirkan karya-karya kreatif berdaya saing internasional.
“Kami melihat industri kreatif di Indonesia terus menunjukkan kemajuan yang signifikan, salah satunya melalui keberhasilan film animasi Jumbo pada 2025 yang sukses menggaet jutaan penonton dan membuktikan bahwa talenta kreatif nasional mampu bersaing di tingkat global,” katanya.
Pencapaian ini, imbuh Michael, menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri kreatif nasional dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan.
Sinar Mas Land melalui D-HUB SEZ berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi industri kreatif.
Dia pun berharap kehadiran D-HUB SEZ dapat mendukung upaya pencapaian target pemerintah terkait kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional melalui penciptaan lapangan kerja sebesar 8,37%, dengan jumlah pekerja kreatif lebih dari 27 juta orang pada tahun 2029 mendatang.
Baca Juga: Vireya BSD City Laku Keras! 225 Unit Terjual dalam Waktu Singkat
“Dengan dukungan infrastruktur kelas dunia dan konektivitas bisnis global, D-HUB SEZ menawarkan akses terhadap teknologi, peningkatan kemampuan tenaga kerja kreatif Indonesia, dan jaringan global yang sangat dibutuhkan oleh industri kreatif untuk berkembang,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif berkesempatan mengunjungi Imajin, startup manufaktur yang menyediakan platform digital sebagai penghubung antara pelanggan dengan para pelaku manufaktur, terutama dari Industri Kecil Menengah (IKM).
Berlokasi di Biomedical Campus BSD City, Imajin memiliki Imajin Advanced Manufacturing Center (IAMC) sebagai pusat inovasi manufaktur canggih yang berfokus pada pengembangan ide menjadi produk nyata.
Kehadiran Imajin turut mendukung startup dan UMKM lokal, mengurangi ketergantungan impor, serta memperluas akses teknologi melalui kemitraan dengan lebih dari 750 UMKM di seluruh Indonesia.
Baca Juga: BSD City Luncurkan Comersio, Ruko Modern di Jantung Latinos Business District
Selain Imajin, D-HUB SEZ juga menjadi rumah bagi Social Bread, marketplace yang menghubungkan kreator konten dengan pelaku bisnis dan merek lokal serta UMKM.
Social Bread telah memiliki pengalaman dalam industri digital marketing dan kreatif serta telah bekerja sama dengan lebih dari 1500 pebisnis/merek lokal di Indonesia.
Dengan luas area sekitar 59,68 hektare, D-HUB SEZ BSD City memberikan berbagai kemudahan investasi bagi investor lokal dan global untuk membangun usaha di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif.
Kawasan ini menawarkan insentif fiskal termasuk tax holiday/tax allowance, pembebasan PPN, bea masuk, dan cukai; serta insentif non-fiskal meliputi perizinan dan birokrasi yang lebih sederhana, kemudahan imigrasi, hingga kelancaran lalu lintas barang dan tenaga kerja.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








