RealEstat.id

Tren IT 2026: Infrastruktur Digital Jadi Fondasi Daya Saing Bisnis Properti

Tren IT 2026 menempatkan cloud, AI, dan keamanan siber sebagai fondasi utama bisnis properti agar lebih efisien, aman, dan kompetitif.

Prediksi-Tren-IT-2026-yang-Akan-Pengaruhi-Dunia-Usaha-Termasuk-Bisnis-Properti-RealEstat.id_.jpg
Ilustrasi teknisi IT untuk bisnis properti menggunakan teknologi berbasis cloud dan kecerdasan buatan untuk bisnis. (Sumber: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) – Tren IT 2026 menempatkan cloud, AI, dan keamanan siber sebagai fondasi banyak bidang usaha, termasuk bisnis properti.

Hal ini dilakukan agar pelaku usaha dapat lebih efisien, aman, dan kompetitif dalam menjalankan roda bisnisnya.

Direktur PT Nusa Network Prakarsa, Edward, menilai tahun 2026 sebagai fase krusial bagi perusahaan untuk mengevaluasi kesiapan infrastruktur teknologi informasi (IT).

Digitalisasi tidak lagi sebatas pendukung operasional saja. Melainkan telah menjadi fondasi strategis dalam menjaga daya saing bisnis di tengah perubahan pasar yang dinamis.

Menurutnya, transformasi digital kini menjadi kebutuhan utama agar bisnis tetap relevan, efisien, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Jadi Magnet Investasi Properti, Koridor Timur Cibubur Digadang Jadi The New BSD

“Di 2026, tren akan mengarah pada infrastruktur yang terintegrasi, scalable, dan aman. Kekuatan IT akan menjadi penentu keberlanjutan bisnis,” ujar Edward melalui keterangan pers, Selasa (03/02/2026).

Dorong Efisiensi Operasional

Salah satu tren IT yang diprediksi mendominasi adalah meningkatnya adopsi cloud dan hybrid infrastructure.

Model ini dinilai relevan bagi perusahaan properti yang membutuhkan fleksibilitas dalam pengelolaan data proyek, integrasi aplikasi, hingga mendukung pola kerja mobile.

Cloud memungkinkan efisiensi biaya sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan tanpa ketergantungan penuh pada infrastruktur fisik.

Selain cloud, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga akan semakin meluas.

Baca Juga: Nada, Teknologi IoT Cerdas untuk Mitigasi Bencana Banjir

Di sektor properti, AI dapat dimanfaatkan untuk analisis data pasar, prediksi tren permintaan, hingga optimalisasi pengalaman pelanggan.

Namun, Edward menekankan bahwa penerapan AI harus ditopang oleh sistem IT yang solid dan pengelolaan data yang terintegrasi.

“AI menjadi enabler penting transformasi digital. Tanpa fondasi IT yang kuat dan data yang tertata, manfaat AI tidak akan optimal,” jelasnya.

Keamanan Siber Jadi Pilar Utama

Aspek keamanan siber juga menjadi perhatian utama. Meningkatnya ancaman kebocoran data dan serangan siber menuntut perusahaan memperkuat sistem perlindungan jaringan.

Keamanan tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, tetapi sebagai bagian inti dari strategi IT bisnis properti.

“Pendekatan keamanan terintegrasi, mulai dari firewall hingga perlindungan endpoint, akan menjadi standar baru bagi tren IT 2026,” tambah Edward.

Baca Juga: Teknologi Inovatif Mampu Tingkatkan Efisiensi Operasional Manajemen Properti

Tren lain yang tak kalah penting adalah otomatisasi dan pemanfaatan data real-time untuk mendukung keputusan bisnis.

Edward juga menyoroti peran strategis system integrator pada 2026.

Perusahaan membutuhkan mitra teknologi yang mampu mengintegrasikan jaringan, cloud, keamanan siber, hingga solusi AI agar selaras dengan tujuan bisnis.

“Melalui solusi infrastruktur jaringan, keamanan siber, dan integrasi sistem yang komprehensif, kami berkomitmen mendukung pelaku industri dalam membangun fondasi IT yang kuat dan berkelanjutan”, tandasnya.

Redaksi@realestat.id

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait