RealEstat.id (Jakarta) – Schneider Electric mendorong transformasi industri F&B melalui otomasi, digitalisasi pabrik, dan teknologi energi dalam Innovation Talk 2026 di Surabaya, Jawa Timur.
Innovation Talk adalah forum yang menghadirkan pemangku kepentingan dari sektor hunian, industri, gedung komersial, pusat data, hingga infrastruktur.
Dalam edisi Surabaya, diskusi menyoroti sektor Food & Beverage (F&B) yang menjadi salah satu segmen paling dinamis dalam industri Consumer Packaged Goods (CPG) di Indonesia.
Menurut data Badan Keahlian DPR RI, industri F&B tercatat sebagai subsektor dengan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar dalam sektor manufaktur nasional.
Baca Juga: Schneider Electric Hadirkan Software Manajemen Gedung Pintar Terbaru, Apa Saja Keunggulannya?
Sepanjang 2025, industri ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,38%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,11%.
Perluas Digitalisasi Manufaktur
Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi sekaligus investasi pada sektor manufaktur, khususnya industri makanan dan minuman.
Kondisi ini juga mendorong pelaku industri untuk mempercepat adopsi teknologi otomasi serta pengelolaan energi yang lebih efisien.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan mengatakan bahwa pihaknya ingin lebih dekat dengan pelanggan untuk memahami tantangan mereka secara langsung dan bersama-sama merancang solusi yang relevan.
Baca Juga: Perluas Pabrik di Cikarang, Schneider Electric Dukung Industri Berkelanjutan Nasional
“Innovation Talk menjadi wadah bagi Schneider Electric untuk memperkuat peran sebagai mitra teknologi energi, yang mendukung efisiensi dan pencapaian target keberlanjutan,” ujarnya.
Mendorong Pabrik Masa Depan Berbasis Data
Dalam forum ini, mereka juga memperkenalkan berbagai solusi teknologi yang mendukung pembangunan future-ready factory atau pabrik masa depan.
Artnya, konsep pabrik tersebut terhubung secara digital, berbasis data, serta berfokus pada efisien energi.
Contoh teknologi yang dikembangkan oleh Schneider Electric adalah Lexium Cobot, robot generasi terbaru untuk bekerja berdampingan dengan manusia secara presisi.
Baca Juga: Adopsi AI dan Cloud Meningkat, Kesiapan Infrastruktur Perusahaan Masih Jadi Tantangan
Lexium Cobot dapat digunakan dalam berbagai aplikasi industri, seperti proses perakitan, pick-and-place, pengemasan, hingga penanganan material.
Schneider Electric menampilkan demonstrasi Robot Kopi, yang memperlihatkan kolaborasi manusia dan robot dalam meracik kopi dengan standar barista.
Proses pembuatan kopi berlangsung secara presisi dan konsisten, sekaligus memperlihatkan potensi otomasi dalam berbagai lini produksi.
Solusi ini juga mendapat dukungan oleh perangkat lunak EcoStruxure Cobot Expert, yang memungkinkan simulasi, pemrograman, hingga pengujian pergerakan robot secara digital.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








