RealEstat.id

Pudjiadi Prestige Luncurkan SOLEA Lebak Bulus, Bidik Pasar Hunian Mewah Jakarta Selatan

Pudjiadi Prestige meluncurkan SOLEA Lebak Bulus, hunian mewah eksklusif di Jakarta Selatan dengan harga mulai Rp5 miliar dan lokasi dekat MRT.

RUPS Tahunan Pudjiadi Prestige-RealEstat.id-Adhitya Putra
Public Expose Pudjiadi Prestige pada Kamis (04/06/2026) di Hotel Jayakarta Jakarta. (Foto: RealEstat.id/Adhitya Putra)

RealEstat.id (Jakarta) – PT. Pudjiadi Prestige, Tbk (PUDP) memperkenalkan proyek perumahan terbaru SOLEA Lebak Bulus sebagai cluster eksklusif di kawasan Jakarta Selatan.

Dengan total lahan pengembangan seluas 2.600 meter persegi, Pudjiadi Prestige membangun perumahan SOLEA Lebak Bulus dalam jumlah terbatas, hanya 16 unit.

Vice President Pudjiadi Prestige, Michael Pudjiadi menerangkan dengan jumlah unit ekslusif, perusahaannya ingin menghadirkan pengalaman tinggal yang lebih personal dan relevan dengan gaya hidup urban masa kini.

“SOLEA kami rancang sebagai respons terhadap kebutuhan akan hunian yang lebih tenang,” kata Michael Pudjiadi saat Public Expose, Kamis (04/06/2026) di Hotel Jayakarta Jakarta.

SOLEA Lebak Bulus tersedia dalam pilihan unit dengan lebar rumah mulai dari 7 meter hingga 10 meter.

Baca Juga: Kinerja Penjualan Solid, Begini Peta Perumahan Tapak Jabodetabek di 2026

Bidik Segmen Luxury

Melalui proyek perumahan mewah ini, Perseroan akan membidik segmentasi kalangan yang berkantong tebal alias para sultan Jakarta.

“Ini (perumahan) segmentasinya luxury, range harga bisa di atas 5 hingga 6 miliar,” ujarnya.

Michael melanjutkan, penentuan segmentasi tersebut tak terlepas dari analisa perseroan yang menemukan bahwa pasar properti hunian luxury lebih baik jika dibandingkan dengan rumah di bawah Rp1 miliar.

“Kami melihat segmen rumah luxury masih oke, asal konsep desain hunian dan kualitas produknya bagus,” kata dia.

Baca Juga: Pudjiadi Prestige Bagikan Dividen Tunai untuk Pemegang Saham

Menghadirkan Konsep Keseimbangan Ruang

Perumahan cluster mewah Solea Lebak Bulus
Ilustrasi gambar 3D proyek properti Pudjiadi Prestige terbaru, yakni SOLEA Lebak Bulus, Jakarta Selatan. (Gambar: Istimewa)

Nama SOLEA sendiri terinspirasi dari kata “Sol” yang berarti matahari, merepresentasikan cahaya, kehangatan, dan kehidupan.

Filosofi ini menjadi dasar dalam perancangan hunian dengan mengedepankan pencahayaan alami, sirkulasi udara optimal, serta tata ruang yang seimbang.

Untuk mewujudkan konsep tersebut, Pudjiadi Prestige menggandeng firma arsitektur ternama Atelier Riri.

Atelier Riri terkenal dengan pendekatan desain yang menggabungkan estetika modern dengan fungsi yang thoughtful.

SOLEA berada di kawasan strategis Lebak Bulus, yang menawarkan kemudahan mobilitas ke berbagai fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Antara lain, RS Mayapada, RS Siloam, Sekolah Singapore Intercultural (SIS), serta Sekolah Bakti Mulya.

Baca Juga: MRT Jadi Katalis, Pasar Properti Jabodetabek Diproyeksikan Tangguh di 2026

Selain itu, kawasan ini juga dekat dengan MRT serta pusat perbelanjaan seperti Cilandak Town Square (Citos) dan One Belpark.

Kombinasi antara aksesibilitas dan lingkungan yang lebih tenang membuat hunian luxury Lebak Bulus ini menjadi salah satu pilihan utama bagi profesional dan keluarga modern.

“Meski tahun ini tinggal 6 bulan lagi, tetapi kami harap bisa menjual 2-3 unit rumah. Untuk tahun depan, target kami laku 6 unit,” terang Michael Pudjiadi.

Bagian Strategi Perseroan

Dalam kesempatan yang sama Direktur Pudjiadi Prestige, Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto turut berkomentar terkait peluncuran SOLEA Jakarta.

Toto Sasetyo mengungkapkan bahwa proyek klaster berkonsep Prestige Living di Jakarta Selatan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menggenjot pendapatan PUDP.

“Nantinya kurang lebih kontribusi (penjualan) SOLEA terhadap pendapatan Perseroan sekitar 23%-35%,” pungkas dia.

Baca Juga: Pudjiadi Prestige Umumkan Dewan Komisaris Baru

Pudjiadi Prestige telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 dan mengumumkan berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp1,61 milliar.

Dalam RUPST tersebut, Perseroan juga memutuskan untuk melakukan pembagian dividen tunai sebesar Rp1 per lembar saham kepada seluruh pemegang saham.

Tercatat sebanyak 659.120.000 saham akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 1 Juli 2026.

Selain penetapan besaran dividen, pemegang saham juga telah menyetujui susunan Anggota Dewan Komisaris dan Anggota Direksi untuk masa jabatan tahun 2026 sampai dengan tahun 2029.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait