RealEstat.id (Serang) – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatatkan tonggak penting dalam sejarah penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang tahun 2025.
Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan sektor properti, BP Tapera berhasil menyalurkan KPR subsidi FLPP terbesar sejak program ini bergulir pada 2010.
Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.
Dalam acara Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera FLPP & Serah Terima Kunci Rumah Tahun 2025 di Pondok Banten Indah, Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025), Menteri yang akrab disapa Ara ini menilai kinerja BP Tapera patut diapresiasi.
Baca Juga: BTN Dominasi Penyaluran KPR FLPP 2025, Presiden Prabowo Beri Apresiasi
Akad massal tersebut digelar secara hybrid. Sebanyak 300 akad dilakukan secara luring di lokasi acara dengan melibatkan 11 bank penyalur.
Sedangkan sebanyak 49.730 akad lainnya berlangsung secara daring, diikuti oleh 39 bank penyalur yang tersebar di 33 provinsi pada 110 titik kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Tuai Apresiasi
“Di tengah situasi seperti sekarang, BP Tapera mampu salurkan KPR FLPP terbesar sepanjang sejarah. Terima kasih buat Pak Heru beserta jajaran tim atas kerja kerasnya,” ujar Ara.
Turut hadir dalam Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera FLPP di Pondok Banten Indah, Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dlam kata sambutannya Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan program FLPP merupakan hasil dari kerja tim yang solid dan berkelanjutan lintas pemerintahan.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu KPR FLPP? Pengertian, Syarat dan Cara Mengajukannya Terbaru 2025
Ia menekankan bahwa program FLPP yang dimulai sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dilanjutkan Presiden Joko Widodo.
Kini, kemudian meningkat skalanya menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.
Penyaluran KPR Subsidi MBR 2025
Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyampaikan terima kasih atas apresiasi tersebut.
Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi modal penting untuk terus memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Berdasarkan data per 19 Desember 2025, penyaluran FLPP telah mencapai 263.017 unit rumah dengan nilai Rp32,67 triliun.
Baca Juga: Karyawan BUMN InJourney Dapat Bantuan 5.000 Unit Rumah Subsidi KPR FLPP
Program ini melibatkan 39 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang, serta mendapatkan dukungan dari 7.998 pengembang.
Rumah subsidi tersebut tersebar di 12.981 kawasan perumahan pada 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah FLPP.
Target FLPP 2026
Data tersebut, imbuh Heru Pudyo, memperlihat bahwa KPR subsidi terbukti laris manis menjelang akhir tahun.
Banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menyatakan minatnya untuk memperoleh KPR subsidi tersebut.
“Tren ini menunjukkan menguatnya penyaluran pembiayaan bagi MBR, yang salah satunya karena percepatan kolaborasi lintas sektor dan kerja apik stakeholder ekosistem perumahan,” ujar Komisioner Heru.
Baca Juga: Menteri PKP: Tukang Becak Pun Bisa Miliki Rumah Subsidi Lewat KPR FLPP
Memasuki 2026, BP Tapera memasang target penyaluran KPR FLPP sebanyak 285 ribu unit rumah dengan kebutuhan dana Rp37,1 triliun.
Pemerintah bahkan telah menyiapkan skema pencadangan pembiayaan investasi untuk membuka peluang peningkatan target hingga 350 ribu unit rumah.
“Sesuai dengan Nota Keuangan tahun 2026, Pemerintah juga mengalokasikan pencadangan pembiayaan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran FLPP di tahun depan,” pungkas Heru.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








