RealEstat.id (Jakarta) – Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dengan perhatian pada aspek sosial, budaya, dan lingkungan, Rumah Pertiwi (RuPe) hadir di Pameran Kriyanusa 2026.
Perhelatan besar yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ini berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), 26 – 30 September 2026.
Rumah Pertiwi (RuPe) sendiri bermakna Rumah Ibu Bumi, yakni ruang yang mempertemukan manusia, budaya, alam, dan karya.
RuPe diinisiasi oleh Pertiwi Indonesia, perkumpulan perempuan yang mendorong pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan, dan pelestarian budaya Nusantara.
Melalui RuPe, Pertiwi Indonesia mendukung pemberdayaan perajin dan UMKM sekaligus memperluas apresiasi terhadap kriya Nusantara.
Baca Juga: Rumah Pertiwi (RuPe) Usung Keindahan Kain Tenun Ulap Doyo di KriyaNusa 2024
Tema yang dihadirkan RuPe di Kriyanusa 2026 diwujudkan melalui upcycled material, yaitu material sisa yang aman dan layak guna untuk diolah kembali menjadi karya bernilai.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya RuPe menghadirkan karya kreatif yang menghargai sumber daya sekaligus memiliki nilai fungsi dan estetika.
Bagi RuPe, kolaborasi menjadi bagian penting dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan produk kreatif Indonesia.
Sejalan dengan semangat tersebut, dukungan turut diberikan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bagi kehadiran RuPe sebagai ruang bagi perajin dan UMKM untuk memperkenalkan karya kriya kepada masyarakat.
Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus mendorong pelestarian budaya Nusantara.
Putri Kus Wisnu Wardani, Dewan Penasehat Pertiwi Indonesia mengatakan, keberlanjutan bukan hanya tentang material, tetapi bagaimana sebuah karya terus memiliki kehidupan dan makna.
“Material sisa dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Inilah yang kami maknai sebagai second life atau kehidupan kedua,” ujarnya.
Bagi RuPe, keberlanjutan juga berarti menjaga kekayaan budaya Nusantara agar tetap relevan dalam kehidupan masyarakat masa kini.
Kriya Nusantara tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga bagian dari ekonomi kreatif yang dapat berkembang melalui inovasi desain, peningkatan kualitas, dan kolaborasi.
Dengan cara ini, perajin dan UMKM memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat dan pasar yang lebih luas.
Baca Juga: Angkat Tema ‘From Smart Village to Global Market’, INACRAFT 2026 Bidik Transaksi Rp102,5 Miliar

Tampilan booth RuPe tahun ini terinspirasi kekayaan budaya Sumatera Selatan melalui pendekatan desain modern dan berkelanjutan.
RuPe juga menghadirkan karya kriya berbahan daun Ulap Doyo khas Dayak Benuaq, Kalimantan Timur, Tenun Jelujur Pesawaran, Lampung, serta Tenun Baduy, dalam bentuk produk interior dan fesyen seperti runner meja, tas, hiasan dinding, dan lilin beraroma berbahan alami.
Sementara itu, Ayu Heni Rosan, Dewan Pengawas Pertiwi menuturkan Kriya Nusantara memiliki nilai lebih dari sekadar produk.
Di dalamnya terdapat budaya, keterampilan perajin, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus peluang ekonomi.
“Ketika hadir dalam desain yang relevan dengan kehidupan masa kini, kriya dapat terus hidup dan berkembang,” ujar Ayu.
Baca Juga: Yayasan Kawan Lama Helat Program Aram Bekelala Tenun Iban untuk Penenun Kapuas Hulu
Pada kesempatan tersebut, Darariza Iswara Wahid, Ketua Panitia RuPe Kriyanusa 2026, mengatakan RuPe mempertemukan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan perajin.
“RuPe ingin menunjukkan bahwa kriya Indonesia memiliki cerita, identitas, dan potensi besar. Kekayaan budaya dapat diterjemahkan melalui desain modern tanpa kehilangan identitasnya,” ujarnya.
Melalui kehadirannya di Kriyanusa 2026, RuPe ingin mempertemukan perajin, UMKM, masyarakat, mitra, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan kriya Indonesia.
Sinergi berbagai pihak diharapkan membuat produk berbasis kekayaan budaya semakin dikenal, diapresiasi, dan memiliki peluang untuk berkembang.
Baca Juga: Tumbuh Seiring Kemajuan Teknologi, Desain dan Industri Kreatif Makin Diminati Milenial
RuPe pun diharapkan dapat menghubungkan kekuatan tradisi dengan kebutuhan dan gaya hidup masa kini.
Kehadiran RuPe menjadi bagian dari komitmen Pertiwi Indonesia dalam pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, pelestarian budaya, dan perluasan akses pasar produk kreatif Indonesia.
Dukungan juga hadir dari PT Telkomsel bersama berbagai pihak untuk memperluas apresiasi terhadap kriya Nusantara.
Dari bumi lahir sumber daya, dari budaya lahir identitas, dari tangan perajin lahir karya, dan melalui RuPe, cerita Indonesia terus hidup.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








