RealEstat.id (Jakarta) – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendukung penuh Program Gentengisasi Nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan rumah rakyat yang lebih layak, sejuk, dan berkualitas.
Hal ini diungkapkan Menteri PKP Maruarar Sirait dalam agenda Buka Puasa Bersama dan Rapat Gentengisasi bersama Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, serta para pengusaha genteng Sentra Jatiwangi, Jumat (27/2/2026).
“Program ini bukan charity. Ini program kualitas dan keberlanjutan. UMKM harus naik kelas, industrinya kuat, dan rumah rakyat tidak panas. Kita ingin multiplier effect-nya terasa. Masyarakat senang, industri tumbuh,” tegas Menteri PKP.
Baca Juga: Gelontorkan CSR Perumahan, Astra Komitmen Bangun dan Renovasi 3.250 Rumah MBR di 2026
Dalam pertemuan tersebut, tercapai kesepakatan harga genteng sebesar Rp4.300 per unit sampai di lokasi proyek untuk wilayah Jawa Barat.
Salah satu pengembang menyampaikan komitmen transaksi awal senilai sekitar Rp12,6 miliar dari satu pelaku usaha. Targetnya, transaksi perdana dapat direalisasikan pada awal April.
Lebih lanjut, Maruarar Sirait menekankan bahwa tantangan utama program ini adalah menjaga kualitas dan kapasitas produksi.
Genteng yang diproduksi harus memenuhi standar ketahanan minimal 15 tahun, tahan panas dan hujan, serta memiliki nilai estetika, termasuk pengembangan model flat untuk kebutuhan desain perumahan modern.
Baca Juga: Apa Itu Rumah Layak Huni: Pengertian, Syarat, dan Kriteria Menurut Regulasi di Indonesia
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman menyampaikan, untuk menjamin mutu, pemerintah daerah akan memfasilitasi proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Tahapan SNI meliputi proses permohonan, verifikasi, hingga audit, dengan pendampingan dari pemerintah provinsi agar pengusaha genteng dapat memenuhi standar secara menyeluruh,” tuturnya.
Sementara itu, dari sisi pembiayaan, BRI menyatakan kesiapan mendukung melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan peran BRI sebagai penghubung antara pengrajin genteng dan pengembang perumahan, sehingga ekosistem industri daerah dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Menteri PKP dan Gubernur Jawa Barat Sinkronkan Kebijakan Perumahan Berbasis Lingkungan
“Buyer sudah jelas, demand sudah ada. Yang penting kualitas dijaga dan produksinya cukup. BRI siap berada di tengah untuk memperkuat pembiayaan UMKM dan sektor perumahan,” ujarnya.
Program Gentengisasi juga terhubung dengan kebutuhan besar rumah subsidi dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat yang membutuhkan pasokan genteng dalam jumlah signifikan.
Dengan orkestrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, pengembang, dan pengrajin, Majalengka diproyeksikan menjadi salah satu sentra utama penyedia genteng nasional.
“Kita mulai dari Jawa Barat. Kalau ini berhasil, kita lanjut ke daerah lain seperti Jawa Tengah. Kuncinya kualitas, konsistensi produksi, dan komitmen bersama,” tutup Menteri PKP.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








