RealEstat.id

Perkuat Recurring Income, RISE Luncurkan Tiga Proyek Premium di Kuartal I 2026

Tahun 2026 menjadi momentum transformasi PT Jaya Sukses Makmur Sentosa, Tbk (RISE) menuju pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Jaya Sukses Makmur Sentosa taman dayu driving range RISE Tanrise realestat.id dok reccuring income 2026
Sentosa Taman Dayu Driving Range (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Surabaya) PT Jaya Sukses Makmur Sentosa, Tbk (RISE)—emiten properti yang memiliki portofolio residensial, kawasan industri, hingga proyek mixed-use TANRISE—mengawali tahun 2026 dengan memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang.

Perseroan kini semakin agresif mengembangkan aset-aset produktif di segmen lifestyle dan hospitality guna membangun sumber pendapatan berulang (recurring income) yang lebih kokoh.

Langkah strategis ini dirancang untuk menciptakan arus kas yang lebih stabil sekaligus meningkatkan nilai Perseroan secara berkelanjutan.

Melalui entitas usahanya, Tanrise Property, RISE meluncurkan tiga proyek premium yang berlokasi di Taman Dayu, Malang, dan Bali.

Baca Juga: RUPSLB RISE Setujui Peningkatan Modal Dasar Rp3 Triliun dan Pembagian Saham Bonus

Secara konsolidasi, ketiga proyek tersebut diproyeksikan menyumbang tambahan pendapatan sekitar Rp28 miliar per tahun, memperkuat struktur keuangan Perseroan ke depan.

Presiden Direktur PT Jaya Sukses Makmur Sentosa, Tbk, Budi Agusti, menegaskan bahwa tahun ini menjadi fase penting dalam perjalanan transformasi perusahaan.

“Tahun 2026 menjadi momentum transformasi RISE menuju pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima Realestat.id.

Dia mengatakan, Perseroan secara konsisten membangun mesin pendapatan berulang melalui proyek-proyek premium yang memiliki potensi jangka panjang.

“Fokus ini merupakan komitmen kami untuk memperkuat fundamental keuangan sekaligus memberikan nilai tambah nyata bagi seluruh pemegang saham,” ujarnya.

Baca Juga: Tancap Gas di 2026, RISE Siap Luncurkan Sejumlah Proyek Baru

Ekspansi Proyek Strategis

Salah satu proyek unggulan dalam ekspansi ini adalah Driving Range Taman Dayu yang diproyeksikan menjadi ikon baru di kawasan tersebut. Fasilitas berstandar internasional ini dijadwalkan melakukan soft opening pada 18 Maret 2026.

Dengan nilai investasi mencapai Rp37 miliar, driving range ini dilengkapi Trackman Technology asal Denmark serta sistem fully automatic tee-up, menjadikannya destinasi olahraga dan lifestyle kelas atas.

Di sektor hospitality, Solaris Villa Malang resmi beroperasi pada 10 Februari 2026. Proyek ini menghadirkan 14 unit villa eksklusif di kawasan pegunungan Malang yang dikenal dengan lanskap alamnya yang asri. Solaris Villa Malang ditargetkan memberikan kontribusi pendapatan sekitar Rp3 miliar per tahun.

Sementara itu, Solaris Villa Bali dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Maret 2026 di kawasan strategis pariwisata Pulau Dewata. Membidik wisatawan mancanegara serta segmen long-stay traveler, proyek ini diproyeksikan menyumbang pendapatan sekitar Rp5 miliar per tahun.

Baca Juga: RISE Siap Bagikan Saham Bonus, Investor Berpotensi Dapat Jatah Besar Awal 2026

Realisasi Saham Bonus

Selain ekspansi bisnis, RISE juga merealisasikan aksi korporasi berupa pembagian saham bonus pada 9 Februari 2026, sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 8 Januari 2026.

Perseroan membagikan saham bonus dengan nilai total Rp525,36 miliar, menggunakan rasio 25 saham lama berbanding 12 saham bonus.

Manajemen menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk apresiasi atas kepercayaan investor sekaligus upaya meningkatkan likuiditas perdagangan saham RISE di Bursa Efek Indonesia.

Perseroan juga menegaskan bahwa fluktuasi harga saham yang terjadi setelah distribusi saham bonus merupakan dinamika pasar yang wajar dalam proses penyesuaian dan pembentukan harga keseimbangan baru.

Kondisi tersebut tidak mencerminkan perubahan fundamental, yang justru semakin menguat seiring peluncuran proyek-proyek baru dan penguatan portofolio pendapatan berulang.

“RISE tetap berfokus pada pengembangan bisnis inti serta penyelesaian berbagai proyek strategis lainnya guna memastikan target pertumbuhan 2026 dapat tercapai secara optimal,” tutup Budi Agusti.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait