RealEstat.id (Tangerang) – Di tengah eskalasi ketidakpastian global, pelaku industri furnitur Indonesia terus memperkuat daya saing melalui inovasi desain produk.
Hal ini terlihat dari penyelenggaraan tiga ajang bergengsi, yakni interzum jakarta, International Hardware Fair Indonesia (IHF Indonesia), dan IFFINA+ powered by imm cologne yang berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang, Banten.
Ajang besutan Nine Koeln Indonesia yang berkolaborasi dengan Asosiasi Industri Permebelan dan
Kerajinan Indonesia (ASMINDO) ini menghubungkan sisi hulu dan hilir industri furnitur melalui satu platform yang sama.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa industri furnitur Indonesia mencatat pertumbuhan 11,82% dan telah mencatatkan surplus dagang sejak 2021.
Baca Juga: IFFINA+ Ingin Bawa Indonesia sebagai Pusat Tren Furnitur Global
“IFFINA 2026 menjadi sarana strategis untuk memperluas pasar serta mempererat hubungan langsung dengan buyer internasional,” kata Airlangga dalam kata sambutan virtualnya saat pembukaan, Kamis (24/09/2026).
Menurut Airlangga, peluang peningkatan ekspor masih terbuka, terutama dengan dukungan bahan baku kayu dan rotan, kapasitas industri, serta keberadaan pelaku usaha kecil dan menengah.
Menghubungkan dari Hulu hingga Hilir

Managing Director dan Regional President Asia-Pacific Koelnmesse, Mathias Kuepper mengatakan bahwa rantai industri ditampilkan secara lebih terintegrasi dari hulu ke hilir.
Mulai dari material dan komponen, dan peralatan, hingga produk furnitur serta solusi interior.
“Kami membangun platform yang lebih terintegrasi dan menghubungkan rantai nilai furnitur, mulai dari material
hingga produk jadi,” terang Kuepper.
Baca Juga: TOMEI By FORME Merk Furniture Baru untuk Kalangan Anak Muda yang Dinamis dan Ekspresif
Berdasarkan data dari penyelenggara, sebanyak 500 exhibitor berpartisilasi dalam gelaran ini.
Peserta pameran furnitur tersebut datang dari Tiongkok, Hong Kong, Singapura, India, Turki, dan Taiwan.
Dengan dukungan Hosted Buyer Programme serta Business Matching, penyelenggara menargetkan sekitar 15.000 orang akn mengunjungi pameran ini.
Pentingnya Membangun Daya Saing
Sementara itu Ketua Umum ASMINDO, Dedy Rochimat menekankan pentingnya membangun daya saing produk furnitur di pasar global.
Menurut Dedy, Indonesia punya modal besar, sumber daya, craftsmanship yang tidak dimiliki banyak negara, serta desainer dan entrepreneur kreatif.
Baca Juga: Ikons dan Arpose Rilis Staple Collection, Furnitur Timeless Bergaya Avant-Garde
“Oleh karena itu, kami siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan measurable
economic impact bagi Indonesia.” tandas dia.
Tak hanya pameran produk furnitue saja. Selama pameran berlangsung, pengunjung juga dapat mengikuti IFFINA+ Talks, Experience Lab, 100+ Designers Club.
Terdapat pula berbagai program
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








