RealEstat.id (Jakarta) – Kendati kondisi ekonomi membuat pelaku bisnis harus lebih berhati-hati, namun minat ekspansi pelaku usaha ritel di Jabodetabek semakin menguat.
Riset yang dilakukan Colliers memperlihatkan bahwa pasar ritel Jabodetabek saat ini juga menunjukkan kombinasi yang menarik antara merek internasional yang baru masuk dan lokal Indonesia yang semakin berkembang.
Tidak hanya dari barat, belakangan juga terlihat peritel China dan Jepang mulai hadir, terutama di segmen gaya hidup, hobi, dan F&B.
Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia mengatakan, kondisi ini sangat mungkin mencerminkan perubahan geopolitik dan ekonomi yang meluas.
Baca Juga: Tren Ritel Jakarta 2026: Konsep Open-Air dan Tenant Relevan Jadi Kunci Sukses
“Saat ini semakin banyak perusahaan Asia memprioritaskan ekspansi ke wilayah Asia Tenggara, terutama Indonesia yang muncul sebagai destinasi utama dengan cakupan pasar dan populasi yang besar,” tuturnya.
Meskipun minat dari merek internasional tinggi, merek lokal justru semakin berkembang dengan beradaptasi terhadap konsumen yang kini semakin sensitif terhadap harga.
“Merek lokal Indonesia semakin memperkuat posisinya dengan menawarkan produk berkualitas dengan harga yang kompetitif, sekaligus membangun identitas yang kuat dan relevan dengan pasar lokal,” kata Ferry.
Riset yang dilakukan Colliers Indonesia memperlihatkan adanya perubahan dalam cara peritel memanfaatkan ruang fisik.
Banyak yang kini memilih untuk menambah jumlah sekaligus memperbesar ukuran tokonya agar bisa menghadirkan konsep yang lebih “berbasis pengalaman” bagi pengunjung, yaitu:
Baca Juga: Tenant Global Kuasai Ritel Premium Jakarta, Kelas Menengah Bertahan dengan Strategi Baru
Gaya Hidup
Konsep yang berkaitan dengan gaya hidup sehat, aktivitas sosial, dan hiburan semakin banyak bermunculan dan mulai menjadi daya tarik utama di mal.
Fasilitas Rekreasi
Mal juga semakin sering menghadirkan fasilitas olahraga seperti padel, bowling, hingga indoor go-kart untuk memperkuat posisinya sebagai rekreasi.
Durasi Kunjungan
Perpaduan antara kuliner, fashion, dan area interaktif dirancang untuk membuat pengunjung betah lebih lama di mal dan mendorong mereka untuk datang kembali.
Di masa mendatang, pasar ritel Jabodetabek diperkirakan akan melihat masuknya lebih banyak merek global yang melakukan debut di Indonesia.
Namun, untuk bisa berkembang di pasar yang semakin kompetitif, peritel perlu tetap fleksibel dan cepat beradaptasi dengan perubahan pasar.
Baca Juga: Pasokan Masih Terbatas, Pusat Perbelanjaan di Jakarta Diminati Peritel Asal China
Ferry menambahkan, peritel perlu terus memperkuat posisi merek, meningkatkan efektivitas pemasaran, serta memperkuat upaya menjaga loyalitas pelanggan.
“Di saat yang sama, mereka juga perlu menyesuaikan diri dengan ekspektasi konsumen yang terus berkembang, terutama dalam hal pengalaman omnichannel dan keberlanjutan,” terangnya.
Ferry Salanto optimistis, dengan didukung faktor demografi, sektor ritel Indonesia tetap menawarkan potensi jangka panjang yang terus menguat.
“Ke depannya, keberlangsungan bisnis peritel masih akan dipengaruhi oleh kolaborasi yang erat antara peritel dan pengelola mal,” pungkasnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








