RealEstat.id (Tangerang) – Paramount Land menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Pengembang kawasan terpadu (township) tersebut membidik pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp5,5 triliun hingga akhir tahun, seiring proyeksi membaiknya kondisi ekonomi dan pasar properti nasional.
Presiden Direktur Paramount Land, M Nawawi mengungkapkan, kinerja awal tahun 2026 menjadi sinyal positif. Dalam dua bulan pertama, Paramount Land telah meraup marketing sales senilai Rp500 miliar.
“Capaian ini menjadi pijakan penting setelah sepanjang tahun lalu perusahaan membukukan 95% dari target yang direvisi menjadi Rp4,5 triliun,” tuturnya kepada awak media, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga: Masuki Usia ke-20, Paramount Land Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Kota Berkelanjutan
Dia mengakui, sebelumnya target marketing sales Paramount Land sempat dipatok Rp6,5 triliun pada 2025, namun di tengah jalan mesti disesuaikan lantaran dinamika pasar.
Lebih lanjut, M. Nawawi mengatakan, Semester I 2025 merupakan periode yang menantang bagi industri properti.
Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk lebih selektif dalam meluncurkan produk baru. Sejumlah proyek yang sebenarnya telah disiapkan dari sisi desain dan perencanaan terpaksa ditunda peluncurannya.
“Di Semester I tahun 2025 lalu ada beberapa produk yang kami batalkan peluncurannya, karena belum menemukan momentum yang tepat untuk dirilis. Bisa jadi karena belum sesuai dengan selera pasar,” ujarnya.
Baca Juga: Hunian di Kota Mandiri Kian Diminati Milenial, Momentum Positif Bagi Paramount Gading Serpong
Terbatasnya peluncuran produk tahun lalu juga dipengaruhi belum beroperasinya akses tol langsung (direct toll access) menuju kawasan Paramount Petals di Curug, Tangerang.
“Infrastruktur ini kami nilai krusial dalam mendongkrak daya tarik dan nilai investasi kawasan,” jelas Awi, sapaan akrab M. Nawawi.
Saat ini, pembangunan fisik akses tol langsung di Jalan Tol Jakarta–Tangerang KM 25 telah memasuki tahap akhir melalui Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasional (ULO).
Pengujian dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), mencakup pemeriksaan perkerasan jalan, struktur pelengkap, lajur tol, jarak pandang, akses kawasan, hingga fasilitas keselamatan seperti penerangan, marka, rambu, CCTV, dan dynamic message sign (DMS).
Baca Juga: Akses Tol Jakarta-Tangerang KM 25 Segera Beroperasi, Prospek Paramount Petals Kian Menjanjikan
“Pertengahan tahun ini jalan tol akan mulai beroperasi. Setelah itu kami akan meluncurkan hunian premium di Paramount Petals dengan harga di atas Rp3 miliar,” jelas Nawawi.
Selain menggenjot penjualan properti residensial, Paramount Land juga memperkuat strategi diversifikasi pendapatan melalui recurring income.
Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan berulang sekitar 3% per tahun, dengan kontribusi saat ini mencapai sekitar 19% dari total pendapatan.
“Sumber recurring income tersebut berasal dari sektor hotel, rumah sakit, ritel, dan mal, yang diharapkan menjadi penopang kinerja jangka panjang di tengah siklus pasar properti,” pungkasnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








