RealEstat.id

Lahan 20 Hektare di Meikarta Jadi Lokasi Rumah Susun Subsidi, Strategis dan Dekat Kawasan Industri

Lahan 20 hektare di Meikarta diproyeksikan menjadi kawasan rumah susun berskala besar yang terintegrasi dengan fasilitas sosial dan umum.

lahan rumah susun rusun meikarta kementerian pkp realestat.id dok
Lahan di kawasan Meikarta yang akan dipergunakan sebagai Rumah Susun (Foto: Dok. Kementerian PKP)

RealEstat.id (Bekasi) – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung dua lokasi strategis dengan total luas lahan mencapai 20 hektare yang direncanakan untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Peninjauan ini menjadi langkah konkret Kementerian PKP dalam mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya di kawasan perkotaan dan penyangga industri.

Dua bidang lahan yang disurvei masing-masing berada di Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, dan Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, dengan luas sekitar 10 hektare per lokasi.

Secara keseluruhan, lahan di Meikarta tersebut diproyeksikan menjadi kawasan rumah susun berskala besar yang terintegrasi dengan fasilitas sosial dan umum.

Baca Juga: Menteri PKP Panggil James Riady, Tuntaskan Pengaduan Konsumen Apartemen Meikarta

“Hari ini saya datang sesuai dengan komitmen kami, bahwa kita akan membangun rumah susun subsidi di Meikarta. Bersama Dirjen dan tim, kami melakukan survei langsung di dua titik. Selanjutnya, data teknisnya akan dilengkapi,” ungkap Maruarar saat peninjauan, Sabtu (17/1/2026).

Menurut dia, lahan 20 hektare ini memiliki nilai strategis tinggi karena berada dekat dengan pusat aktivitas ekonomi dan kawasan industri.

Jarak dari lokasi ke kawasan industri terdekat hanya berkisar 2 km – 2,5 km, sehingga dinilai ideal untuk MBR yang bekerja di sektor manufaktur dan jasa di wilayah Cikarang dan sekitarnya.

Maruarar menuturkan, kedua lokasi memiliki potensi yang strategis untuk dikembangkan karena berada di kawasan dengan akses transportasi yang baik dan berdekatan dengan kawasan industri.

“Kalau dari sini ke kawasan industri kira-kira 2,5 kilometer, sementara titik pertama sekitar 2 kilometer. Jadi menurut saya lokasinya bagus,” ujarnya.

Baca Juga: Lippo Group Kembalikan Dana 13 Konsumen Meikarta, Begini Komentar Menteri PKP

Menteri PKP juga menegaskan pentingnya memastikan kelayakan hunian dengan mempertimbangkan jarak ke fasilitas publik utama.

“Saya juga minta dipetakan seberapa jauh ke tempat ibadah, sekolah, pasar, dan rumah sakit. Empat hal itu penting, termasuk akses transportasinya,” tuturnya.

menteri pkp tinjau lahan rumah susun rusun meikarta realestat.id dok
Menteri PKP, Maruarar Sirait (kiri), meninjau langsung lahan yang akan dijadikan lokasi Rumah Susun (Rusun) di Meikarta, Sabtu, 17 Januari 2026. (Foto: Dok. Kementerian PKP)

Dia menjelaskan, di atas lahan sekitar 10 hektare tersebut, rencananya akan dibangun sekitar 18 tower rumah susun lengkap dengan fasilitas penunjang seperti sekolah, klinik, taman bermain, dan fasilitas olah raga, agar benar-benar menjadi lingkungan yang layak huni.

“Saya ingin rusun subsidi ini menjadi contoh yang baik bagaimana masyarakat berpenghasilan rendah bisa mendapatkan fasilitas yang layak. Kita berusaha mencari terobosan-terobosan,” kata Maruarar.

Baca Juga: Menteri PKP Desak Pengembang Apartemen Meikarta Ganti Kerugian Konsumen

Menteri PKP menegaskan, seluruh proses pembangunan akan dilakukan sesuai aturan dan prinsip kehati-hatian, termasuk memastikan status lahan yang digunakan bukan merupakan lahan sawah.

“Kalau sawah tentu tidak boleh digunakan. Itu sudah pasti,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan, termasuk dengan pemerintah daerah dan pihak swasta.

“Saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden dan Ketua Satgas Perumahan Pak Hashim. Kami akan bergerak cepat dan pastikan semua sesuai aturan,” jelasnya.

Sebagai verifikasi lanjutan, imbuh Maruarar, Rabu atau Kamis depan dia akan bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Gedung Sate.

Baca Juga: Temui Bos Lippo, Menteri PKP: Masalah Meikarta Harus Selesai Juli 2025

Dia menambahkan, tim dari Kementerian PKP tengah menyiapkan berbagai aspek pendukung mulai dari skema pembiayaan, legalitas, hingga desain bangunan.

“Semuanya disiapkan agar sesuai arahan Presiden Prabowo: bermanfaat bagi rakyat, negara, dan dunia usaha. Pegangan kami tiga itu,” ujar Menteri Maruarar.

Sebagai bagian dari percepatan penyediaan hunian layak, Menteri Maruarar juga mengungkapkan bahwa pekan depan pihaknya akan melanjutkan survei ke beberapa lokasi lain bersama pengembang berbeda.

“Kita akan terus bergerak cepat agar tahun ini ada terobosan yang nyata dan bermanfaat bagi rakyat,” pungkasnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait