RealEstat.id

Desain Rumah Nyaman dan Berkelanjutan Berpengaruh pada Kesehatan Mental

Mengawali tahun 2026 dengan desain rumah nyaman dan berkelanjutan membantu menciptakan hidup lebih tenang, sehat, serta penuh energi positif

Desain Rumah Nyaman dan Berkelanjutan-RealEstat.id
Ilustrasi hunian berkelanjutan yang mendukung interaksi keluarga dan kesehatan mental. (Foto: RealEstat.id)

RealEstat.id (Jakarta) – Desain rumah nyaman dan berkelanjutan menjadi fondasi yang mendukung kesehatan mental dan kualitas hidup bagi para penghuninya.

Dalam perspektif arsitektur modern, rumah tidak lagi hanya menyoal kekokohan struktur saja. Akan tetapi juga dari pengalaman ruang yang tercipta.

Rumah bukan sekadar tempat beristirahat secara fisik saja, melainkan juga merupakan ruang pembentukan karakter dan kesehatan emosional.

Menurut biro arsitektur asal Indonesia, Delution Architect, melalui website resminya menerangkan rumah sehat dan nyaman tercipta dari prinsp desain yang holistik.

Hal itu mencangkup tata ruang ergonomis; sirkulasi yang lancar; dan hunian yang dapat memberikan ketenangan jiwa.

Baca Juga: Diminati Milenial, Desain Rumah Pintar Adalah Masa Depan Industri Properti

Desain hunian yang mengusung keterbukaan visual, sirkulasi udara alami, serta pencahayaan yang optimal mampu menciptakan suasana yang menenangkan sekaligus sehat.

“Prinsip dasar desain rumah yang baik dapat memberikan ruang untuk aktivitas sehari-hari, mengoptimalkan ventilasi silang agar udara dapat bergerak bebas, dan memakai material alam,” terang Delution.

Desain Rumah Nyaman dan Berkelanjutan untuk Kualitas Hidup Lebih Baik

Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih (PT Cemindo Gemilang Tbk) menerangkan pentingnya hunian ideal untuk kesehatan mental-RealEstat.id
Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih. (Sumber: Istimewa)

Sementara itu Head of Marketing Semen Merah Putih, Nyiayu Chairunnikma mengatakan bahwa rancangan hunian memiliki keterkaitan erat dengan kualitas mental penghuninya.

“Rancangan rumah dengan mengedepankan pola interaksi yang baik, tentu bisa menghadirkan energi positif,” tutur Nyiayu dalam keterangan tertulis, Kamis (29/01/2026).

Nyiayu Chairunnikma menambahkan bila dari rumah sudah memiliki emosi yang baik, tentu penghuni akan lebih siap menghadapi tantangan di luar.

Baca Juga: Inovasi MPTree Semen Merah Putih Terbukti 16 Kali Lebih Efektif dari Pohon untuk Dekarbonisasi

Perpaduan ruang privat dan ruang komunal yang proporsional mendorong interaksi keluarga yang lebih hangat.

Hubungan yang harmonis antara rumah dan lingkungan sekitar—melalui taman, teras terbuka, atau area hijau—memberikan perlindungan psikologis yang sering kali tidak disadari, namun terasa nyata dalam keseharian.

Tak heran, di awal tahun 2026 banyak keluarga mulai menata ulang hunian sebagai bagian dari resolusi hidup yang lebih sehat.

Dari rumah yang kokoh secara fisik dan hangat secara emosional, tumbuh rasa aman, keseharian yang lebih positif, dan keberanian untuk melangkah optimistis menyongsong hari-hari yang akan datang.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait