RealEstat.id

Daun Karya Gelar Wealth Talk Economic Outlook 2026, Bahas Peluang Investasi Properti

Ekonomi 2026 diproyeksikan lebih stabil. Daun Karya membahas strategi investasi properti dan perencanaan keuangan melalui Wealth Talk.

Paparan Outlook ekonomi 2026 Indonesia dari Reinhard Suryanaga, Konsultan Investasi-RealEstat.id
Paparan Outlook ekonomi 2026 Indonesia dari konsultan investasi, Reinhard Suryanaga. (Sumber: Istimewa)

RealEstat.id (Tangerang) – Daun Karya Property menggelar Wealth Talk Economic Outlook 2026, membahas peluang investasi properti dan strategi keuangan bagi generasi muda.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika kebijakan moneter internasional, literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang

Founder Daun Karya Property, Kharolina Lesli menegaskan bahwa kepemilikan hunian tidak sekadar memenuhi kebutuhan tempat tinggal saja.

Melainkan juga menjadi bagian penting dari pengelolaan aset dan stabilitas finansial.

Baca Juga: Avani Breeze Residence Tawarkan Hunian ala Vila di Maldives untuk Generasi Muda, Harga Rp400 Jutaan Aja!

“Hunian merupakan salah satu instrumen perencanaan keuangan yang relatif aman,” kata Kharolina Lesli melalui keterangan resmi, Rabu (28/01/2026).

Melalui Wealth Talk ini, lanjutnya, Daun Karya ingin mendorong generasi muda untuk mulai merencanakan finansial sejak dini melalui kampanye #MulaiAmanDariMuda sejak tahun 2025.

Proyeksi Ekonomi Global dan Domestik 2026

Wealth Talk Economic Outlook 2026 Daun Karya Property-RealEstat.id
Acara Wealth Talk Economic Outlook yang diselenggarakan Daun Karya Property, pada Ahad (25/01/2026) di Tangerang, Banten. (Sumber: Istimewa)

Dalam acara Wealth Talk Economic Outlook 2026, Daun Karya menghadirkan seorang konsultan investasi yakni Reinhard Suryanaga.

Reinhard memaparkan proyeksi ekonomi global dan domestik berdasarkan data lembaga internasional seperti IMF dan World Bank.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi global pada 2026–2027 diperkirakan berada pada level moderat.

Baca Juga: Kepemilikan Rumah jadi Solusi Finansial untuk Gen Z ditengah Himpitan Sandwich Generation

Kebijakan moneter Amerika Serikat diproyeksikan lebih longgar, seiring potensi penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve dengan US rate di kisaran 3%–3,25%.

Melemahnya tekanan di pasar tenaga kerja AS turut menjadi faktor pendukung arah kebijakan tersebut.

Meski demikian, menurut dia investor tetap perlu mencermati risiko global seperti ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, dan dinamika pasar obligasi.

Peluang Investasi Properti

Untuk Indonesia, Reinhard menilai kondisi ekonomi 2026 relatif stabil. Inflasi diperkirakan tetap terkendali dalam target, dengan BI Rate di kisaran 4,25%–4,5%.

Kepercayaan konsumen mulai menunjukkan perbaikan, terutama pada pembelian barang bernilai besar, meski pemulihan daya beli masih berlangsung bertahap.

Dalam konteks investasi, sejumlah instrumen dinilai potensial pada 2026, antara lain emas, saham, dan properti.

Baca Juga: MRT Jadi Katalis, Pasar Properti Jabodetabek Diproyeksikan Tangguh di 2026

Properti tetap relevan sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang. Hal ini didukung stabilitas suku bunga dan kebutuhan hunian yang terus meningkat di kawasan penyangga Jakarta.

“Tahun 2026 membuka peluang pertumbuhan yang lebih baik. Namun, investasi tetap harus dilakukan secara selektif, dengan properti sebagai salah satu pilihan strategis,” kata Reinhard.

Insentif untuk Konsumen

Selain sesi edukasi, Daun Karya Property turut menghadirkan berbagai program insentif.

Mulai dari door prize, diskon pembelian unit Avani Breeze Residence dengan total nilai ratusan juta rupiah, hingga hadiah eksklusif bagi pemenang kontes scrapbook digital.

Aktivasi ini memperkuat engagement sekaligus mendorong keputusan pembelian di tengah momentum pasar yang mulai pulih.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait