RealEstat.id (Jakarta) – PT Bumi Serpong Damai, Tbk (IDX: BSDE), pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia dengan proyek unggulan BSD City, menetapkan target prapenjualan sebesar Rp10,00 triliun pada tahun buku 2026.
Target tersebut relatif sejalan dengan pencapaian prapenjualan tahun 2025, mencerminkan strategi pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan.
Direktur PT Bumi Serpong Damai, Tbk, Hermawan Wijaya menyampaikan bahwa target prapenjualan 2026 ditetapkan secara prudent dengan memperhatikan prospek industri properti 2026 serta pencapaian kinerja tahun 2025.
“Fundamental permintaan tetap terjaga, khususnya pada proyek-proyek township seperti BSD City dan kawasan penyangga Jakarta,” ungkapnya.
Komposisi Target Prapenjualan 2026
Dari total target prapenjualan 2026 sebesar Rp10,00 triliun, segmen residensial diproyeksikan menjadi penggerak utama target prapenjualan yang sebesar Rp5,00 triliun atau setara 50% dari target prapenjualan 2026.
Diikuti masing-masing segmen komersial sebesar Rp3,50 triliun atau setara 35% dan lain-lain sebesar Rp1,50 triliun atau setara 15% dari target prapenjualan 2026.
Baca Juga: Lewati Target, Bumi Serpong Damai (BSDE) Cetak Prapenjualan Rp10,04 Triliun di 2025
Segmen Residensial
Segmen residensial tetap menjadi kontributor terbesar dengan proyek BSD City sebagai proyek unggulan dari BSDE.
BSD City, township seluas hampir 6.000 hektare yang dikembangkan sejak 1989, merupakan bukti dari komitmen dan reputasi BSDE sebagai pengembang kelas perkotaan mandiri.
BSD City ditargetkan menyumbang prapenjualan sebesar Rp1,60 triliun (16% dari total target prapenjualan segmen residensial).
Disusul Nava Park dan Grand Wisata masing-masing berkontribusi sebesar Rp1,00 trilliun atau setara 10% dan Rp700 miliar atau setara 7% dari total target prapenjualan segmen residensial.
“Dengan proyeksi ini, BSD City tetap menjadi kontributor terbesar dibandingkan proyek residensial lainnya yang dikembangkan oleh BSDE,” terang Hermawan Wijaya.
Segmen Komersial
BSDE menargetkan prapenjualan segmen komersial sebesar Rp3,5 triliun (35% dari total target prapenjualan 2026).
Kawasan komersial BSD City diproyeksikan berkontribusi sebesar Rp1,80 triliun atau setara 18% dari target prapenjualan segmen komersial 2026.
Proyek lain yang diproyeksikan akan berkontribusi pada segmen komersial antara lain gabungan kawasan komersial di berbagai township di luar BSD City, serta Apartemen Southgate.
Masing-masing diproyeksikan akan berkontribusi sebesar Rp950,00 miliar (setara 10%) dan Rp200,00 miliar (setara 2%) dari total target prapenjualan segmen komersial 2026.
Baca Juga: Sinar Mas Land dan KAI Resmikan Stasiun TOD Jatake, Dorong Integrasi Kawasan BSD City
Segmen Lainnya
BSDE juga aktif menjalin kemitraan strategis melalui skema joint venture (JV). Sejumlah proyek yang telah berjalan antara lain Nava Park, Hiera dan The Zora.
Pada 2026, segmen lain-lain ini ditargetkan berkontribusi Rp1,50 triliun atau setara 15% dari total target prapenjualan 2026.
Dengan menggabungkan kontribusi ketiga segmen di atas terutama proyek-proyek yang berasal dari BSD City —diproyeksikan menyumbang lebih dari 60% terhadap keseluruhan target prapenjualan 2026, melalui penjualan produk yang sedang berjalan maupun peluncuran produk baru.
Hermawan menambahkan, BSDE terus mengembangkan BSD City sebagai kawasan perkotaan mandiri bernilai tinggi dengan menghadirkan produk residensial dan komersial berkualitas, serta menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai mitra untuk meningkatkan daya tarik BSD City sebagai kota mandiri yang hijau dan modern.
Selain itu, PT Suryamas Dutamakmur (Kode BEI: SMDM), Entitas Anak BSDE diproyeksikan berkontribusi sekitar 3,5% dari total target prapenjualan 2026.
“Kontribusi tersebut diproyeksikan berasal dari tiga proyek utama SMDM, yaitu Rancamaya, Royal Tajur dan Harvest City,” tuturnya.
Baca Juga: Kembangkan BSD City Tahap 3, Bumi Serpong Damai (BSDE) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah
Prospek Bisnis BSDE di 2026
Manajemen memandang prospek industri properti tahun 2026 tetap kondusif, didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, antara lain perpanjangan insentif PPNDTP 100% untuk rumah tapak dan apartemen siap huni hingga Rp5 miliar, serta kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas suku bunga dan relaksasi rasio LTV hingga 100%.
Konsumen juga dapat memanfaatkan program pemasaran nasional terbaru kami yang bertajuk “Royal Key”.
Berbagai keuntungan ditawarkan dalam program Royal Key, antara lain potongan harga hingga 26%, subsidi uang muka hingga 15 persen, free BPHTB, free biaya KPA, voucher furniture, hadiah konsumen, hingga voucher elektronik untuk periode tertentu.
Produk yang ditawarkan dalam produk Royal Key 2026 tersedia melalui skema hard cash maupun pembiayaan KPR/KPA/KPT Express. Program ini berkolaborasi dengan 22 bank rekanan.
“Kami melihat prospek 2026 tetap positif dengan dukungan kebijakan pemerintah yang suportif,” kata Hermawan Wijaya.
Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter ditambah dengan program pemasaran nasional kami “Royal Key” tersebut akan memperkuat daya beli masyarakat serta akses pembiayaan.
“Kami optimistis momentum ini dapat berlanjut dan mendukung pertumbuhan kinerja BSDE secara berkelanjutan,” tutupnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








