RealEstat.id (Tangerang) – PT Bumi Serpong Damai, Tbk (IDX: BSDE)—perusahaan pengembang yang menjadi pilar bisnis utama Sinar Mas Land—mencatatkan kinerja prapenjualan yang solid sepanjang tahun 2025.
Pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia dengan proyek unggulan BSD City ini sukses membukukan prapenjualan (presales) sebesar Rp10,04 triliun di 2025, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni Rp10 triliun.
Direktur PT Bumi Serpong Damai, Tbk, Hermawan Wijaya mengungkapkan, pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 3% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan prapenjualan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp9,72 triliun.
Baca Juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) Raih Prapenjualan Rp7,1 Triliun di Kuartal III 2025, 71% dari Target
“Hal ini sekaligus mencerminkan ketahanan kinerja BSDE di tengah dinamika pasar properti nasional, serta kuatnya permintaan terhadap portofolio produk BSDE yang beragam,” katanya, dalam keterangan tertulis.
Secara komposisi, segmen residensial masih menjadi kontributor terbesar prapenjualan BSDE dengan nilai mencapai Rp4,19 triliun atau setara 42% dari total prapenjualan 2025.
Capaian ini menunjukkan minat konsumen yang tetap kuat terhadap produk hunian, khususnya di kawasan kota mandiri yang memiliki fasilitas lengkap dan konektivitas yang baik.
Sementara itu, segmen komersial, yang mencakup ruko, kavling komersial, dan apartemen, memberikan kontribusi sebesar Rp3,73 triliun atau setara dengan 37% dari total prapenjualan 2025.
Baca Juga: Kembangkan BSD City Tahap 3, Bumi Serpong Damai (BSDE) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah
Selain itu, penjualan lahan kepada perusahaan patungan juga menjadi kontributor signifikan dengan nilai mencapai Rp2,13 triliun atau setara 21% dari total prapenjualan 2025.
Secara geografis, proyek-proyek yang berlokasi di BSD City masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 69% dari total prapenjualan 2025.
Capaian ini didukung oleh berbagai proyek unggulan, antara lain Nava Park, Hiera, The Armont Residences, Eonna, Terravia, serta klaster terbaru Vireya yang diluncurkan di BSD City.
Kontribusi signifikan juga berasal dari kawasan pengembangan lainnya, seperti Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur, yang mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi kawasan yang dijalankan BSDE.
Baca Juga: Gandeng Sinar Mas Land, MRT Jakarta Jajaki Pengembangan Jalur Lebak Bulus – Serpong
Lebih lanjut, Hermawan Wijaya menuturkan bahwa BSDE tetap optimistis terhadap prospek industri properti ke depan.
Stabilitas makroekonomi domestik yang terjaga, serta keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75%, memberikan kepastian bagi pasar, khususnya dalam menjaga suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap kompetitif.
“Kondisi ini diharapkan dapat terus mendukung daya beli masyarakat, memperkuat minat terhadap produk hunian, serta menjadi katalis positif bagi keberlanjutan kinerja pemasaran BSDE pada periode mendatang,” tutup Hermawan.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








