RealEstat.id (Singkawang) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI/Bank BNI) terus mempertegas komitmennya dalam memperluas akses hunian layak bagi masyarakat melalui partisipasi aktif dalam Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Singkawang, Kalimantan Barat.
Kegiatan yang digelar di Balaiurung Pemerintah Kota Singkawang pada Selasa (3/3/2026) tersebut menjadi momentum penting sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, dan sektor perbankan.
Dalam agenda tersebut, sebanyak 200 peserta dari BNI mengikuti rangkaian sosialisasi hingga akad pembiayaan, termasuk Kredit Pemilikan Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Secara keseluruhan, acara dihadiri 500 peserta yang terdiri atas 300 nasabah PNM dan 200 peserta dari BNI, mencakup pelaku UMKM, 48 pengembang perumahan, mitra toko bangunan, serta masyarakat calon penerima manfaat.
Baca Juga: Kredit Program Perumahan (KPP) Jadi Andalan Pemerintah Perluas Akses Pembiayaan Rumah MBR
Program kolaboratif ini dirancang untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mendorong penguatan ekonomi lokal.
Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, ekosistem pembiayaan perumahan diharapkan semakin inklusif dan berkelanjutan.
Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait; Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian; Wakil Kepala BPS, Sonny Harry Budiutomo Harmadi; Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie; serta anggota DPR RI, Lasarus, bersama pimpinan lembaga dan mitra strategis lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Senior Executive Vice President (SEVP) Commercial & SME BNI, Andy Yusdiman mengatakan sektor perumahan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: BP Tapera Jalin Sinergi dengan Bank Himbara Penyalur FLPP dan Tapera
“Sektor perumahan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan nasional. Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi fondasi bagi terbentuknya keluarga yang sejahtera, produktif, dan berdaya saing,” ujar Andy dalam keterangan tertulis.
Dia menegaskan, melalui program KPP dan FLPP, pemerintah menghadirkan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sebagai salah satu bank penyalur utama, BNI berkomitmen memperkuat implementasi program melalui peningkatan pemahaman produk di jaringan kantor, perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan pengembang, serta kolaborasi aktif dengan Kementerian PKP.
Menurut Andy, dampak program pembiayaan perumahan tidak hanya terbatas pada kepemilikan rumah, tetapi juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja dan penguatan rantai pasok sektor konstruksi serta UMKM di daerah.
Baca Juga: Dapat Pendanaan BNI, SURGE Bangun Jaringan Internet Terjangkau ke 40 Juta Rumah di Jawa
BNI juga menghadirkan dukungan layanan digital melalui aplikasi wondr by BNI yang memudahkan nasabah dalam pembayaran cicilan, transaksi, dan pemantauan kondisi keuangan secara aman dan cepat.
Menurut Andy, bagi BNI, program ini bukan semata tentang pembiayaan, melainkan tentang keadilan sosial dan pembangunan kesejahteraan melalui kepemilikan rumah yang layak.
“Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis target pembangunan tiga juta rumah dapat tercapai dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial yang berkelanjutan,” tukasnya.
Melalui kolaborasi ini, BNI optimistis sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan masyarakat dapat mempercepat realisasi hunian layak sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
“Upaya bersama tersebut diharapkan menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia,” pungkasnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








