Sentuh 6.000 Siswa, Samsung Tech Indonesia Tingkatkan Peluang Kerja

Program Samsung Tech Indonesia bertujuan memberikan pelatihan perbaikan alat-alat elektronik bagi generasi muda, khususnya siswa SMK di Tanah Air.

Ketersediaan lapangan kerja yang rendah selama pandemi menjadi tantangan bagi angkatan kerja lulusan SMK. Memahami pentingnya menyiapkan pondasi kualitas pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri, Samsung Electronics Indonesia (SEIN) menghadirkan Samsung Tech Institute. (Foto: Samsung Electronics Indonesia)
Ketersediaan lapangan kerja yang rendah selama pandemi menjadi tantangan bagi angkatan kerja lulusan SMK. Memahami pentingnya menyiapkan pondasi kualitas pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri, Samsung Electronics Indonesia (SEIN) menghadirkan Samsung Tech Institute. (Foto: Samsung Electronics Indonesia)

RealEstat.id (Jakarta) - Samsung Tech Indonesia (STI) mengumumkan program studi elektronik yang mereka gelar telah diikuti oleh 6.000 orang siswa SMK dan 150 guru di seluruh Indonesia.

Jumlah peserta pendidik Samsung Tech Indonesia tersebut diraih melalui kemitraan Samsung Electronics Indonesia dengan 70 sekolah kejuaran yang tersebar di Tanah Air.

Beroperasi sejak tahun 2013 dengan nama Rumah Belajar Samsung, program pendidikan Samsung Tech Indonesia bertujuan memberikan pelatihan perbaikan alat-alat elektronik bagi generasi muda, sehingga memiliki keterampilan tambahan untuk bersaing mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga: Samsung Electronics Rilis Dua Home Appliances Berteknologi Anyar

Mengutip dari siaran pers, Senin (12/4/2021) Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia mengatakan kualitas sumber daya manusia merupakan faktor mendasar yang perlu diperhatikan guna meningkatkan daya saing.

Ditambah, kondisi pandemi membuat pertumbuhan angkatan kerja kurang diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja.

Hal ini tentu menyebabkan angka tingkat pengangguran terbuka naik 1,84% menjadi 7,07%.

Baca Juga: Samsung Latih Guru Kuasai Coding untuk Dampingi Siswa Vokasi

"Dalam menghadapi persaingan keahlian tenaga kerja, pendidikan kejuruan dituntut untuk meningkatkan kualitas serta mengembangkan konsep pembelajaran," tutur Ennita.

Menyelenggarakan Samsung Tech Indonesia, tutur Ennita, Samsung ingin menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi yang dibutuhkan industri.

"Samsung Tech Indonesia memberikan kesempatan bagi para siswa untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta mampu memperbesar peluang kerja ketika mereka lulus," paparnya.

Baca Juga: Galaxy Ecosystem: Mengatur Berbagai Aktivitas Dalam Satu Genggaman

Pada tahun 2017 lalu, program ini disempurnakan dengan menyuguhkan tiga kurikulum yang terdiri dari kelas Home Appliances (HA), Audio Video (AV) dan Hand Held Product (HHP) untuk kelas 10, 11 dan 12.

Selain itu, Ia menerangkan pihaknya juga memfasilitasi siswa dan guru untuk melaksanakan praktek kerja lapangan industri di Samsung Service Center dan afiliasinya.

Tercatat 789 lulusan STI dari angkatan 2017 yang telah lulus di tahun 2020. Sebagian dari mereka sudah mendapatkan pekerjaan, baik sebagai teknisi maupun yang berhubungan dengan industri elektronik.

"Kami senantiasa ingin memotivasi generasi muda untuk tetap berprestasi. Bahwasanya menjadi lulusan SMK yang terampil dan kompeten, serta produktif, kelak dapat berdampak positif pada diri sendiri,” tutup Ennita.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Gedung Terminal St. John di Manhattan, New York (Foto: Dok. Cookfox Architects)
Gedung Terminal St. John di Manhattan, New York (Foto: Dok. Cookfox Architects)
Petugas Call Center Sharp Indonesia tengah melayani konsumen (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Petugas Call Center Sharp Indonesia tengah melayani konsumen (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Fasilitas SPBU Shell di Jakarta Garden City (Foto: Modernland Realty)
Fasilitas SPBU Shell di Jakarta Garden City (Foto: Modernland Realty)