RedDoorz Implementasikan Program Sertifikasi Kebersihan untuk Mitranya

Survei RedDoorz mencatat, 65% masyarakat Indonesia memilih unsur kebersihan sebagai faktor terpenting menginap di hotel setelah masa Covid-19.

Wisatawan mengecek sertifikasi “HygienePass”-di salah satu properti RedDoorz di Jakarta. (Foto: Istimewa)
Wisatawan mengecek sertifikasi “HygienePass”-di salah satu properti RedDoorz di Jakarta. (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) - RedDoorz, platform pemesanan dan manajemen hotel online di Asia Tenggara, mengumumkan bahwa telah terdapat 70 penginapan yang merupakan mitra mereka berhasil mendapatkan sertifikasi HygienePass.

Sertifikasi tersebut merupakan program kerja sama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), yang sengaja disediakan perusahaan aplikasi pemesenan hotel online itu untuk menghadirkan kenyaman para tamu hotel.

Melansir dari siaran pers, Senin (13/07/2020), RedDoorz menargetkan setengah dari total 1.400 propertinya akan tersertifikasi HygienePas.

Baca Juga: 5 Tips Dekorasi Rumah Sangat Sederhana Agar Tampil Menawan

Adil Mubarak, Vice President Operations RedDoorz, menyatakan seiring dengan dibukanya kegiatan ekonomi, permintaan akan perjalanan domestik semakin meningkat. Hal ini terlihat dari upaya masyarakat yang mulai merencanakan perjalanan di masa datang.

"Wisatawan kini melihat faktor kebersihan dan higienitas sebagai hal yang paling penting ketika melakukan pemesanan hotel di tengah pandemi Coronavirus," kata Adil.

Lebih lanjut dia berujar, hal ini tercermin dari hasil survei yang RedDoorz lakukan di Indonesia, terdapat 65% responden yang menyatakan kebersihan adalah faktor paling penting ketika melakukan pemesanan hotel.

Baca Juga: Signify Perluas Produk lampu UVC untuk Penuhi Permintaan Disinfeksi Covid-19

"Kami percaya bahwa kami mampu menerapkan standar pelayanan yang baik di masa setelah Covid-19 dalam hal higienitas dan sanitasi," katanya.

Adil mengharap, para pemilik properti mendapatkan manfaat dari program sertifikasi kebersihan bagi bangunan hotel mereka.

Sebelum mendapatkan sertifikasi HygienePass, mitra properti yang mengikuti program tersebut akan menjalani dua tahap audit secara komprehensif dari RedDoorz dan IAKMI.

Audit pertama dilakukan melalui teknologi digital yang khusus dikembangkan RedDoorz untuk HygienePass.

Baca Juga: Babak Baru Bisnis Perkantoran Sewa di Tengah Pandemi Covid-19

Mereka kemudian secara independen melakukan penelusuran terhadap setiap bangunan, sebelum memberikan sertifikasi kebersihan bagi hotel.

Adapun pemeriksaan meliputi pengukuran temperatur kepada karyawan hotel dan tamu; pelaksanaan metode kebersihan yang spesifik; serta penyediaan peralatan untuk melakukan disinfektan di berbagai area hotel.

Sementara itu, Dr. Hermawan Saputra, ahli kesehatan IAKMI berkomentar, program HygienePass merupakan upaya yang baik untuk membantu kondisi industri turisme dan pariwisata secara umum.

HygienePass juga terbuka bagi hotel di luar RedDoorz yang ingin mendapatkan sertifikasi untuk meningkatkan standar kebersihan dan sanitasi hotelnya.

Berita Terkait

Signify menghasilkan 84% pendapatan dari produk, sistem, dan layanan hemat energi. (Foto: Signify Indonesia)
Signify menghasilkan 84% pendapatan dari produk, sistem, dan layanan hemat energi. (Foto: Signify Indonesia)
Jajaran direksi generasi pertama dan generasi kedua Kenari Djaja di perayaan HUT ke-56, Senin, 1 Maret 2021.
Jajaran direksi generasi pertama dan generasi kedua Kenari Djaja di perayaan HUT ke-56, Senin, 1 Maret 2021.
Masterplan Subang Smartpolitan (Foto: Suryacipta.com)
Masterplan Subang Smartpolitan (Foto: Suryacipta.com)
Ganko Oyaji secara resmi membuka toko pertamanya di Indonesia, pada  Sabtu, (27/02/2021) lalu. (Foto: dok Ganko Oyaji Indonesia).
Ganko Oyaji secara resmi membuka toko pertamanya di Indonesia, pada Sabtu, (27/02/2021) lalu. (Foto: dok Ganko Oyaji Indonesia).