Recurring Income Meningkat, Pakuwon Jati (PWON) Cetak Laba Rp2,62 Triliun di 2024

Pendapatan berulang (recurring income) Pakuwon Jati di sepanjang 2024 berasal dari tiga sumber, yakni retail mall, office leasing, dan hospitality.

Pakuwon Mall Bekasi (Foto: Dok. Pakuwonjati.com)
Pakuwon Mall Bekasi (Foto: Dok. Pakuwonjati.com)

RealEstat.id (Jakarta) – Pengembang properti PT Pakuwon Jati, Tbk (PWON) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp6,67 triliun di sepanjang tahun 2024, atau naik 8% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp6,20 triliun.

Sementara itu, Laba Bruto Pakuwon Jati di 2024 tercatat sebesar Rp3,77 triliun, atau naik 11% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp3,40 triliun.

Di sisi lain, EBITDA Perseroan mencapai Rp3,58 triliun, atau naik 7% dibanding tahun sebelumnya yang menyentuh angka Rp3,36 triliun.

Baca Juga: Resmi Dibuka, Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Tenant Internasional dan Promo Menarik

"Laba Bersih tercatat yang disesuaikan mencapai Rp2,62 triliun di 2024, naik 14% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp2,29 triliun," ungkap Minarto Basuki, Direktur dan Corporate Secretary PT Pakuwon Jati, Tbk.

Dia menjelaskan, pendapatan bersih Pakuwon di tahun 2024 naik, terutama disebabkan oleh kenaikan recurring income sebesar 11% dibandingkan tahun lalu dari Rp4,67 triliun menjadi Rp5,19 triliun.

Pendapatan berulang ini berasal dari tiga sumber, yakni retail mall sebesar Rp3,43 triliun, naik 10% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp3,12 triliun.

Pendapatan office leasing sebesar Rp368 miliar, naik sebesar 21% dari tahun 2023 sebesar Rp304 miliar, serta pendapatan hospitality sebesar Rp1,38 triliun, naik 12% dibanding tahun lalu sebesar Rp1,24 triliun.

Baca Juga: Pakuwon Jati Gandeng The Ascott Limited, Kembangkan Mixed-Use Terbesar di Batam

Berdasarkan revenue per segment terbagi atas revenue dari: retail leasing (51%), hotel dan serviced apartment (20%), office leasing (6%)kondominium (11%), landed houses sales (11%), dan office sales (1%).

Pakuwon Jati mencatatkan marketing sales sebesar Rp1,55 triliun di 2024, atau naik 16% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,34 triliun.

Penjualan terutama diperoleh dari sejumlah unit apartemen di Pakuwon Mall Surabaya, Pakuwon Residences Bekasi, Eastcoast Mansion Surabaya, dan Kota Kasablanka Jakarta, serta penjualan unit rumah di township Grand Pakuwon dan Pakuwon City Surabaya.

Baca Juga: Kolaborasi Marriott dan Pakuwon Jati Kembangkan Lima Hotel Baru di Indonesia

PWON mencatat sekitar 59% dari total marketing sales Perusahaan yang berasal dari program insentif PPNDTP yang dicanangkan pemerintah sejak Kuartal IV 2023.

"Komposisi penjualan untuk tahun 2024 terdiri dari landed houses 46% serta condominium dan office sebesar 54%," ungkap Minarto Basuki.

Di sisi lain, imbuhnya, pengeluaran belanja modal (capex) untuk tahun 2024 yang telah dikucurkan PT Pakuwon Jati, Tbk mencapai Rp1,80 triliun.

"Dana ini digunakan untuk membiayai proyek konstruksi Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall tahap 3 Surabaya, serta pembelian tanah di Semarang dan area Pakuwon City Surabaya," tutup Minarto.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terkait

Para peserta Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 6. (Sumber: Samsung Electronics Indonesia)
Para peserta Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 6. (Sumber: Samsung Electronics Indonesia)
23 Paskal Bandung, salah satu pusat perbelanjaan milik PT Indonesian Paradise Property Tbk atau INPP. (Sumber: Booking.com)
23 Paskal Bandung, salah satu pusat perbelanjaan milik PT Indonesian Paradise Property Tbk atau INPP. (Sumber: Booking.com)
Lippo Mall Puri. (Foto: realestat.id)
Lippo Mall Puri. (Foto: realestat.id)