RealEstat.id

Rebana Metropolitan Jadi Magnet Investasi, Metland Kertajati Hadir dengan Konsep New City

Metland Kertajati merupakan kawasan hunian dan komersial modern yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan industri Rebana Metropolitan.

metland kertajati rebana realestat.id dok
Dari kiri ke kanan: Nitik Hening, Direktur Meetland; Anhar Sudradjat, Presiden Direktur Metland; Helmi Yahya; Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana; dan Wahyu Sulistio, Direktur Metland. (Foto: Realestat.id)

RealEstat.id (Majalengka) – Kawasan Cirebon–Patimban–Kertajati atau Rebana Metropolitan terus menunjukkan akselerasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Perkembangan ini ditopang oleh percepatan pembangunan infrastruktur, bertumbuhnya kawasan industri, serta meningkatnya minat investor yang melihat posisi strategis Rebana sebagai simpul logistik dan industri masa depan.

Kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, perluasan jaringan jalan tol, serta perencanaan kawasan yang terintegrasi semakin memperkuat proyeksi Rebana sebagai poros ekonomi dan industri unggulan.

Baca Juga: Metland Kertajati Hadirkan Hunian Modern Berkonsep New City di Majalengka

Hingga Kuartal III 2025, tercatat sebanyak 36 tenant industri telah beroperasi di Kawasan Rebana dengan total nilai investasi melampaui Rp25 triliun, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024.

Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmi Yahya, dalam paparannya pada kegiatan Media Gathering Metland Kertajati (13/12), mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kawasan Rebana melampaui rata-rata pertumbuhan Jawa Barat maupun nasional. Pada Kuartal III 2025, ekonomi Rebana tumbuh sebesar 5,53%.

“Majalengka menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan paling pesat. Laju pertumbuhan ekonominya pada Kuartal III 2025 (YoY) mencapai 8,07%, tertinggi kedua di Rebana, serta menyerap 18.933 tenaga kerja hingga kuartal III 2025, tertinggi di kawasan Rebana,” ujar Helmi Yahya.

Seiring pesatnya aktivitas industri dan investasi, kebutuhan akan hunian dan fasilitas penunjang di kawasan Rebana pun meningkat.

Baca Juga: Metland Raup Rp1,3 Triliun di Kuartal III 2025, Proyek di Cikarang dan Cibitung Bikin Penjualan Melejit

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Metropolitan Land Tbk (Metland/IDX: MTLA) pada akhir 2024 memperkenalkan Metland Kertajati, kawasan hunian dan komersial modern yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan industri Rebana.

“Kawasan industri yang berkembang tentu membutuhkan sarana tempat tinggal, baik hunian maupun hotel untuk long stay guest. Metland Kertajati hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Anhar Sudradjat, dalam sambutannya pada acara media gathering.

Lebih dari sekadar kawasan properti, imbuhnya, Metland Kertajati diharapkan mampu menghidupkan aktivitas Rebana Metropolitan sekaligus menjadi motor pertumbuhan baru. Kehadirannya memberikan energi segar bagi transformasi kawasan tersebut menuju pusat ekonomi modern di Jawa Barat.

Sementara itu, Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Nitik Hening, menjelaskan bahwa Metland Kertajati dikembangkan dengan konsep New City, yang memadukan hunian, pusat komersial, serta fasilitas publik terintegrasi.

metland kertajati rebana metropolitan realestat.id dok
Metland Kertajati (Foto: Dok. Realestat.id)

Baca Juga: Bergaya American Farm House, Metland Cikarang Rilis Klaster Derora Tahap 2

Fasilitas tersebut meliputi hotel, sarana pendidikan, layanan kesehatan, ruang terbuka hijau, hingga jaringan usaha yang saling terhubung.

Pada tahap pertama, Metland Kertajati membuka lahan seluas empat hektare melalui pengembangan Sava Terra, yang menghadirkan produk rumah tapak, ruko, serta rumah kos (rukos). Seluruh unit pada tahap ini telah terjual.

Saat ini, Metland tengah memasarkan Ruko Dharmawangsa untuk menghidupkan area komersial serta mempersiapkan Cluster Tanasultan, hunian premium dengan luas tanah mulai dari 160 m² hingga 256 m².

Cluster Tanasultan ditawarkan dengan harga mulai Rp2,7 miliar dan menyasar pasar masyarakat lokal yang menginginkan peningkatan kualitas hidup melalui hunian berkelas, tanpa harus berpindah jauh dari wilayah yang telah mereka kenal.

Baca Juga: Metland Menteng Rilis Ruko Conifera, Blok Komersial di Kawasan Strategis Paling Premium

Metland Smara Hotel Perkuat Jaringan Bisnis Perhotelan

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Wahyu Sulistio, memaparkan strategi penguatan bisnis perhotelan melalui Metland Hotel Group (MHG).

Seluruh hotel yang dikembangkan akan menggunakan nama Metland sebagai identitas utama, guna membangun kepercayaan, standar kualitas, dan loyalitas terhadap brand.

MHG menerapkan nomenklatur hotel berdasarkan klasifikasi bintang—mulai dari bintang tiga, empat, hingga empat plus—serta segmentasi hotel bisnis, resort, dan butik. Metland Smara menjadi nama untuk hotel bintang empat kategori bisnis (city hotel).

“Smara berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti cinta, yang kami terjemahkan ke dalam pengalaman menginap yang hangat, ramah, dan nyaman. Sama seperti Venya pada Metland Venya, yang juga berasal dari bahasa Sanskerta dan berarti dicintai,” jelas Wahyu.

Baca Juga: Cetak Laba Rp469 Miliar di 2024, Metland Incar Marketing Sales Rp2 Triliun Tahun Ini

Metland Smara Hotel Kertajati, yang telah beroperasi sejak 2021, merupakan bagian integral dari pengembangan Metland Kertajati.

Hotel ini menyasar kebutuhan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) serta akomodasi modern bagi korporasi dan pelaku industri di Kawasan Rebana yang terus bertumbuh.

Ke depan, nama Metland Smara akan digunakan untuk pengembangan hotel bintang empat Metland di berbagai lokasi strategis lainnya, termasuk rencana ekspansi di Bekasi.

“Saat ini MHG mengelola enam hotel milik Metland dan dalam waktu dekat akan bertambah menjadi delapan hotel, seiring pembangunan Metland Smara Bekasi dan Metland Marron Tomohon,” tutup Wahyu.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait