Rampung, Rusun Santri di Pekanbaru Serap Dana Rp6,1 Miliar

Rusun Pondok Pesantren Miftahul Huda Pekanbaru, menjadi tempat tinggal sekaligus tempat belajar para santri agar terbiasa hidup di hunian vertikal.

Rusun Santri Yayasan Luhur Amal Muli Pondok Pesantren Miftahul Huda, Pekanbaru, Riau, (Foto: Kementerian PUPR)
Rusun Santri Yayasan Luhur Amal Muli Pondok Pesantren Miftahul Huda, Pekanbaru, Riau, (Foto: Kementerian PUPR)

RealEstat.id (Pekanbaru) – Dirketorat Jenderal Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) menyelesaikan pembangunan rumah susun (Rusun) untuk para santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Pekanbaru, Riau. Rusun tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas meubelair sehingga para santri bisa fokus dan lebih bersemangat dalam belajar.

“Kami ingin generasi muda Indonesia termasuk para santri yang sedang me nuntut ilmu agama di pondok pesantren bisa menikmati hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah seperti Rusun. Adanya Rusun di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Pekanbaru ini, selain menjadi tempat tinggal juga dapat menjadi tempat belajar bagi para santri agar terbiasa hidup di hunian vertikal,” tutur Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR.

Baca Juga: Mulai Dibangun, Rusun Mahasiswa STT Real Batam Telan Anggaran Rp16,8 Miliar

Menurut Khalawi, pemerintah mendorong pembangunan Rusun untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada. Apalagi saat ini lahan untuk perumahan dan kawasan permukiman semakin semakin terbatas.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera III Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Zubaidi menyatakan, pembangunan Rusun untuk para santri tersebut dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Riau Balai P2P Wilayah Sumatera III.

“Saat ini proses pembangunan Rusun untuk santri di Yayasan Luhur Amal Muli Pondok Pesantren Miftahul Huda, pekanbaru, sudah selesai 100%. Meskipun dalam kondisi pandemi, progres pembangunan Rusun ini termasuk cepat dan kami harap para santri dapat menuntut ilmu lebih nyaman belajarnya dan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” harapnya.

Baca Juga: Rumah Khusus MBR di Kabupaten Rokan Hilir Siap Huni

Berdasarkan data Balai P2P Sumatera III, lokasinya pembangunan Rusun santri ini berada di Jalan Suka Karya, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau. Spesifikasi bangunan Rusun Yayasan Luhur Amal Muli Pondok Pesantren Miftahul Huda ini memiliki tipe barak mini setinggi tiga lantai.

Jumlah hunian sebanyak 21 unit dan akan dilengkapi dengan meubelair lengkap. Kontraktor pelaksana pembangunan adalah PT Razasa Karya dan Kosultan Manajemen Konsultan CV Fajar Bahri.

"Total anggaran pembangunan Rusun santri tersebut senilai Rp6,1 miliar. Rusun Ponpes ini juga dilengkapi dengan meubelair di setiap hunian berupa tempat tidur susun dan lemari agar santri tinggal membawa pakaian dan belajar agama dengan semangat," harapnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Bantu Pemkab Tanah Datar Lewat Program BSPS

Sementara itu, Ketua Yayasan Luhur Amal Muli Pondok Pesantren Miftahul Huda, H. Irzal Ahmad menyatakan, adanya bantuan Rusun dari Kementerian PUPR ini sangat sangat membantu para santri untuk dapat asrama yang baik dan sehat.

Pihaknya berjanji akan segera melakukan penghunian apabila proses pembangunan sudah selesai, apalagi jumlah santri yang ada saat ini cukup banyak.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang sudah membangun Rusun yang memiliki kualitas dan fasilitas yang baik. Kami berharap dengan adanya Rusun ini para santri bisa belajar dan beristirahat dengan nyaman," katanya.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Perumahan Pesona Prima 7 Rajamandala dikembangkan di lahan seluas 5 hektar dan akan merangkum sebanyak 442 unit rumah subsidi. (Foto: istimewa)
Perumahan Pesona Prima 7 Rajamandala dikembangkan di lahan seluas 5 hektar dan akan merangkum sebanyak 442 unit rumah subsidi. (Foto: istimewa)
Perumahan Subsidi (Foto: Kementerian PUPR)
Perumahan Subsidi (Foto: Kementerian PUPR)
Rusun ASN BPKP di Kupang, NTT (Foto: Kementerian PUPR)
Rusun ASN BPKP di Kupang, NTT (Foto: Kementerian PUPR)