Konten vs SEO, Mana yang Lebih Penting?

Sebagus apapun sebuah konten, jika tidak menggunakan kaidah SEO, akan sulit ditemukan di halaman pencarian dan tidak akan banyak dibaca orang.

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

RealEstat.id (Jakarta) - Di era digital marketing seperti sekarang ini, konten (content) dan SEO (search engine opimization) ibarat dua wajah di sekeping mata uang. Tak bisa dipisahkan dan sama-sama penting.

Sebagus apapun sebuah artikel, jika tidak ditemukan di halaman pencarian, maka artikel tersebut tidak akan banyak dibaca orang. Kecuali Anda bekerja di media-media mainstream: menulis apapun—meski tanpa SEO—tidak akan sulit ditemukan di Google SERP (search engine result page), bahkan di pejwan alias halaman terdepan.

Di sinilah manfaat SEO, yang bisa bikin artikel kita muncul di Google SERP saat user memasukkan kata-kata kunci (keywords). Memanfaatkan SEO di sebuah website baru dan belum dikenal memang memerlukan ketekunan, terutama saat ngoprek artikel. Keyword, link building, tagging, dan sebagainya, mesti diperhatikan satu per satu, supaya "setingan" SEO-nya oke—tentu saja tanpa harus mengubah alur dan makna sebuah tulisan.

Baca Juga: Catatan Iwan Sunito: Pelajaran untuk Bangkit dari Keterpurukan

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: lebih penting mana, konten atau SEO?

Memikirkan jawaban pertanyaan ini, saya malah teringat cerita seorang klien saya. Klien yang juga petinggi di sebuah brand property agent ternama ini mengaku pernah meminta seorang pakar SEO mengerjakan artikel untuk kantornya.

Beliau mengatakan: "artikel yang terlalu dioprek SEO-nya, malah jadi aneh dan enggak enak dibaca".

Hal serupa juga diungkapkan seorang konco lawas yang sekarang menjadi pejabat teras di perusahaan pengembang yang sudah go public. Dia menilai, banyak content writer yang tidak memiliki background jurnalis, sehingga lemah dalam merangkai logika tulisan—terutama jika harus dibebani menulis artikel yang SEO friendly.

Baca Juga: 8 Kompetensi Coaching Untuk Mempercepat Return on Investment (RoI)

Dalam hal ini saya terpaksa setuju dengan kawan saya ini. Pasalnya, beberapa tahun lalu, saya pun pernah mendapat order menulis beberapa artikel dari sebuah portal properti, dengan syarat lebih dari 1.000 kata dan harus memasukkan 30 keywords yang terdiri dari tiga kata—dan ketiga kata kunci tersebut harus ditulis berurutan, tidak boleh diacak di dalam satu kalimat. Modar! Begitu pikiran saya.

Pada akhirnya saya tetap menyerahkan "artikel aneh" tersebut—yang ternyata menurut mereka bagus—dan mengatakan "ini yang terakhir! I'm done with it."

Menurut saya pribadi, SEO ibarat penampilan dan outfit yang kita pakai ke tempat ramai, yang membuat kita mudah dikenali dan terlihat selalu eksis. Sementara, konten ibarat kepribadian asli kita yang baru diketahui setelah terjadi interaksi sebagai akibat dari eksistensi kita.

Artikel boleh eksis, tapi saat kualitasnya dinilai jelek, user bakal enggan kembali lagi. Kita tentu sudah mafhum website-website apa saja yang punya judul artikel click bait, misleading, atau kontennya banyak multipage enggak jelas.

Baca Juga: Kenali 6 Ciri Pemimpin yang Disukai Karyawan

Website-website macam ini pada akhirnya akan kalah jumlah pembaca dibanding website yang punya konten berkualitas. Ini terjadi pada sebuah website berita Tanah Air yang semula memiliki traffic tertinggi, tapi sekarang tersalip oleh website berita "saudaranya" yang sama-sama berada di bawah satu grup besar.

Jadi, lebih penting mana, SEO atau konten? Izinkan saya—yang memiliki background jurnalis—berkesimpulan bahwa konten tetap lebih penting dibanding SEO. Alasannya: target audience artikel dan konten yang kita tulis adalah manusia, bukan mesin pencari Google.

Selain itu, standar kualitas konten di sebuah website, sedari awal memang mesti diperhatikan. Sementara SEO bisa dipelajari, diperdalam, dan diperbaiki di kemudian hari, bahkan setelah konten dan artikel di website tersebut tayang.

Form is temporary, class is permanent.

Redaksi@realestat.id

Artikel ini ditulis oleh Anto Erawan, Chief Editor RealEstat.id.

Berita Terkait

Ristyan Mega Putra (Foto: dok. realestat.id)
Ristyan Mega Putra (Foto: dok. realestat.id)
F Rach Suherman (Foto: Dok. realestat.id)
F Rach Suherman (Foto: Dok. realestat.id)
F Rach Suherman (Foto: Dok. realestat.id)
F Rach Suherman (Foto: Dok. realestat.id)
Ristyan Mega Putra (Foto: dok. realestat.id)
Ristyan Mega Putra (Foto: dok. realestat.id)