Kinerja 3 Unit Bisnis Surya Semesta Internusa Masih Terdampak Pandemi

Di tiga kuartal pertama 2021, kinerja tiga unit bisnis PT Surya Semesta Internusa, Tbk, yakni properti, konstruksi, dan perhotelan, masih terdampak pandemi.

Foto: batiqa.com
Foto: batiqa.com

RealEstat.id (Jakarta) - Unit bisnis properti PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan pendapatan sebesar Rp273,6 miliar di sembilan bulan pertama 2021, atau turun 2,0% dari Rp279,1 miliar di periode yang sama tahun 2020.

Pendapatan tersebut berasal dari kawasan industri, biaya pemeliharaan, serta sewa komersial dan residensial. Demikian keterangan yang dinukil dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

PT Suryacipta Swadaya, yang merupakan bisnis utama Perusahaan, membukukan pendapatan sebesar Rp202,2 miliar di tiga kuartal pertama 2021, atau turun 14% dibandingkan Rp235,2 miliar di periode yang sama tahun 2020. Hal ini terutama disebabkan karena penjualan lahan yang turun -88,2% atau hanya Rp7,4 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp62,4 miliar.

Baca Juga: Surya Semesta Internusa Targetkan Penjualan Lahan 13,8 Hektar

SLP Karawang, di bawah PT SLP Surya Ticon Internusa, hingga 30 September 2021, memiliki total bangunan yang dapat disewa seluas 128.566 m2 atau 80,2% dari total lahan yang tersedia yaitu 160.255 m2. Tingkat hunian di sembilan bulan pertama 2021 sekitar 63,9%, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yakni 92,3%.

Sementara itu, PT TCP Internusa berhasil menjual 14 unit rumah di Edenhaus Simatupang senilai Rp96,2 miliar hingga 30 September 2021, sebanyak tujuh unit yang terjual, dengan nilai Rp41,3 miliar, telah diserahterimakan.

Edenhaus Simatupang sendiri merupakan cluster perumahan mewah yang terdiri dari 41 unit boutique homes yang mengusung konsep desain garden home resort dengan total nilai sekitar Rp300 miliar.

Baca Juga: Dapat Pinjaman USD35 juta, Surya Semesta Internusa Genjot Proyek Subang Smartpolitan

Di sisi lain, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), unit bisnis konstruksi PT Surya Semesta Internusa Tbk, pada sembilan bulan pertama tahun 2021 mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp1,02 triliun. Pendapatan ini turun 38,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang menyentuh angka Rp1,67 triliun.

NRCA juga berhasil membukukan laba bersih Rp16,2 miliar pada rentang Januari - September 2021 atau turun 75,3% dari laba bersih di periode yang sama tahun 2020, yakni sebesar Rp65,5 miliar.

Di sembilan bulan pertama 2021, Perseroan membukukan kontrak baru sebesar Rp1,49 triliun, atau naik 91,6% dibandingkan kontrak baru yang dicapai pada periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp780,2 miliar.

Proyek utama yang diperoleh adalah Akasa Apartement BSD Tangerang, Mayapada Chung Chung School 2 Surabaya, Parking Lot of Apartement Emerald Bintaro Tangerang, Paket 5 Theme Park Kotabaru Parahyangan Bandung, Biodegradable IKPP Serang, Pindodeli Extension, Pou Yuen Factory Cianjur, Subang Smartpolitan, FRC Indah Kiat Tangerang, Overpass Kadusirung 1 BSD, dan PT Solunova Kendal.

Baca Juga: Lokasi Strategis, Subang Smartpolitan Dilirik Puluhan Investor Asing

Masih terdampak pandemi Covid-19, unit bisnis perhotelan PT Surya Semesta Internusa Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp108,0 miliar di rentang Januari - September 2021, atau turun 39,2% dibandingkan Rp177,5 miliar di periode yang sama tahun 2020.

Tingkat hunian The Gran Melia Jakarta (GMJ) di tiga kuartal pertama 2021 hanya 17,2%, namun naik dibanding angka 15,0% di periode yang sama tahun 2020. Tarif kamar rata-rata (ARR) untuk sembilan bulan pertama 2021 berkisar USD59,4, turun dari USD82,7 pada periode yang sama tahun 2020.

Sementara itu, tingkat hunian Melia Bali Hotel (MBH) pada Januari - September 2021 sebesar 7,3%, turun dari 20,8% pada 9M20. Tarif kamar rata-rata Melia Bali Hotel berada di angka USD47,4, turun drastis dari USD109,9 di periode yang sama tahun 2020.

Tingkat hunian Jumana Bali Ungasan Resort (JBUR)—sebelumnya Banyan Tree Ungasan Resort—pada tiga kuartal awal 2021 berada di 5,4%, turun dari angka 14,7% di periode yang sama di tahun sebelumnya. Sedangkan untuk tarif kamar rata-rata, berkisar USD313,2, turun dari USD434,1 di sembilan bulan pertama tahun lalu.

Baca Juga: Suryacipta Gelar Groundbreaking Subang Smartpolitan

PT Surya Semesta Internusa Tbk saat ini memiliki BATIQA Hotels di delapan lokasi, yaitu BATIQA Hotel & Apartments Karawang, BATIQA Hotel Cirebon, BATIQA Hotel Jababeka, BATIQA Hotel Palembang, BATIQA Hotel Pekanbaru, BATIQA Hotel Lampung, BATIQA Hotel Darmo – Surabaya, dan BATIQA Hotel Jayapura.

Tingkat hunian BATIQA Hotels pada Januari - September 2021 tercatat sebesar 45,1%, sedangkan tarif kamar rata-rata sebesar Rp302.757. Tarif kamar rata-rata dan tingkat hunian hotel naik dibanding periode yang sama tahun 2020, masing-masng sebesar Rp300.912 dan 35,7%.

Pada April 2021, BATIQA Hotel Management (BHM) meresmikan BATIQA Hotel Jayapura. BATIQA Hotel Jayapura terletak di lokasi yang strategis, yaitu dekat dengan perkantoran, pusat perbelanjaan dan hiburan. Hotel ini memiliki 4 lantai dengan 72 kamar yang terdiri dari 57 kamar superior, 11 kamar deluxe, 2 kamar suite, dan 2 family suites.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Sentra vaksinasi Nuvasa Bay Batam (Foto: Dok. Sinar Mas Land)
Sentra vaksinasi Nuvasa Bay Batam (Foto: Dok. Sinar Mas Land)
Perwakilan Sharp Indonesia, Diknas, Guru dan Siswa SMKN 4 Bandung berfoto setelah penandatanganan kerja sama.
Perwakilan Sharp Indonesia, Diknas, Guru dan Siswa SMKN 4 Bandung berfoto setelah penandatanganan kerja sama.
John Riady, CEO PT Lippo Karawaci Tbk (Foto: Dok. LPKR)
John Riady, CEO PT Lippo Karawaci Tbk (Foto: Dok. LPKR)