Dukung Keberlanjutan Lingkungan, Samsung TV Terapkan 'Going Green'

Insiatif Going Green akan dijalankan melalui penggunaan eco-packaging serta hadirnya SolarCell remote control pada sebagian besar produk Samsung TV 2021.

Samsung mendesain remote control TV bertenaga cahaya, SolarCell. Remote control TV Samsung tersebut bisa mengisi daya dari sinar matahari, pencahayaan dalam ruangan, maupun pengisian daya lewat USB. (Foto: Samsung Electronics Indonesia)
Samsung mendesain remote control TV bertenaga cahaya, SolarCell. Remote control TV Samsung tersebut bisa mengisi daya dari sinar matahari, pencahayaan dalam ruangan, maupun pengisian daya lewat USB. (Foto: Samsung Electronics Indonesia)

RealEstat.id (Jakarta) - Samsung Electronics Indonesia mengumumkan inisiatif gerakan ekonomi berkelanjutan dan ramah lingkungan melalui program 'Going Green'.

Insiatif 'Going Green' akan dijalankan melalui penggunaan eco-packaging serta hadirnya SolarCell remote control pada sebagian besar produk Samsung TV 2021.

Melansir dari siaran pers, Selasa (04/05/2021), Yoonsoo Kim, Presiden Samsung Electronics Indonesia menerangkan perusahaannya berusaha menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua melalui inovasi produk.

Baca Juga: Samsung Rilis QLED 8K 2020, Ciptakan Desain Televisi Nan Imersif

Samsung TV 'Going Green' bertujuan memastikan produksi dan penggunaan TV yang berkelanjutan dengan cara mengurangi carbon footprint selama proses produksi.

Remote Control Bertenaga Cahaya
Lebih lanjut Kim menjelaskan bahwa inisiatif 'Going Green' diejawantahkan melalui lini produk Samsung TV terbaru.

Bila pada umumnya remote control televisi menggunakan baterai sekali pakai yang tergolong sulit terurai dan berpotensi menjadi limbah beracun. Kini Samsung mendesain remote control bertenaga cahaya, SolarCell.

"Remote control TV Samsung tersebut bisa mengisi daya dari sinar matahari, pencahayaan dalam ruangan, maupun pengisian daya lewat USB," terang Kim.

Baca Juga: Kisah Menarik Samsung Wujudkan Inovasi TV Layar Rotasi The Sero

Selain sumber daya bebas baterai sekali pakai, SolarCell remote control juga mengandung 24% material plastik daur ulang dari botol air bekas.

Dengan komposisi dan sumber energi ramah lingkungan, remote control ini dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebanyak 14.000 ton dan mengeliminasi penggunaan 99 juta baterai AAA selama tujuh tahun masa pakai TV.

Kurangi Limbah Kemasan
Di tengah trend TV dengan ukuran layar yang lebih besar, berdampak pula pada ukuran kemasan yang ikut membesar. Akibatnya, semakin besar pula carbon footprint yang ditinggalkannya.

Baca Juga: Galaxy Ecosystem: Mengatur Berbagai Aktivitas dalam Satu Genggaman

Yoonsoo Kim menuturkan pihaknya memilih untuk melawan arus. Mulai 2021, Samsung memperluas eco-packaging minimalis ke lebih banyak lini produk TV terbaru untuk mengurangi limbah secara signifikan.

"Penggunaan eco-packaging dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca sebanyak 10.000 ton setiap tahun," ucap Kim.

Selain mengurangi jejak carbon footprint, eco-packaging juga memberikan added value bagi material yang dulu dianggap barang bekas atau bahkan sampah.

"Hadir dengan dot design, kemasan minimalis Samsung TV dapat di daur ulang untuk membuat ragam project kreatif bersama keluarga, seperti mainan anak atau bahkan furnitur dan dekorasi rumah," tandas Kim.

Berita Terkait

Program Ketupat Lebaran Sinar Mas Land.
Program Ketupat Lebaran Sinar Mas Land.
Penandatanganan kerja sama Jababeka Residence dengan Bank UOB.
Penandatanganan kerja sama Jababeka Residence dengan Bank UOB.
Philips Smart Wi-Fi LED dengan WiZ Connected dari Signify untuk memulai Smart Home. (Foto: Signify Indonesia).
Philips Smart Wi-Fi LED dengan WiZ Connected dari Signify untuk memulai Smart Home. (Foto: Signify Indonesia).
Kantor pusat PT Intiland  Development, Tbk (Foto: RealEstat.id)
Kantor pusat PT Intiland Development, Tbk (Foto: RealEstat.id)