RealEstat.id (Tangerang) – Bagi masyarakat urban, commuting atau perjalanan rutin telah menjadi ritual wajib yang melingkupi kehidupan sehari-hari.
Namun di ibu kota Jakarta, mobilitas rutin ini identik dengan perjuangan menerobos kemacetan lalu lintas yang kerap menyita waktu serta menguras tenaga dan emosi.
Potret keseharian ini dikonfirmasi oleh data TomTom Traffic Index 2025, yang menempatkan tingkat kemacetan Jakarta di angka 59,8%.
Tak main-main, durasi waktu produktif pengemudi yang hilang di jalanan akibat terjebak macet menyentuh angka 125 jam per tahun, atau sebanding dengan lebih dari lima hari.
Realita pelik ini pada akhirnya membuat masyarakat beradaptasi dengan gaya hidup baru, termasuk bergesernya preferensi dan kriteria terhadap hunian impian.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Kota Mandiri, Paramount Petals Dorong Pertumbuhan Bisnis, UMKM, dan Investasi
Kini, faktor jarak ke pusat kota tak lagi menjadi pertimbangan utama dalam memilih rumah. Masyarakat kini lebih memprioritaskan kualitas lingkungan, ketersediaan fasilitas penunjang, serta kemudahan aksesibilitas dan konektivitas menuju berbagai destinasi penting.
Alhasil, wilayah penyangga seperti Tangerang Raya bertransformasi secara masif dari sekadar kawasan penopang menjadi new economic hub—sebuah kawasan terpadu yang mengintegrasikan tempat tinggal, pusat bisnis, dan akses transportasi.
Daya tarik Tangerang Raya sebagai kawasan hunian favorit terbukti dari berderetnya pembangunan infrastruktur fisik dan melesatnya angka demografi.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang, jumlah penduduk pada 2025 telah menyentuh kisaran 3,5 juta jiwa, tumbuh 2,8% yang didorong oleh angka kelahiran serta arus kedatangan warga baru.
Lonjakan populasi ini secara otomatis melambungkan tren permintaan pasar akan kawasan hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memiliki ekosistem perkotaan yang lengkap dan terintegrasi.
Baca Juga: Klaster Mimosa: Pesona Desain American Classic yang Elegan dan Tak Lekang Waktu di Paramount Petals

Akses Tol Langsung Paramount Petals
Menjawab tren dan kebutuhan pasar tersebut, Paramount Land mengembangkan Paramount Petals dengan mengedepankan perencanaan tata kota yang terintegrasi dan saling terkoneksi.
Melalui pengembangan kawasan hunian, komersial, fasilitas kota, serta infrastruktur yang menghubungkannya dengan berbagai pusat aktivitas di Jabodetabek, Paramount Petals menjadi kota mandiri di Barat Jakarta yang tidak hanya menawarkan tempat tinggal, tetapi juga pusat aktivitas bisnis yang mampu meningkatkan kualitas hidup.
Dibangunnya akses tol langsung Paramount Petals di KM 25 koridor Jakarta–Merak ruas Jakarta–Tangerang, menjadi bagian penting dari rencana besar konektivitas township ini.
Akses yang akan dibuka dalam waktu dekat ini menghubungkan Paramount Petals dengan berbagai destinasi, termasuk pusat kota Jakarta dan Bandara Internasional Soekarno–Hatta.
Pintu tol ini dilengkapi enam gerbang: tiga gerbang melayani arus lalu lintas dari Jakarta ke Paramount Petals dan Jalan Pasir Randu, sementara tiga gerbang lain melayani arus dari Paramount Petals menuju Jakarta.
Baca Juga: Paramount Petals Tingkatkan Konektivitas Kawasan, Nilai Properti dan Aktivitas Ekonomi Ikut Tumbuh
Akses tol Paramount Petals ini digadang akan mempermudah mobilitas warga Paramount Petals, serta diproyeksikan dapat mengurai kemacetan di arteri Bitung hingga 10%, atau setara dengan 19 ribu – 20 ribu kendaraan per hari.
Direktur Project Management Paramount Land, Cok Putra Tri Utama mengatakan, akses tol adalah salah satu proyek strategis yang menjadi tonggak penting pengembangan Paramount Petals.
Dia mengungkapkan, pembangunan fisik akses tol langsung Jakarta–Merak ruas tol Jakarta–Tangerang KM 25 yang dimulai pada Juli 2024, telah rampung pada awal 2026.
Saat ini, proyek modifikasi akses tol Paramount Petals telah memasuki tahap Pra Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO).
“Tahap selanjutnya, sebelum tol dibuka secara resmi untuk publik, dilakukan uji coba operasional dan evaluasi oleh pemangku kepentingan untuk memastikan akses tol ini memenuhi standar keamanan dan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” paparnya.
Baca Juga: Shuttle Bus Paramount Petals Resmi Beroperasi, Akses ke Jakarta dan Sekitarnya Makin Mudah

Komitmen ‘Growth is Certain’
Sesuai komitmen ‘Growth is Certain’, Paramount Petals terus mendorong pertumbuhan kota mandiri secara berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan infrastruktur dan konektivitas.
Sebagai upaya memperluas pilihan mobilitas penghuni dan masyarakat, Paramount Petals menghadirkan layanan shuttle bus rute Paramount Petals–Grogol dengan menggandeng White Horse Group melalui jaringan DayTrans.
Layanan ini memberikan alternatif perjalanan yang terhubung dengan berbagai moda transportasi publik lain, termasuk kereta komuter, TransJakarta, dan bus antarkota.
Peningkatan aksesibilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kota mandiri yang terintegrasi.
Dengan demikian, Paramount Petals tidak hanya menawarkan kenyamanan hunian, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan membuka peluang investasi.
Baca Juga: Paramount Petals Luncurkan Mimosa, Klaster Bergaya American Classic dengan Harga Mulai Rp1,6 Miliar
Paramount Petals kini telah memiliki tiga klaster yang telah terhuni, yaitu Aster, Canna, Gardenia, serta dua klaster yang sedang dalam pembangunan, yaitu Lily dan Mimosa.
Data dari bulan Juli 2026 memperlihatkankan bahwa kota mandiri baru ini telah membangun lebih dari 1.150 unit, menyerahterimakan lebih dari 1.000 unit, serta dihuni oleh lebih dari 700 kepala keluarga.
Sejalan dengan pengembangan township di Tangerang ini, berbagai fasilitas terus dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menunjang kualitas hidup penghuni, di antaranya Paramount Petals Community Club, Pasar Modern Paramount Petals, Bethsaida Clinic, dan lain-lain.
Melalui pengembangan yang berkelanjutan dan terintegrasi, Paramount Petals semakin memperkuat posisinya sebagai kota mandiri di barat Jakarta yang menawarkan keseimbangan hidup melalui konektivitas, kelengkapan fasilitas, dan lingkungan hunian yang nyaman.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








