Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Risiko Kebakaran Akibat Korsleting Listrik Tinggi, Schneider Electric Perkuat Kompetensi Instalatur

Program Electrician Academy 2026 Schneider Electric menargetkan 8.000 teknisi (instalatur) listrik untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi.
Schneider Electric Dukung Pemerintah Perkuat Kompetensi Teknisi dan Keselamatan Listrik melalui Electrician Academy-RealEstat.id
Peluncuran program Schneider Electric Electrician Academy 2026 untuk meningkatkan kompetensi dan sertifikasi teknisi listrik di Indonesia. (Sumber: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) – Schneider Electric memperkuat kompetensi teknisi (instalatur) listrik dan retailer dengan meluncurkan program Electrician Academy 2026.

Melalui kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian ESDM, Schneider memperluas akses pembelajaran bagi teknisi listrik tegangan rendah.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Ditjen Gatrik Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto mendukung pelaksanaan sertifikasi kompetensi hingga Level 3 bagi teknisi.

“Kami mendorong teknisi memperkuat pengalaman lapangan dengan pembelajaran dan uji kompetensi agar menerapkan standar keselamatan secara konsisten,” ungkap Eri melalui keterangan tertulis, Kamis (05/11/2026).

Baca Juga: Upaya Schneider Electric Edukasi Masyarakat Pentingnya Instalasi Listrik yang Aman

Komitmen Tingkatkan Kompetensi Teknisi Listrik

Berdasarkan data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta sebanyak 741 kejadian kebakaran dari total 1.467 kasus yang terjadi hingga 30 September 2026 dipicu faktor listrik.

Jumlah tersebut setara dengan 50,51% dari seluruh kejadian kebakaran.

Program Electrician Academy 2026 menghadirkan pembelajaran digital dan webinar yang lengkap dengan dukungan sertifikasi kompetensi dari Ditjen Gatrik.

Peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan mengikuti uji kompetensi sesuai bidang pekerjaannya.

Baca Juga: 5 Tips Cegah Kebakaran dan Sengatan Listrik Akibat Korsleting di Rumah

Sementara itu President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan mengatakan bahwa peningkatan kebutuhan listrik harus berjalan beriringan dengan kesiapan tenaga profesional dan keselamatan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk mengambil peran dalam mewujudkan hal tersebut,” ujar Martin.

Targetkan Ribuan Teknisi Listrik

Program yang telah berjalan sejak Juli 2026 ini menargetkan 9.500 peserta, terdiri atas 8.000 teknisi listrik dan 1.500 retailer, untuk mengakses seluruh modul pembelajaran.

Electrician Academy juga melanjutkan komitmen Schneider Electric melalui kampanye Gerakan Listrik Aman.

Baca Juga: Schneider Electric Pangkas Emisi Karbon 83%, Perkuat Target Keberlanjutan 2030

Pada 2025, kampanye tersebut menjangkau lebih dari 7.800 instalatur di 10 wilayah dan mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Pelatihan Instalatur Listrik Dengan Peserta Terbanyak”.

Mengusung visi “Dari Tukang Listrik jadi Ahli Listrik”, Schneider menargetkan program kompetensi ini dapat mendorong peningkatan profesionalisme tenaga teknis ketenagalistrikan.

“Kami ingin pengalaman lapangan mereka diperkuat melalui pembelajaran berkelanjutan dan sertifikasi yang relevan dengan pekerjaannya.” tandas Martin Setiawan.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait