RealEstat.id (Jakarta) – Indonesia menorehkan sejarah baru di pasar properti Arab Saudi. Melalui Danantara, Indonesia menjadi negara asing pertama yang memiliki aset properti di Thakher Makkah, kawasan perhotelan yang tidak jauh dari Masjidil Haram.
Momentum bersejarah ini ditandai dengan penyelesaian akuisisi aset perhotelan dan lahan pengembangan pada 19 Oktober 2026.
Nilai transaksi mencapai sekitar 2 miliar Riyal Saudi atau setara USD531 juta, dengan estimasi nilai sekitar Rp9,5 triliun.
Akuisisi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat investasi di sektor properti dan perhotelan, sekaligus membuka peluang pengembangan ekosistem layanan haji dan umrah bagi jemaah Indonesia.
Baca Juga: Ternyata, Dua Properti Termahal di Dunia Ada di Makkah, Kota Kelahiran Nabi Muhammad
Akuisisi Hotel dan Lahan Pengembangan
Danantara mengakuisisi Novotel Thakher Makkah, hotel dengan 1.461 kamar dan suite, serta 14 bidang lahan pengembangan seluas 44.088 meter persegi atau sekitar 4,4 hektare.
Kawasan Thakher Makkah berada sekitar 1,2 kilometer di utara Masjidil Haram. Lokasi ini memiliki nilai strategis bagi bisnis akomodasi, mengingat tingginya kebutuhan penginapan bagi jemaah haji dan umrah sepanjang tahun.
Kepemilikan hotel dan lahan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan portofolio aset properti di pasar internasional.
Selain mengandalkan pendapatan dari operasional hotel, lahan yang tersedia juga membuka ruang bagi pengembangan properti baru secara bertahap.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah investasi properti dapat mendukung kebutuhan layanan keagamaan, pariwisata, dan bisnis perhotelan dalam jangka panjang.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Tempat Kuliner di Riyadh yang Tawarkan Pengalaman Gastronomi
Rencana Tambahan 6.000 Kamar Hotel
Tidak berhenti pada akuisisi aset yang telah beroperasi, Danantara Indonesia juga merencanakan pengembangan fasilitas perhotelan baru di kawasan tersebut.
Rencana pengembangan itu mencakup pembangunan hotel dengan kapasitas sekitar 6.000 kamar tambahan serta pusat perbelanjaan dengan lebih dari 90 gerai.
Jika terealisasi, pengembangan tersebut berpotensi memperbesar skala bisnis perhotelan Indonesia di Makkah.
Penambahan kapasitas kamar juga dapat memperluas pilihan akomodasi bagi jemaah, terutama pada periode dengan tingkat permintaan tinggi seperti musim haji.
Dari perspektif industri properti, pengembangan ini menunjukkan pentingnya integrasi antara hotel, fasilitas komersial, dan layanan pendukung dalam membangun kawasan yang memiliki daya tarik ekonomi berkelanjutan.
Keberadaan pusat perbelanjaan juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi melalui penyewaan ruang usaha dan layanan ritel yang menyasar jemaah serta pengunjung.
Baca Juga: Cara Asyik Menikmati Tempat Wisata Terbaik di Jeddah, Ini Dia Rekomendasinya
Memperkuat Ekosistem Haji dan Umrah
Investasi properti di Thakher Makkah memiliki arti penting bagi Indonesia yang setiap tahun mengirimkan sejumlah besar jemaah ke Arab Saudi.
Selama ini, kebutuhan akomodasi jemaah Indonesia di Makkah lebih banyak terpenuhi melalui skema penyewaan hotel.
Kepemilikan aset perhotelan sendiri berpeluang untuk memperkuat akses terhadap kapasitas kamar dan meningkatkan kendali atas pengelolaan akomodasi dalam jangka panjang.
Hotel Novotel Thakher Makkah sendiri dapat menampung sekitar 4.400 jemaah selama musim haji. Kapasitas tersebut menjadi bagian penting dari potensi pemanfaatan aset untuk mendukung kebutuhan akomodasi jemaah Indonesia.
Meski demikian, manfaat investasi ini akan sangat bergantung pada pengelolaan aset, strategi operasional, tingkat okupansi, serta kemampuan mengoptimalkan pendapatan hotel di tengah dinamika pasar perhotelan Makkah.
Dengan demikian, keberhasilan investasi tidak hanya terukur dari nilai aset, tetapi juga dari kinerja operasional dan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Baca Juga: 7 Bangunan Ikonik di Arab Saudi dengan Arsitektur Terbaik dan Megah
Regulasi Baru Buka Peluang Investasi
Langkah Indonesia di Thakher Makkah juga berlangsung di tengah perubahan regulasi kepemilikan properti di Arab Saudi.
Aturan baru yang mulai berlaku pada Januari 2026 membuka peluang lebih luas bagi pihak asing untuk berinvestasi properti di negara tersebut, dengan tetap mengikuti ketentuan dan batasan yang berlaku.
Perubahan regulasi ini menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan pasar properti Arab Saudi.
Bagi investor internasional, peluang kepemilikan aset dapat membuka akses ke sektor perhotelan, properti komersial, dan pengembangan kawasan yang berkaitan dengan aktivitas pariwisata maupun keagamaan.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








