RealEstat.id (Jakarta) – Kerusakan sistem perpipaan menjadi salah satu risiko yang kerap luput diperhitungkan dalam pembangunan maupun renovasi rumah.
Meski biaya plumbing umumnya hanya mengambil sebagian kecil dari total anggaran konstruksi, kebocoran pipa dapat memicu biaya tambahan yang jauh lebih besar ketika kerusakan mengharuskan pembongkaran bagian bangunan.
Kondisi tersebut mendorong PT Wahana Duta Jaya Rucika untuk memperkuat edukasi mengenai pentingnya kualitas dan ketepatan penggunaan sistem perpipaan.
Melalui Plant Tour pabrik Rucika di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rucika perlihatkan proses dari pemilihan bahan baku pipa hingga tahapan Quality Assurance (QA) kepada para mitra toko.
Baca Juga: Rucika Raih Best Choice Brand 2026, Perkuat Posisi di Industri Sistem Perpipaan
Dalam keterangan tertulis yang dikutip Rabu, (15/07/2026), Regional Sales Manager Rucika, William Chendra mengatakan keterbukaan terhadap proses produksi menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan mitra dan pelanggan.
.”Dengan membuka akses bagi para mitra untuk melihat langsung proses produksi dan quality assurance, Rucika ingin menunjukkan bahwa setiap produk yang kami hasilkan telah melalui pengawasan dan pengujian yang ketat sesuai standar internasional,” ujar William.
Pengalaman tersebut, imbuh William, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mitra dalam menawarkan solusi perpipaan yang sesuai kebutuhan konsumen.
Baca Juga: 5 Tips Renovasi Rumah dengan Bujet Ekonomis
Salah Pilih Pipa Bisa Picu Masalah
Dalam sesi edukasi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai berbagai faktor yang dapat menyebabkan kegagalan sistem perpipaan.
Salah satunya adalah kesalahan memilih jenis pipa untuk kebutuhan tertentu, termasuk instalasi yang berkaitan dengan suhu dan tekanan air.
Faktor handling juga menjadi perhatian karena benturan selama proses pengiriman, pengangkutan, maupun pemasangan dapat memengaruhi kondisi produk.
Dari sisi manufaktur, kualitas produk yang tidak memenuhi standar juga dapat menjadi salah satu faktor risiko.
Rucika menyebut biaya sistem plumbing di Indonesia umumnya berada pada kisaran 5–10% dari total nilai Rencana Anggaran Biaya (RAB) konstruksi.
Baca Juga: Penggunaan Material Bangunan jadi Kunci Ciptakan Hunian Sehat dan Aman bagi Keluarga
Namun, kerusakan perpipaan berpotensi menimbulkan biaya perbaikan berulang yang nilainya jauh lebih besar daripada harga pipa.
Risiko tersebut dapat berupa pembongkaran dinding, kerusakan plafon, pembongkaran keramik dan finishing, penggalian ulang untuk menemukan titik kebocoran.
Selain itu, aktivitas penghuni rumah maupun operasional bangunan juga dapat terganggu selama proses perbaikan.
Perkuat Product Knowledge
Sementara itu, Austin, pemilik toko bangunan asal Malang, menilai edukasi mengenai pipa air dan fitting membantu pelaku usaha menjelaskan penggunaan produk kepada konsumen.
“Dengan adanya product knowledge yang dijelaskan dengan sangat baik, bisa membantu kita untuk menjelaskan kepada customer bagaimana pipa dan fitting ini digunakan semestinya,” ujarnya.
Baca Juga: Daftar Harga Pipa PVC per Batang Terbaru, Termurah dan Lengkap!
Corporate Brand Communication Department Head, Rucika Reynard Natamihardja menegaskan bahwa kualitas tidak hanya berkaitan dengan produk.
Akan tetapi juga rasa aman pemilik properti dalam penggunaan produk pipa air.
“Melalui Plant Tour ini, kami ingin menunjukkan secara transparan bagaimana Rucika menjaga standar kualitas di setiap tahap produksi,” kata Reynard.
Rucika berharap edukasi berkelanjutan kepada mitra toko dapat memperkuat pemahaman mengenai pemilihan dan penggunaan sistem perpipaan.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








